NEWS UPDATE

Dugaan Pengaturan CAT KPU Maluku Dibeberkan

grafis

DUGAAN pengaturan skors seleksi anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Maluku ternyata sudah dilaporkan ke Polda Maluku sejak 15 Februari 2019 oleh para peserta seleksi lalu.

Sayangnya hingga saat ini laporan ini belum juga diproses lebih jauh oleh Polda Maluku.

Dalam dokumen yang diterima redaksi RakyatMaluku.com sejumlah peserta mengadukan adanya tindakan pengaturan skors yang dilakukan biro SDM Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI.

Dugaan pengaturan skors ini terjadi pada malam pelaksaan tes tertulis mengunakan sistem CAT. Dimana pada tanggal 18 November 2018 pukul 20.00 WIT, diduga tim penyelenggara pelaksanaan tahapan CAT melakukan pertemuan terbatas dengan sejumlah peserta diantaranya empat komisioner KPU Maluku aktif ditambah salah satu komisioner aktif dari Maluku Tenggara yang juga menjadi peserta seleksi KPU Provinsi Maluku.

Pertemuan berlangsung di salah satu hotel ternama jalan Jendral Sudirman Kota Ambon. Mereka diduga membicarakan pengaturan pasing grade atau skors nilai 60 sebagai syarat kelulusan sebagaimana yang diatur  PKPU tahun 2018 tentang seleksi KPU Provinsi dan kabupaten. 

“Hal ini diakui salah satu seleksi salah satu peserta seleksi komisioner KPU Maluku yakni saudara SS, komisioner aktif Kabupaten Buru Selatan, yang bersangkutan ditelepon oleh salah satu peserta yang hadir dalam pertemuan itu untuk diajak guna melakukan pertemuan tersebut,” kata mereka dalam dokumen yang dikirim ke redaksi, Rabu 27 Februari 2019.

Kuat dugaan dalam pertemuan itu oknum di biro SDM yang datang ke Ambon sengaja membocorkan soal CAT kepada mereka yang hadir, kemudian tim itu juga melakukan setting melalui sarver CAT.

Pada akhirnya ketika diumumkan seleksi CAT tanggal 19 November di SMA Negeri 1 Ambon, yang mencapai passing grade skors nilai 60 adalah kelima orang yang mengadakan pertemuan itu. 

Pada saat pengumuman hasil berlangsung salah satu komisioner aktif IP menyampaikan kepada salah satu perserta yang lain komisioner dari Kabupaten Seram Bagian Barat dengan inisial JP bahwa, mereka yang telah lulus CAT dengan hasil 60 sudah melakukan pertemuan dengan biro SDM KPU RI di Jakarta pada tanggal 17 November 2018 di Jakarta. 

Waktu itu ada apel akbar KPU se Indonesia dan IP tak mengikuti pertemuan tersebut sehingga yang bersangkutan tak mencapai Passing Grade 60.

Atas laporan ini, para peserta yang namanya tertulis dalam laporan meminta kepada pihak kepolisian agar dapat mengusutnya. 

“Kami menyampaikan laporan itu agar dapat diusut sehingga keberannya terklarifikasi, jika terbukti diusut, jika tidak terbukti artinya terklarfikasi sendiri, dan laporan kami ini hanya dugaan,” ujar Viktor Palijama kepada RakyatMaluku.com, kemarin

Sementara hingga berita ini naik cetak, Rakyat Maluku belum dapat mengkonfirmasi kebenarnnya kepada pihak-pihak yang diduga melakukan pertemuan. (ARI)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top