Uncategorized

Gelapkan Uang Nasabah, Pegawai BRI Namrole Divonis 6 Tahun, Denda Rp 10 Miliar

RakyatMaluku.com PENGADILAN Negeri (PN) Ambon menjatuhkan hukuman pidana penjara kepada terdakwa Abdul Rahman Tuasikal (35), selama enam tahun, dan membayar denda sebesar Rp 10 miliar dengan subsider enam bulan kurungan. Sebab, terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana menggelapkan uang nasabah BRI Cabang Namrole, Kabupaten Buru Selatan (Bursel) sebesar Rp 562.000.000.

“Menyatakan, perbuatan terdakwa Abdul Rahman Tuasikal terbukti melanggar Pasal 49 ayat (1) Undang-Undang Perbankan,” ucap Ketua Majelis Hakim Sofyan Parerungan, didampingi dua hakim anggota Philips Pangalila dan S. Pujiono, saat membacakan amar putusannya di PN Ambon, Selasa, 24 Juli 2018.

Terhadap putusan itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Buru Karel Sampe beserta Penasehat Hukum terdakwa, Thomas Wattimury, sama-sama menerima putusan majelis hakim. Sehingga, Ketua Majelis Hakim Sofyan Parerungan, kemudian menyatakan putusannya telah berkekuatan hukum tetap (Inkrach).

Hukuman yang dijatuhi majelis hakim itu lebih ringan dari tuntutan JPU, yang sebelumnya meminta majelis hakim yang mengadili perkara itu agar menjatuhkan hukuman pidana penjara kepada terdakwa Abdul Rahman Tuasikal selama delapan tahun, dan membayar denda sebesar Rp 10 miliar dengan subsider enam bulan kurungan.

JPU dalam dakwaanya menjelaskan, kasus tindak pidana penggelapan uang nasabah BRI Cabang Namrole terjadi pada Jumat, 30 Juni 2017 sekitar pukul 22.00 Wit. Namun resmi dilaporkan oleh korban Suntoro Gunoroso pada 20 Juli 2017.

Dimana, tersangka yang merupaka warga Desa Labuang, Kecamatan Namrole, saat itu bekerja sebagai pegawai BRI Unit Namrole yang di tugaskan sebagai Mantri Kupedes.

Peristiwa berawal ketika korban yang juga pegawai BRI menitipkan uang nasabah sebesar Rp 562.000.000 kepada tersangka. Korban meminta tersangka untuk memasukan uang ratusan juta rupiah milik nasabah ke kas BRI Unit Namrole. Sebab, korban sedang melaksanakan cuti.

Setelah tersangka dititipi uang, ternyata tersangka absen kurang lebih 20 hari kerja tanpa ada alasan. Saat itu korban mulai curiga dengan pelaku. Curiga dengan tersangka yang tidak berkantor tanpa alasan yang jelas, korban mengecek rekening titipan dengan menggunakan mesin EDC. Saat dicek, korban terkejut lantaran uang milik nasabah kurang lebih 15 orang itu belum dimasukan.

Ternyata setoran simpanan dan pinjaman dari nasabah yang diserahkan oleh korban kepada tersangka tidak disetor ke kas kantor BRI Unit Namrole dengan total Rp 562.000.000. Dan dibawa kabur oleh pelaku.

Setelah mendapat laporan dari korban, tersangka yang diduga mengetahui jika dirinya sudah dipolisikan langsung memilih kabur. Atas kejadian itu, Polres Buru kemudian menetapkan pelaku masuk sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).

Dalam pelariannya, diketahui bahwa tersangka tidak menetap disuatu tempat dan kerap berpindah pindah lokasi, hingga akhirnya diketahui telah keluar dari Maluku. Dari hasil informasi, Penyidik Reskrim Polres Pulau Buru akhirnya berhasil menangkap tersangka di Jayapura. (RIO)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top