AMBONESIA

Gubernur Assagaff Terima Dekan se-Indonesia dan Peserta Konfrensi di Kediaman

RakyatMaluku.com – BUBERNUR Maluku, Said Assagaff, Kamis (12/6) di kediaman Gubernur, Mangga Dua berkesempatan bertatap muka seklaigus menjamu para Dekan MIPA se-Indonesia dan peserta MIPANET yang akan mengikuti Konfrensi Internasional di Kota Ambon.

Dalam sambutannya, selaku Pemerintah Daerah, dirinya menyambut baik kegiatan tersebut. ‘Dirinya berterimaksih MIPA Universitas Pat timura karena terpilih sebagai tuan rumah san.nyonya rumah kinfrensi intetnasional.

‘Yah walaupun tidak hanya indah karrna pemandangannya, tapi hati orang-orang Ambon pun juga sangat senang menerina para tamu,’’ ungkap Assagaff.

Assagaff mengatakan, kondisi Maluku khususnya Kota Ambon sangat kondusif untuk dikunjungi.
‘’Saya mau katakan silahkan jalan-jalan.terutama kepada ibu-ibu, jalan di malam hari, saya jamin tidak ada jambret di Kota Ambon. Ambon ini sangat tenang dan.kondusif,’’ kata Assagaff.
Dikatakan, banyak cerita tentang Ambon, ketika ada event nasional yang diselenggarakan. ‘’Ketika event Pesta Paduan Suara Gerejawi, ketika MTQ Nasional, banyak cerita dari ibu-bu bagaimana Ambon sangat aman, damai dan tenang,’’ ucap Assagaff.

Maluku sebut Assagaff dikenal sebagai daerah kepulauan karena ada sekitar 1.340 buah pulau di Maluku. Dari jumlah tersebut, hanya ada 2 buah pulau besar yaitu Pulau Seram dan Pulau Buru, pulau-pulau sedang dan ratusan pulau pulau kecil.

‘’Maluku juga dikenal sebagai negeri raja-raja atau jasirah Al’mulk,karena ada lebih dari 300 raja di Kepulauan Mlaluku ini,’’ imbuhnya.

Lebih jauh dikatakan, Maluku dikenal sebagai daerah maritim, karena 93% wilayahnya adalah wilayah laut, dimana hanya 7 % wilayah darat. ‘Maluku juga lanjut Assagaff dikenal jsebagai daerah rempah-rempah, karena dulu oleh orang orang Eropa, Maluku diibaratkan 3 emas dari Tmur yaitu Pulau Ambon, Pulau Ternate dan Pulau Banda Neira. ‘’Dimana 350 tahun yang lalu dalam sejarah perjanjian Breda di Belanda itu ada pertukaran antara salah satu pulau kecil di kepulauan Maluku, letaknya di Pulau Banda, yakni Pulau Run itu pernah mau ditukar dengan Pulau Manhattan yang sekarang dikenal dengan New York,’’ paparnya.

Berkaitan dengan sejarah teraebut, tahun lalu, Pemprov Maluku merayakan 350 tahun pertukaran 2 pulau terasebut di Banda Neira dan dihadiri Duta Besar Amerika. ‘’Saya banyak berbicara dengan beliau yang bingung kok Pulau sekecil dengan.luas kira-kira 2 km2 ketika itu mau ditukar dengan Manhattan. Ketika saya pelajari sejarah, ternyata Pulau Run menyimpan potensi tanaman pala dan harga pala ketika itu sama dengan 1 kg emas, karena pala saat itu dipakai sebagai bahan pengawet, umumnya pengawet daging di Amerika dan Eropa,’’paparnya.

Assagaff menambahkan, Maluku 350 tahun yang lalu,Maluku juga pernah mengalami tsunami, dan tercatat dalam dokumen sejarah yang ada di Belanda. ‘’Ketika itu ketinggian air hampir 100 meter. Jadi 2 kali dari tsunami Aceh. Hanya ketika itu belum ada radio, belum ada televisi, sehingga tsunami sebesar itu tidak diketahui oleh dunia luar,’’kata Assagaff mengingatkan seraya menambahkan.

Itulah gambaran tentang Maluku, yang luasnya 751 km2 degan jumlah penduduk tidak lebih dari 2 juta jiwa dengan.tingkat kepadatan penduduk hnaya 25 jiwa/km2. Berkaitan dengan akan digelar konfrensi internasional di Ambon dirinya sangat berharap semoga ada masukan-masukan guna membangun Maluku kedepan.

‘’Kedepan ada 3 sektor penting yang akan kita dorong terus yaitu, pendidikan, kesehatan dan pariwisata. Karrna Maluku.ini harus dibangun dari laut, dibagun dari perikanan, kelautan dan dari pariwisata, sehingga berbagai masukan snagat penting untuk kita,’’ ujarnya.

Masih kata Assagaff potensi ikan yang ada di Maluku i3 juta ton/tahun dan terbesar di Indonesia. ‘’Saya tadi berbicara dengan para profesor termasuk Liang sesuai studi dari UNDP terumbu karangnya itu nomor 1 di Indonesia. karena karena masalah tanah sehingga, kita tidak bisa kembangkan seperti yang andaikan bisa dikembangkan,’’ tandasnya. (YAS)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top