NEWS UPDATE

Gambar Bugil Lahan Bisnis Para ABG Ambon

Ilustrasi

Pormes : Penginapan Berbiaya Per-Jam Harus Ditertibkan

TERUNGKAPNYA jaringan binsis prostitusi online di Kota Ambon yang berhasil dibongkar Kepolisian Resort Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease belum lama ini diapresiasi banyak kalangan. 

Dalam kasus ini, belasan orang diamankan, dua diantaranya ditetapkan sebagai tersangka, karena melakoni tanggungjawab sebagai mucikari atau perantara.

Tapi, bisnis haram para Anak Baru Gede (ABG) bukan hanya pada hal hubungan intim, ada bisnis lain yang tak kalah menghawatirkan yakni bisnis gambar bugil. Praktek semacam ini sudah berlangsung lama, namun sulit terdeteksi. 

Berdasarkan penelusuran Rakyat Maluku kepada para pemesan gambar porno, rata-rata yang melakoni pekerjaan ini para remaja, siswa dan mahasiswa. 

Mereka nekat untuk mempertontonkan tubuh mereka kepada pria hidung belang melalui video call. 

Namun sebelum para pelakunya berani menunjukan organ intim kepada si pemesan, terjadi dulu kesepakatan harga. Ironisnya harga bisnis ini tak terlalu mahal. Sekedar uang pulsa.

“Biasanya mereka meminta Rp.50 ribu, atau isikan mereka pulsa, nanti mereka akan ‘menari'” kata sumber yang meminta tak disebutkan namanya.

Walaupun resikonya sangat besar, para ABG  ini tetap nekat untuk menunjukan kemolekan tubuh mereka tanpa menggunakan sehelai benang pun kepada si pemesan. 

Bahkan ada beberapa yang awalnya meminta pulsa kepada pria hidung belang, sebaliknya dia menjadi korban pemerasan para lelaki nakal.

Terhadap berbagai persoalan ini, Akademisi dari Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon, Junita Sipahelut, mengatakan faktor utama mengapa hingga ABG terlibat dan melibatkan diri dalam dunia porstitusi rata-rata dikarenakan masalah ekonomi dan gaya hidup. 

Kalau dulu,  seseorang terjun dalam porstitusi itu kebanyakan faktor ekonomi,  tetapi di era digital ini,  gaya hiduplah yang mendorong anak-anak usia muda melakoni profesi ini. 

“Kalau masalah sex,  itu faktor kesekian,  bahkan terakhir,” tandas, Junita Sipahelut, kepada Rakyat Maluku,  Jumat 22 Februari. 

Tapi ada juga faktor lain yang membuat para ABG jual diri. Bahkan dilihat secara mendalam, tidak sedikit pula anak-anak yang berasal dari kalangan atas atau keluarga yang berkecukupan,  bahkan tidak menutup kemungkinan anak pejabat ikut terjun ke lembah hitam prostitusi lantaran sebagai bentuk protes kepada orang tua yang terlalu sibuk dengan pekerjaan. 

“Faktor lain yang turut andil dalam keterlibatan ABG dalam dunia porstitusi lantaran hubungan pertemanan. Dimana sebelumnya teman telah menjalani profesi ini. Dan harus ditelusuri apakah para ABG ini memiliki “mami” atau tidak,” kata Junita.

Kemudian tergiur gaya hidup yang konsumtif biar tidak dianggap kuno sama teman-teman sebaya juga bisa menjadi faktor yang lain. Punya HP keluaran model terbaru, MP4 Player, tas dan baju keluaran butik terkenal, jalan-jalan ke mal, bisa membuat para ABG lupa daratan. 

Persaingan antar teman juga bisa dijadikan alasan. Misalnya si A kemarin habis jalan bareng sama om-om keren, si B tidak mau kalah. Habis dikecewakan dan dinodai mantan pacar juga sebagai alasan favorit para ABG.

Junita lalu menyarankan kepada para orang tua untuk lebih memperhatiman komunikasi dengan anak. Memantau perkembangan anak,  aktifitas kesehariannya,  mengenal siapa saja temannya baik di lingkungan pendidikan maupun tempat tinggalnya. 

“Pemerintah juga harus memperhatikan untuk berikan edukasi di sekolah atau lembaga pendidikan tentang sex usia dini. Lebih lagi memberdayakan lembaga perlindungan anak dan perempuan,” tandasnya. 

Saran lainnya untuk menghindarkan anak-anak dibawah umur masuk dunia porstitusi adalah tempat lokalisasi. Mengapa demikian? Karena lokalisasi pekerja seks dianggap langkah yang tepat untuk mencegah terjadinya penularan penyakit dan kerawanan sosial lainnya. 

Selain itu, adanya lokalisasi bisa mencegah anak-anak di bawah umur untuk masuk ke dalam dunia prostitusi tersebut.

“Sekarang ini kan prostitusi bisa diakses siapapun. Bisa booking dunia maya. Kalau dengan lokalisasi kan ada pembatasan usia,” ujarnya. 

Pesan untuk masyarakat,  jika temui hal semacam ini,  jangan jauhi anak-anak itu, janganlah dicibir atau dijauhi. Dekatilah mereka dengan kasih sayang dan tanpa ada prasangka. Karena selalu ada kesempatan lain dalam kehidupan bila memang benar-benar berniat untuk berubah.

