Uncategorized

GARAP Sula 011 Kampanye Stop Plastik Sekali Pakai

Gerakan Anti Plastik (GARAP) Sula 011 melakukan long march anti sampah plastik di Kabupaten Kepulauan Sula, Provinsi Maluku Utara, Minggu 23 Juni 2019.

PEDULI sampah plastik, komunitas pemerhati lingkungan Gerakan Anti Plastik (GARAP) Sula 011  menggelar berbagai kegiatan, baik dialog terbuka, pentas seni, lapak baca serta melakukan long march anti sampah plastik di Kabupaten Kepulauan Sula Provinsi Maluku Utara, Minggu 23 Juni 2019.

Tema yang diusung dalam kegiatan itu yakni ‘Plastik Sekali Pakai, Ancaman Bagi Bumi, Bahaya Untuk Manusia’. Kegiatan tetsebut bermaksud untuk mengajak masyarakat di Kabupaten setempat untuk bagaimana mengajak masyarakat mengantisipasi bahaya plastik.

Selain itu, kegiatan tersebut juga merupakan gerakan melawan sampah plastik. Dalam kegiatan itu, GARAP sebagai komunitas pemerhati lingkungan mengajak masyarakat untuk berhenti menggunakan plastik sekali pakai.

Koordinator kegiatan Muhammad Vikri Syarifudin Rahantan kepada RakyatMaluku.com mengatakan, kegiatan itu dilaksanakan semata-mata berangkat dari kesadaran akan pentingnya lingkungan hidup.

Mengingat usia bumi yang semakin tua alam yang semakin tak terjaga, maka muncul berbagai gerakan untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup, sebab manusia akan menemui akhir hidupnya namun generasi selanjutnya tetap berhak mendapatkan ruang hidup yang sehat.

Kata dia, GARAP Sula 011 lakukan serangkaian kegiatan yakni, long march Anti Plastik, Dialog terbuka, lapak baca, dan panggung seni dengan tema “Plastik Sekali Pakai, Ancaman Bagi Bumi, Bahaya Untuk Manusia”.

“Ini lahir dari inisiatif kami untuk mengedukasi masyarakat terhadap pentingnya kesehatan bagi lingkungan dan juga mengajak masyarakat menghindari bahaya plastik bagi kesehatan,” kata Vikri.

Menurutnya, gerakan ini terfokus pada kampanye stop penggunaan plastik sekali pakai. “Kami sadar bahwa plastik adalah problem serius di Daerah ini,” tuturnya.

Dia membeberkan, sesuai dengan data sampah perhari dari Dinas Lingkungan Hidup kabupaten Sula, sampah plastik mendominasi hampir 50% yakni sebanyak 2 ton dari total 4 ton sampah perhari.

Hal tersebut menunjukan bahwa ruang hidup di Kabupaten Kepulauan Sula telah berada pada zona kritis bahaya plastik, dan ini yang menjadi semangat awal dari GARAP, mengingat, kurangnya perhatian pemerintah.

Dia menilai, plastik sekali pakai masih sering digunakan pada berbagai kegiatan maupun acara, termasuk juga kegiatan-kegiatan pemerintah. Itu artinya bahwa masalah tersebut masih jauh dari perhatian pemerintah.

Betapa tidak, sebab hal itu dilihat dari berbagai agenda pemerintahan yang masih menggunakan minuman berkemasan plastik sekali pakai atau bungkusan makanan dari bahan plastik. Padahal sama-sama diketahui bahwa sampah plastik butuh ratusan tahun untuk terurai jika tak didaur ulang.

“Untuk itu, kita berharap gerakan sadar Sampah Plastik dan peduli lingkungan bagi kesehatan menjadi stimulus bagi pemerintah agar lebih peduli terhadap perederan dan pemakaian plastik sekali pakai di Kabupaten Kepulauan Sula Provinsi Maluku Utara ini,” tandasnya. (SAH)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top