---------
AMBONESIA

GMKI Kritik #2019GantiPresiden

RakyatMaluku.com – MELIHAT berbagai aksi yang gencar-gencarnya dilakukan oleh sekelompok elit politik baik pada tingkatan Nasional dan Daerah menyangkut proses Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2019, dengan Tagline #2019 Ganti Presiden yang dilakukan dengan cara aksi deklarasi dan juga melalui postingan status-status, foto/gambar dan vidio pada media dosial, Koordinator Wilayah XI (Maluku) PP GMKI Masa Bakti 2016 – 2018 Dodi L K Soselisa merasa berkepentingan untuk menyampaikan himbauan kepada masyarakat.

Dalam pres rilisnya yang dikirim ke redaksi Rakyat Maluku, Soselisa katakan, pihaknya menilai aksi tersebut sangat tidak memberikan pembelajaran politik bagi masyarakat karena jika dicermati tujuan dari aksi tersebut yaitu untuk kepentingan mencapai kekuasaan dengan menggunakan cara-cara memprovokasi masyarakat dalam penyampaian ujaran-ujaran kebencian, politisasi Suku, Agama, Ras dan antargolongan (SARA), yang kemudian dapat memecahbelah kehiduapan persatuan dan kesatuan Rakyat Indonesia.

Karena itu, ia mengharapakan kiranya para elit Politik pada tingkatan nasional dan daerah yang terlibat dalam gerakan-gerakan ini haruslah menggunakan cara-cara yang etis, yang membangun peradapan rakyat, yang mencerdaskan rakyat, yang mempersatukan Rakyat dalam kebinekaan dan juga yang sangat penting adalah menyampaikan tawaran ide dan gagasan terkait dengan pembangunan negara ini ke dapan.

Soselisa juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk secara bersama-sama memaknai bahwa Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia Tahun 2019 adalah suatu proses demokrasi yang berdasarkan pada perintah Undang-undang Dasar 1945 yang di mana mengamanatkan “kedaulatan ada di tangan rakyat dan dijalankan berdasarkan UUD 1945.

Hal ini menandakan bahwa pemegang kekuasaan dan kedaulatan tertinggi dalam Negera Kesatuan Republik Indonesia adalah rakyat Indonesia itu sendiri. Itu berarti rakyatlah yang harus dijadikan paradigma sentral didalam proses-proses berdemokrasi, maka Rakyat janganlah mau untuk dipecahbelahkan atau terjebak dalam pusaran Konflik yang sengaja diciptakan oleh kelompok-kelompok tertentu dengan tujuan mencapai kepentingan kekuasaan.

Ia mengharapkan agar rakyat Indonesia khususnya di Maluku harus tetap bersikap tenang, bijak serta tidak terprovokasi dengan tagline #2019 Ganti Presiden yang menggunakan issu-issu yang bersifat propaganda.

“Mari bersama-sama kita wujudkan proses demokrasi yang ideal berdasarkan Pancasila, sebab hal tersebut menjadi tanggungjawab kita untuk bisa saling menjaga, saling melindungi dan berkomitment untuk memerangi proses-proses politik yang bernuansa SARA, ujaran kebencian dan politik adu domba. Pastinya rakyat harus bisa memilih pemimpin dalam negara ini berdasarkan jejak rekam pengabdiannya dan Visi – Misi kedepannya. bersama tunjukan citra kehidupan orang basudara di Maluku kepada seluruh Rakyat Indonesia sehingga Maluku dapat dijadikan sebagai model percontohan,’’ imbuhnya. (NAM)

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
--------------------

Berita Populer

To Top