“Ulurkan persahabatan tulus pada mereka yang telah sadar dan mau berubah,” kuncinya. 

Zeth Pormes

Sementara Anggota Dewan Perwakilan rakyat Daerah (DPRD) Kota Ambon, Zeth Pormes, menyampaikan, bisnis prostitusi harus menjadi perhatian serius, pemerintah Kota Ambon, kepolisian maupun tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk melakukan upaya edukasi guna menghindari masalah tersebut yang berpotensi terjadi pada generasi berikutnya.

“Sebagai anggota DPRD, saya merasa hal ini menjadi sebuah ancaman bagi warga Kota Ambon kedepan. Untuk itu harus ada upaya deklarasi dengan menyatakan perang terhadap prostitusi online,” ujar Zeth Pormes kepada Raktyat Maluku, Jumat 22 februari 2019.

Perlu juga ada koordinasi secara intensif dari pemerintah Kota Ambon, Polres Pulau Ambon dan PP Lease dalam hal ini tim Siber dari pihak kepolisian agar dapat melacak akun-akun prostitusi online sehingga semua para mucikari ditangkap kemudian di Proses hukum.

“Untuk memerangi hal tersebut, tentu harus ada peran dari seluruh tokoh agama dan juga tokoh masyarakat untuk lebih banyak memberikan pencerahan terkait dengan pendekatan moral dan agama,” ajaknya.

Tak hanya itu, hal yang penting dalam melakukan pencegahan, maka pemerintah dan masyarakat juga disarankan untuk menggunakan pendekatan sosial, budaya, politik, selain daripada moral dan agama untuk mencari penyelesaian serta menjawab persoalan prostitusi secara komprehensif.

“Jadi peran tokoh masyarakat dan tokoh agama itu penting. Selain itu juga pemerintah juga diharapkan agar melakukan pencegahan dengan berbagai pendekatan lainnya, seperti pendekatan sosial, budaya serta pendekatan politik,” terangnya.

Dia berpendapat, penertiban terhadap sejumlah hotel dan penginapan di Kota Ambon penting untuk dilakukan. 

Sebab, salah satu indikator yang memberikan ruang bagi kelancaran bisnis prostitusi online dengan memberlakukan sewa per jam pada sejumlah hotel dan penginapan.

“Banyak hotel atau penginapan yang memberikan ruang dengan memberlakukan sewa per jam. Ini harus di tertibkan. Saya akan menyampaikan hal ini dalam rapat komisi untuk ditindaklanjuti,” jelasnya.

Asosiasi pengusaha hotel juga akan diundang untuk membuat komitmen bersama terutama bagi hotel-hotel melati yang biasa memberlakukan tarif per jam. 

“Jadi pihak perhotelan itu harus diundang untuk mempertegas komitmen terhadap pemberlakuan tarif serta bukti masuk keluar pelanggan hotel yang menggunakan KTP dan sebagainya. Sehingga hotel atau penginapan di Kota Ambon tidak lagi menjadi sarang prostitusi,” tegasnya.

Selain itu peran dan fungsi intelejen dalam upaya pengungkapan kasus ini juga diharapkan terus ditingkatkan agar kasus-kasus prostitusi ini tidak terjadi kembali. 

DPRD tentu mendukung dalam segi kebijakan maupun angaran apabila pemerintah Kota telah merumuskan kebijakan untuk menangkal masalah tersebut.

“Kami harap, fungsi dan peran intelijen dan tim siber dari pihak kepolisian dapat lebih ditingkatkan dalam mengungkap serta mengatasi potensi-potensi terjadinya prostitusi,” tandasnya. 

Ditempat terpisah, Kasubag Humas Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease Ipda Julkisno Kaisupy  mengajak orang tua untuk bersama menangkal anaknya terjerumus ke hal-hal negatif. Mengigat orang tua mempunyai peran besar terhadap anak-anak mereka. 

“Peran orang tua itu sangat penting. Tapi, dia mau bina anak,  dia harus jadi contoh dulu. Makanya orang tua itu pertama jadi contoh dan suri tauladan yang baik buat anak-anaknya,” kata Ipda Julkisno Kaisupy 

Orang tua juga harus memperhatikan gerak-gerik si anak. Juga dalam memilih teman pergaulan. Sehingga anak-anak tidak muda terjerumus ke dunia hitam.

“Orang tua harus memperhatikan anaknya terutama dalam pergaulan. Pergaulan inu dimulai dari lingkup keluarga dulu baru lingkungan sekitarnya.  Dan itu betul-betul menguasai anaknya untuk memilih teman. Memilih teman yang betul betul untuk hal hal positif. Jangan memilih teman seperti contoh kasus kemarin (tidak baik),” tuturnya. 

Selain persoalan ini, pendidikan agama perlu ditanamkan kepada anak.  Agar anak dapat mengetahui mana yang benar, mana yang salah. Peran guru, tambah mantan Kapolsek Teluk Ambon, diperlukan juga. Pembinaan lewat sekolah sangat diharapkan. Karena bisa menangkal anak-anak dari bahaya apapun.

“Orang tua harus banyak memberi pembinaan secara rohani untuk memperkuat agama dan imannya anak- anak. Bisa lewat orang tua bisa lewat imam atau guru ngajinya juga pendeta.

Dan kalau dia masih pelajar bisa juga kerjasama dengan dewan gurunya,” tandas Kasubbag Humas. (AAN/YAS/R1)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top