Uncategorized

Fatlolon Akui, Satu Tahun Kepemimpinan Belum Banyak Yang Dibuat

RakyatMaluku.com – TANGGAL 22 Mei 2017 menjadi sejarah awal kepemipinan Bupati – Wakil Bupati Maluku Tenggara Barat (MTB) Petrus Fatlolon – Agustinus Utuwaly, periode 2017-2022. Saat ini, kepemimpinan kedua petinggi daerah di bumi Duan Lolat, telah masuk satu tahun pada, Selasa 22 Mei 2018.

Perayaan satu kepimpinan ini dirayakan dengan sederhana dengan acara syukuran usai Buk puasa bersama dengan masyarakat dan Pemerintah Provinsi Maluku, yang berlangsung di gedung kesenian, Selasa 22 Mey malam.
Turut hadir, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Maluku Zeth Sahubura, pimpinan SKPD lingkup pemerintah provinsi Maluku dan SKPD serta Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup pemerintah kabupaten MTB, beserta unsur TNI-Polri, tokoh agama, pemuda, perempuan dan instansi lainnya.

Bupati Petrus Fatlolon dalam sambutannya, mengungkapkan dalam kepemimpinan dirinya bersama Wakil Bupati Agustinus Utuwaly masih banyak yang belum dibuat.

“Saya bersama wakil Bupati, sekda dan seluruh pimpinan SKPD berterima kasih kepada tuhan yang maha kuasa, karena atas berkat, perlindungan dan pernyataan Tuhan, kita bersama sama dengan seluruh ASN dan lapisan masyarakat dapat melaksanakanan seluruh tugas dan karya, pengabdian pelayanan kita, baik di bidang pemerintahanan. Pembangunan maupun pelayanan publik selama satu tahun ini, walaupun belum banyak yanb kita buat,”ujarnya.

Dijelaskan, Kondisi MTB pada tahun 2017 saar dirinya bersama Wakil Bupati dilantik untuk melaksanakan tugas, ada banyak persoalan yang dihadapi, diantaranya tingkat kemiskinan tertinggi kedua di Maluku diatas 26,7 persen, atau masih jauh dibawah target nasional 12 persen, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) secara nasional di angka 70 point, sementara MTB baru berada di angka 60 point.

Diuraikannya, kemiksinan dilihat dari 33 variabel, antara lain di bidang pendidikan yang masih rendah, lamanya usia sekolah, kesehatan yang belum maksimal, masih banyak rumah masyarakat yang berlantai tanah, beratap daun kelapa.

“Sesuai hasil kunjungan kami di beberapa daerah selama satu tahun ini, menemukan ada rumah dinas kepala sekolah masih beratap daun kelapa, berdinding bambu dan sudah hampir roboh,”ucapnya.

Kemudian masih ada juga banyak rumah warga di desa yang belum mendapat pelayanan air bersih, menikmati listrik.

Semua persoalan tersebut, tentunya harus disikapi dan perlu ada intervensi dan kontribusi kontiniew dari 17 SKPD,
“Kita tidak saling menyalahkan siapa yang bertanggungjawab, tetapi saatnya kita berbenah kebutuhan daerah untuk secara bertahap kita tangani sesuai kemampuam keuangan daerah yang kita miliki,”tuturnya.

Selain itu dirinya bersama Wakil Bupati diperhadapkan dengan laporan keuangan. Walapun demikian dalam laporan tersebut sudah mengalami peningkatan dari Disclaimer menjadi Wajar Dengan Pengecualian. Ada beberapa faktor penyebab, yaity tiga hutang pihak ketiga ratusan milyaran, persoalan aset yang susah cukup alam, kualitas laporan keuangan daerah termasuk dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Sedangkan untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang ditentukan belum maksimal. Dari Rp49 miliar yang ditargetkan, baru tercapai Rp18,7 miliar.

Untuk itu, perlu ada pergerakan khusus untuk meningkatkan PAD guna membiayai pembangunan di segala sektor.
Terlepas dari hal tersebut, dalam satu tahun ini pihaknya baru menyelesaikan Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), yang dikondisikan dengan kemampuan keuangan daerah.

