NEWS UPDATE

Gugat Ke MK, Langkah HEBAT Dinilai Hanya Sandiwara

RakyatMaluku.com – DRAMA politik kembali ter­jadi pasca Penetapan hasil reka­pi­tulasi penghitungan suara calon gubernur-wakil guber­nur Maluku 2018 oleh KPU Ma­luku pada 9 Juli kema­rin. Hasil rekapitulasi KPU Maluku disangsikan pasangan calon perseorangan Herman Adrian Koedoeboen-Abdullah Vanath.

Pasangan dengan akronim HEBAT ini terkesan tidak ingin menerima ‘kekalahan’ dari buah demokrasi rakyat pada 27 Juni lalu. Keputusan HEBAT untuk mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) dengan dalil menolak seluruh hasil rekapitulasi KPU Maluku dinilai sebagai ‘cara’ baru untuk membangun bargaining pasca kalah telah dan diprediksi publik akan tenggelam dalam Konstalasi politik Maluku.

Direktur Indonesia Research and Strategi (IRS) Djali Gafur menilai langkah HEBAT lebih ‘kental’ nuansa politiknya, ketimbang legal formilnya.

Meskipun, lanjut Djali, mereka (HEBAT) memiliki hak untuk menolak rekapitulasi dan mengajukan perkara ke MK, tapi juga harus didasarkan rujukan tertentu, semisal perkara yang akan disidang jika memiliki selisih kurang lebih 2,5 persen.

“Saya menilanya terlalu politis ketimbang legal formilnya. Tapi itu hak mereka mengajukan gugatan. Publik punya penilaian sendiri, jangan sampai ada sandiwara lain dibalikkan langkah hukum ke MK,” ujar Djali, tadimalam.

Bahkan baginya, dugaan upaya membangun ‘deal’ tertentu dengan kandidat yang menang bisa menjadi sasaran pasangan tersebut.

“Yah semoga tidak ada deal-deal tertentu saja sebagai bargaining politik yang coba dirajut. Tapi saya yakin bahwa jika perbedaan yang terlalu signifikan dari prosentase suara pasangan calon, dengan minimnya pelanggaran Pilkada di Maluku, akan sulit diterima MK,” sebutnya.

Djali menuturkan, Keputusan KPU Maluku No­mor 717/HK.03.1/Kpt/81/PROV/IIV/2018 Tentang pene­tapan hasil rekapitulasi penghtitungan suara pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku tahun 2018, bahwa paslon Murad Ismail-Barnabas Orno memperoleh 328.982 (40,83 persen), Said Assagaff-Anderias Rentanbun yang meraih 251.036 suara (31,16 persen), dan Herman Adrian Koedoeboen-Abdullah Vanath 225.636 suara (28,01 persen).

Selisih antara BAILEO dan SANTUN adalah 9,67 persen sementara BAILEO dengan HEBAT sebesar 12,82 persen.

“Dari angka-angka riil tersebut, perbedaannya terlampau jauh sekali,” tuturnya. Untuk diketahui, Keputusan untuk mempersoalkan hasil Pilkada tertuang dalam Akta Pengajuan Permohonan Perkara (APPP) 31/1/PAN.MK/2018. (ASI)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top