NEWS UPDATE

Hari Ini, 9 Anggota Polda Maluku Dipecat

Ilustrasi

DIPASTIKAN,  Kamis, 17 Januari 2019, hari ini, sebanyak sembilan anggota Kepolisian Daerah (Polda) Maluku dipecat secara tidak hormat.

9 anggota Polda Maluku diantaranya 6 orang dari lingkup Polda , 1 Polres Maluku Barat Daya (MBD) dan 2 anggora Polres Malteng. 

Mereka yang dipecat secara tidak hormat itu  diantaranya, Aiptu ITS,  Brigpol MA, dari Propam Polda Maluku, Brigpol ZBT,  Brigpol IKS, Bripda MST,  dan Briptu AH, asal Brimob Polda Maluku, Briptu FL serta Brigpol AML, Polres Maluku Tengah dan Brigpol MA, Polres Maluku Barat Daya (MBD).

Pemecatan dilakukan karena mereka melanggar kode etik dan disiplin prajurit Polri. Pemberhentian Dengan Tidak Hormat (PTDH) kedelapan personel akan dilangsungkan di Lapangan Letkol Chr Tahapary, Tantui.

“9 PTDH. Ada narkoba, ada disersi, ada macam-macamlah.  9 itu, ada lagi berikutnya. Besok (hari ini) ada upacara (PTDH),” kata Kapolda Maluku, Irjen Polisi Royke Lumowa, kepada wartawan usai mengikuti perayaan Natal Polda Maluku di Baileo Oikumene, Rabu, 16 Januari 2018. 

Upacara PTDH nanti, lanjut mantan Kakorlantas Mabes Polri, ini bahwa hanya satu orang dari delapan yang dipastikan dipecat dari keanggotaan Polri.  Pasalnya, lainnya sampai saat ini tak tahu kemana keberadaan mereka. 

“Tapi satu perwakilan. Karena yang lain dong (mereka)  su (sudah)  hilang entah kemana. Satu yang kita simbolkan, perwakilan,” tutur jenderal berbintang dua ini.

Menurutnya, pemberhentian seorang anggota Polda Maluku sebagai bentuk penghargaan bagi rekan-rekan mereka yang rajin-rajin. Ada banyak personelnya berkelakuan baik. Kerenannya, PTDH ini apresiasi buat mereka. 

“Tidak ada tanah sejengkalpun bagi mereka yang sudah melanggar.  Karena masih banyak yang baik dan masih banyak juga yang ingin jadi polisi,” tegas Kapolda.

Pemecatan dilakukan Polda Maluku, itu sesuai dengan apa yang dibuat sembilan personel ini. Dari perbuatan mereka, dilakukan penyelidikan dan penyidikan. Proses hukum inilah yang dirinya selaku Kapolda, tidak mengintervensi. Termasuk anggota yang menembak warga Bere-Bere.

“Saya tidak bisa intervensi proses hukum sedang berjalan. Ada penyidik yang melaksanakan penyidikan itu silahkan berproses,” tegasnya. (AAN)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top