NEWS UPDATE

Gubernur Canangkan Kampanye Imunisasi Campak Dan Rubella

PENCANANGAN. Gubernur Maluku Said Assagaff, memukul rebana sebagai tanda pencanangan kampanye imunisasi Campak dan Rubella di Provinsi Maluku yang dipusatkan di Madrasah Tsanawiyah Negeri Batu Merah, Selasa 7 Agustus 2018.

RakyatMaluku.com – GUBERNUR Maluku, Said Assagaff men­canangkan kampanye Imunisasi Campak dan Rubella, yang berlangsung di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Kebun Cengkeh, Selasa 7 Agustus 2018. Dalam sam­butannya, Assagaff me­nga­takan selama bulan Agustus – September pemprov Maluku akan mem­berikan per­lin­dungan kepada anak dari campak (sarampa) dan rubella. Perlindungan ini juga merupakan hak anak yang diberikan oleh pemerintah dalam ben­tuk imunisasi. Dijelaskan, tahun 2017 3 -5 juta anak di pulau Jawa dan Madura sudah mendapat hak imunisasi, sekarang giliran anak-anak Maluku.

Untuk itu, kedepan tidak akan ada lagi anak-anak Maluku yang sakit-sakitan, begitu juga dengan calon ibu yang melahirkan.

“Kita berdoa bayi yang merupakan tunas bangsa dapatbterhindar dari ke­butaan, ketulian, kerusakan otak yang bisa disebabkan oleh penyakit rubella,”ujarnya.

Olehnya itu, sejak 1 Agustus 2018 siswa sekolah di seluruh penjuru tanah Maluku mendapat imunisai dari tenaga kesehatan baik itu siswa di madrasah, pesantren, skolah negeri, maupun swasta baik itu di pulau ambon, seram, buru , Maluku Tenggara sampai di Aru dan MBD.

Kata Assagaff, sampai tanggal 6 Agustus tercatat sebesar 10 persen siswa yang sudah memperoleh imunisasi. Dirinya berharap tidak ada satupun anak-anak Maluku yang tertinggal atau terlewatkan dari imunisasi. Mengingat anak-anak merupakan bagian dari rantai penularan campak dan rubella yang ingin diputuskan.

Menurutnya, untuk memutuskan mata rantai penyakit merupakan pekerjaan yang besar dan perlu dukungan dari semua pihak.

“Sudah saatnya kita bergerak bersama-sama. Karena anak-anak kita berharga dan tentu anak kita patut mendapat perlindungan dari penyakit campak dan rubella,” ungkap Assagaff.

Dirinya meminta kepada semua orang tua, guru, raja, kepala dusun, kepala desa,lurah, dan stacholder lainnyanuntuk memastikan bahwa semua anak di Maluku yang berusia 9 – 15 tahun dipastilan untuk mendapat imunisasi, minimal harus mencapai angka 95 persen, agar anak-anak Maluku benar-benar aman dari ancaman campak dan rubella.

“95 persen merupakan angka minimal yang harus dicapai. Agar komunitas dan masyarakat kita terlindungi, terutama bayi yang belum cukup umur untuk imuisasi dan melindungi para lanjut usia yang tidak bisa di imunisasi karena masalah kesehatan.

“Imuniasi tidak hanya melindungi kita, tetapi melindungi orang-orang yang ada di sekitar kita, Semoga Allah memberikan kemudahan untuk mewujudkan keinginan luhur kita bersama agar anak maluku tumbuh sehat, cerdas, terampil dan bisa dinbanggakan kemudian hari, karena anak-anak kita mempunyai sejumlah prestasi dan reputasi baik secara lokal, nasional, bahkan international,”tuturnya.

Untuk itu, bersama keluraga yang sehat dan cerdas kita wujudkan Maluku yang benar-benar aman, rukun, sejahtera, Religius, berkualitas dan berdemokratis, dijiwai semangat siwalima berbasis kepulauam secara berkelanjutan.

“Tujuan ini sejatinya bukan hanya ingin dicapai pemerintah saat ini, tetapi siapapun yang akan menjadi Gubernur kelakpun akan berjuang ke arah itu demi mewujudkan Maluku yang sehat,”pungkasnya.

Sementara itu, dr Rita Tahitu Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Maluku dalam laporannya, mengatakan campak atau yang dikenal di Maluku dengan sarampa merupakan penyakit yang mudah menular disebabkan oleh virus dan ditularkan oleh batuk dan bersin.

Gejala penyakit campak adalah demam tinggi, bercak merah disertai batuk dan pilek.
Akan tetapi, penyakit ini sangat berbahaya apabila terjadi komplikasi dengan penyakit radang paru-paru, diare, yang bisa menyebabkan radang otak bahkan kematian. Menurutnya, penyakit ini sangat berpotensi menjadi kejadian luar biasa atau wabah, apabila cakupan imunisasinya rendah.

Sedangkan Rubella adalah penyakit akut ringan yang sering menyerang anak dewasa muda yang rentan, akan tetapi menjadi perhatian apabila rumbela ini menyerang ibu hamil pada usia kehamilan semester pertama.

Jelasnya, itensi Rumbela menyebabkan abortus, kematian janin pada bayi yang dilahirkan berupa kelainan mata, kelainan jantung, ketulian, dan menghambat pertumbuhan.

Untuk itu, imunisasi yang dilakukan untuk memustuskan virus campak dan rumbela pada usia 9 bulan sampI 15 tahun. Pelaksanaan kampanye ini dibagi dalam dua tahap yakni pemberian imunisasi campak dan rumbela di seluruh sekolah, mulai dari tingkat PAUD sampai SMP dilaksanakan selama bulan Agustus.

Kemudian memberikan imunisasi kepada anak-anak di luar sekolah, posyandu, puskesmas, rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya, dilaksanakn selama bulan september mendatang.

Dirinya berharap tujuan dari penancangan ini untuk eliminisasi campak dan pengedalian rumbela di indonesia. meningkatkan kekebalan masyarakat terhadap campak dan rumbela secara cepat, me­mustuskan transmisi campak dan rumbela, dapat tercapai dengan baik. (YAS)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top