HUKRIM

Herman Bantah Tudingan Roos Alfaris

RAKYATMALUKU.COM – AMBON – Kuasa Hukum Rusdy Ambon, Herman Hattu, membantah pernyataan Roos Jeane Alfaris selaku kuasa hukum dari Anidayanti Qamariyah Pelupessy yang mengatakan bahwa kliennya telah mengirim salah satu utusan, dengan maksud agar Roos Jeane Alfaris tidak lagi berkoar di media massa soal kasus sengketa tanah dan bangunan Raden Pandji yang terletak di Jl. A.M. Sangadji, Kelurahan Honipopu, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon.


“Pertanyaannya adalah apakah orang suruhan itu mendapat kuasa resmi dari pak Rusdi atau tidak. Sebab, sekarang ini semua orang juga bisa mengatakan bahwa dia disuruh ini itu, dan atas nama ini itu. Olehnya itu, perlu surat kuasa sebagai legalitas hukumnya,” tepis Herman, saat dikonfirmasi koran ini, via selulernya, Senin, 7 September 2020.

Ia kembali menegaskan bahwa kliennya merupakan pembeli yang sah secara hukum atas tanah dan bangunan Raden Pandji. Sebab, proses jual beli tanah dan bangunan itu dilakukan oleh seluruh ahli waris selaku pihak penjual bersama kliennya selaku pihak pembeli, melalui Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) dan Notaris.

“Proses jual beli telah sah secara hukum. Dan klien saya saat ini adalah pemilik sah secara hukum atas lahan itu. Tetapi karena gugatan jual beli ini sementara jalan di pengadilan, jadi kita ikuti saja proses sidangnya hingga selesai,” tandas Dosen pada Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) itu.

Ia menjelaskan, tanah dan bangunan Raden Pandji yang terletak di Jl. A.M. Sangadji, Kelurahan Honipopu, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, itu telah dibeli oleh kliennya dari Irfan Alie, salah satu ahli waris, senilai Rp 3,5 miliar. Dimana, proses jual beli tersebut juga disetujui oleh seluruh ahli waris lainnya, yang nama-namanya tercantun dalam putusan penetapan waris yang dikeluarkan oleh Pengadilan Agama Ambon.

“Saya punya bukti dokumen resmi penetapan waris dari pengadilan agama. Jadi, semua ahli waris secara bersama-sama melakukan proses sampai dengan penjualan, dan itu sah. Dan yang pasti proses jual beli ini dilakukan klien saya atas nama pribadi, bukan dalam jabatannya sebagai Direktur Utama PD. Pancakarya. Nanti kita buktikan semuanya dalam fakta persidangan,” jelas Herman.

Sebagaimana diberitakan koran ini, Roos Jeane Alfaris selaku kuasa hukum dari Anidayanti Qamariyah Pelupessy, mengaku bahwa dirinya didatangi salah seorang utusan dari Rusdi Ambon di kantor advokatnya pada Jumat, 28 Agustus 2020. Orang tersebut, kata Roos, menawarkan kepadanya agar tidak lagi berkoar di media massa soal kasus sengketa tanah dan bangunan Raden Pandji.

“Rusdi Ambon mengutus orang menemui saya. Utusan itu masih saudara saya juga dan dia salah satu pejabat. Dia bilang jangan muat dikoran lagi,” beber Roos, kepada wartawan, di Graha Raden Pandji, Jl. A.M. Sangadji, Kelurahan Honipopu, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Minggu, 6 September 2020.

Menurutnya, utusan Rusdi Ambon itu beralasan, jika sering dimuat di media massa maka akan berpengaruh kepada kepentingan Rusdi Ambon kedepannya. Sebab, Rusdi disebutkan bakal maju bertarung sebagai salah satu bakal calon wakil Walikota Ambon.

“Utusan itu bilang Pak Rusdi mau calon Wawali Ambon, jadi tolong jangan berkomentar dulu. Saya bahkan bilang buat utusan itu, bilang buat Rusdi Ambon saya orang pertama yang tidak akan memilihnya,” ucapnya. (RIO)


======================
--------------------

Berita Populer

To Top