Uncategorized

HPPMN Tolak Pengangkatan Kaur Yang Tidak Berijasah SMA

HIMPUNAN Pemuda Pelajar Mahasiswa Neath (HPPMN) Kecamatan Leksula, Kabupaten Buru Selatan, meminta agar kepala desa bijak dalam pengangkatan Kaur Desa sebagaimana yang diatur dalam UU No 6 Tahun 2014 tentang desa Pasal 50 ayat 1 poin A. 

”Dalam undang-undang itu, disebutkan bahwa setiap perangkat desa harus memiliki ijasah SMA sederajat. Tapi di Desa Neath, kepala desa mengangkat Kaur Desa tidak sesuai dengan amanat UU No 6 Tahun 2014 pasal 50 ayat 1 poin A. Inilah pokok permasalahannya,” kata Sekretaris HPPMN, Melky Solissa kepada RakyatMaluku.com, Senin 1 April. 

Menurutnya, sebagai generasi muda dan agent of changes, pihaknya ingin melakukan perubahan dan penertiban yang dimulai dari desa, apalagi hal ini  sesuai dengan hasil rapat organisasi.

Solissa juga mengemukakan bahwa pada bulan November 2018 lalu, Kades Neath terpilih, Anthon Nurlatu sempat mengeluarkan pernyataan dalam rapat bersama para tokoh adat dan tokoh masyarakat serta tokoh pemuda bahwa saat melakukan pengangkatan 

Kaur Desa akan dilakukan melalui tahapan seleksi dan ujian kelayakan.

”Kalau seleksi dan uji kelayakan, otomatis yang lolos haruslah sesuai dengan amanat UU No.6 Tahun 2014 tentang desa. Minimal Kaur Desa itu memiliki iajasah SMA. Tapi yang terjadi justeru lain,” kesalnya.

Ia menegaskan, Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Neath menolak dngan tegas pengangkatan setiap orang yang masuk di dalam sistem pemerintahan desa yang tidak memiliki ijasah SMA. 

”Kami tetap menolak. Aksi selanjutnya akan kami lakukan. Karena itu sebaiknya pengangkatan Kaur Desa ditinjau lagi,” usul dia. (NAM)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top