HUKRIM

Dua Pelaku Aborsi Di Aster Divonis 2,6 Tahun Penjara

RakyatMaluku.com – PENGADILAN Negeri (PN) Ambon menjatuhkan hukuman pidana penjara kepada terdakwa Amina alias Mina selama dua tahun enam bulan (2,6), dan membayar denda Rp 300 juta subsider satu bulan kurungan. Sebab, perbuatan terdakwa terbukti bersalah secara bersama-sama melakukan tindak pidana aborsi terhadap anak yang masih dalam kandungan.

Selain terdakwa Mina, terdakwa Wiwit alias Novi juga dituntut yang sama, karena turut membantu menggugurkan anak yang masih dalam kandungan terdakwa Mina.

“Menyatakan, perbuatan kedua terdakwa (dakwaan terpisah) terbukti bersalah secara bersama-sama melanggar Pasal 77A Pasal 45A UU No 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak Jo Pasal 55 ayat (1) ke- 1 KUHP,” ucap majelis hakim yang diketuai Felix R. Wiusan, saat membacakan amar putusannya di PN Ambon, Kamis, 28 Juni 2018.

Terhadap putusan itu, JPU Kejari Ambon Lilia Helut, dan kedua terdakwa melalui Penasehat Hukumnya, Achmad Solisa, sama-sama menyatakan pikir-pikir. Ketua majelis hakim kemudian memberikan batas waktu selama 14 hari kepada kedua pihak untuk segera menyatakan sikap.

Hukuman yang dijatuhi majelis hakim itu lebih ringan dari tuntutan JPU, yang sebelumnya menuntut kedua terdakwa dengan hukuman pidana penjara selama tiga tahun, dan membayar denda sebesar Rp 300 juta subsider tiga bulan kurungan.

JPU dalam dakwaanya menjelaskan, perbuatan tak manusiawi itu dilakukan kedua terdakwa di kamar kost milik saksi Suci Cahyati, di kawasan Hative Kecil – Aster, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Senin 23 Oktober 2017, sekitar 14.30 Wit.

Awalnya, Heru Sudrajat yang adalah suami dari terdakwa Mina meminta istrinya itu untuk menggugurkan janinnya yang masih berumur lima bulan di dalam kandungan, dengan alasan tidak sanggup membiayai persalinan. Sebab, uang mereka telah habis terpakai saat membiayai persalinan anak pertama mereka yang kini berusia dua tahun melalui proses operasi sesar.

Mulanya terdakwa Mina menolak permintaan suaminya itu, namun karena takut suaminya tidak sanggup membiayai persalinannya, terdakwa Mina akhirnya setuju untuk mengugurkan janinnya. Kemudian saksi Heru menghubungi Wiwit alias Novi, yang merupakan lulusan D3 Kebidanan untuk membantu menggurkan kandungan istrinya.

Saat itu terdakwa Novi sempat menolak namun saksi Heru terus memohon, sehingga Wiwit setuju untuk membantu menggugurkan kandungan terdakwa Mina. Saksi Heru dan terdakwa Mina yang tinggal bersama di Desa Labuang, Kota Namrole, Kabupaten Buru Selatan (Bursel) itu kemudian berangkat dan tiba di Kota Ambon pada Senin, 23 Oktober 2017 sekitar 14.30 Wit.

Keduanya langsung bergegas menuju kontrakan Novi di Aster. Sebelum mengggurkan kandungan terdakwa Mina, terdakwa Novi sempat bertanya kepada terdakwa Mina “ose (kamu) batul-batul mau kasih gugur kandungan”, terdakwa Mina lantas menjawab kalau dirinya bersedia. (RIO)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top