HUKRIM

Eks Kepala Kantor Pos Tepa Divonis 4 Tahun Penjara

RakyatMaluku.com – PENGADILAN Tipikor Ambon menjatuhkan hukuman pidana penjara kepada mantan Kepala Kantor PT Pos Cabang Tepa, Kecamatan Babar, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Lucas Loluan (51), selama empat tahun, denda Rp 200 juta subsider tiga bulan kurungan dan diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp 300 juta subsider enam bulan kurungan.

Sebab, perbuatan terdakwa Lucas Loluan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi dana sisa operasional Kantor Pos Tahun 2017 sebesar Rp 300 juta.

“Menyatakan, perbuatan terdakwa Lucas Loluan terbukti melanggar Pasal 2 Jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Tindak Pidana Korupsi,” ucap Ketua Majelis Hakim Pasti Tarigan, didampingi dua hakim anggota Jenny Tulak dan Jefri Sinaga, saat membacakan amar putusannya, di Pengadilan Tipikor Ambon, Senin, 9 Juli 2018.

Terhadap putusan itu, terdakwa melalui Penasehat Hukumnya, Ferry Litelay, dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) MBD Danang, sama-sama menyatakan pikir-pikir. Sehingga ketua majelis hakim memberikan batas waktu selama tujuh hari kepada kedua pihak untuk segera menyatakan sikap, apakah menerima atau menolak putusan pengadilan.

Hukuman yang dijatuhi majelis hakim itu lebih ringan dari tuntutan JPU, yang sebelumnya menuntut terdakwa Lucas Loluan dengan pidana penjara selama selama lima tahun, denda Rp 200 juta subsider enam bulan kurungan, dan dibebankan membayar uang pengganti sebesar Rp 300 juta subsider enam bulan kurungan.

JPU dalam dakwaannya menjelaskan, pada tahun 2017 terdapat anggaran sisa operasional Kantor PT Pos Cabang Tepa sebesar Rp 300 juta. Sesuai mekanisme, dana sisa itu seharusnya disetor kembali melalui Kantor Pos Saumlaki ke Kantor Pos Induk di Kota Tual.

Namun, terdakwa menggunakan kewenangan dan kekuasaannya sebagai kepala kantor pos saat itu dengan menggunakan anggaran sisa operasional sebesar Rp 300 juta untuk kepentingan pribadinya. (RIO)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top