Di mana dalam tahun ini, pemerintah daerah MTB telah menggarkan sejumlah dana untuk mengatasi berbagai persoalan pembangunan, salah satu mengatasi kemiskinan pada 33 variabel dimaksud, diantaranya pendidikan yang dikemas dalam BOSDA yang dimaksudkan untuk mengkafer seluruh biaya operasional sekolah, sehingga mulau tahun ini tidak ada lagi biaya untuk masuk sekolah, ujian akhir, dan biaya lain, termasuk sarana prasaran lain di sekolah.

“Program ini populer disebutkan sebagai pendidikan gratis, namun pemda memberikan subsidi atas tanggungjawab sekolah sehingga tidak membebankan orang tua,”tandasnya.

Begitu juga di bidang kesehatan, pihaknya menganggarkan untuk menjalani pengobatan gratis.

Di bidang infrastruktur, pihaknya merencanakan membuka jalan poros baru yang dilaksanakan tahun ini. Ada juga perpanjangan Bandar Udara Mathilda Batlayeri dari 1650 meter menjadi 1850 meter.

Orang nomor satu di bumi Duan Lolat, memgakui ada beberapa inovasi baru yang dilakukan selama kepemimpinan, yakni membayar gai pegawai yang sebelumnya manual, kini telah melalui bank.

Di tahun pertama ini, dirinya bersama Wakil Bupati baru hanya bisa membenahi birokrasi dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), serta mempersiakan sumber daya manusia untuk terlibat langsung dalam operasional blok masela.
Untuk itu, dirinya patut berterima kasih lewat dukungan pemerintah provinsi Maliki, pemerintah pusat yang telah menetapkan Tanimbar Selatan sebagai lokasi pembangunan LNG blok masela. Sedangkan selaru sebagai daerah pertahanan keamaanan TNI AD, AL dan AU.

“Kita tau banyak daerah yang mengharapkan agar dibangun di daerahnya, tetapi atas dukungan pemprov Maluku, oempus telah menetapkan di kabupaten MTB tepatnya di kecamatan Tanimbar selatan,”katanya.

Selain itu, Pemkab MTB telah mendapat jatah kouta penerimaan CPNS sebanyak 316 orang, dengan prioritas pada sektor pendidikan dan kesehatan yang akan disampaikan setelah pilkada. Dengan harapan bisa mengatasi kekurangan tenaga guru dan kesehatan.

Terlepas dari hal tersebut, pihaknya telah membentuk panitia HUT Kabupaten MTB, oktober mendatang.
Selain melaksanakan beberapa kegiatan perlombaan, juga dilakukan kajian untuk mengetahui secara detail sejarah Tanimbar, Duan Lolat, dan Saumlaki sebagai ibukota MTB.

Sebagai bagian untuk meningkatkan kebudayaan, dirinya telah meminta kepada Kepala Dinas Pendidikan untuk memprogramkan pelajaran muatan lokal bahasa daerah MTB, yang terdiri dari lima bahasa daerah.

Selain di bidang pendidikan, saya jiga akan menerapkan penggunaan bahasa daerah di pemerintahan.

Hal ini dimaksudkan agar bahasa daerah tidak punah, karena termakan kemajuan teknologi.

Untuk itu, dirinya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu padu dengan pemerintah untuk melanjutkan pembangunan di Tanimbar bumi Duan Lolat tercinta ini.

Sementara itu, Plt Gubernur Zeth Sahuburua dalam sambutannya, mengharapkan kepada semua masyarakat MTB untuk terus mendukung kepemimpinan Bupati – Wakil Bupati, Petrus Fatlolon-Agustinus Utuwali hingga akhir masa periode di tahun 2022.

“Rakyat memiliki kekuatan besar untuk bersama-sama pemerintah untuk membawa MTB ke arah yang lebih baik. Sehingga duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi, dengan daerah lainny,”ucapnya.

Dirinya juga meminta seluruh jajaran legislatif untuk mengawal segala proses pemerintahan dan pembangunan di Bumk Doam lolat ini, sehingga dapat berjalan dengan baik.

“Keberhasilan MTB bukan hanya untuk daerah ini saja, namun secara keseluruhan Maluku,”pungkasnya.
Tak lupa dirinya meminta dukunhan masyarakat, dalam memjaga kamtibmas menjelang pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur yang akan berlangsung 27 Juni mendatang.

“Bantu TNI-Polri dalam menjaga keamanan disini, sehingga pesta demokrasi lima tahunan ini bisa berjalan dengan damak, aman dan lancar,”pintanya. (YAS)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top