AMBONESIA

IAIN Ambon Gelar Buka Puasa Bersama

Buka puasa bersama keluarga besar IAIN Ambon

KELUARGA besar Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon menggelar kegiatan buka puasa bersama. Kegiatan rutin buka puasa bersama yang berlangsung satu kali setiap bulan Ramadan ini digelar di Lantai I Gedung Rektorat IAIN Ambon, Kamis, 23 Mei 2019.

Buka puasa bersama ini dihadiri seluruh unsur pimpinan, dosen, pegawai serta keluarganya. Buka puasa bersama ini diawali dengan kegiatan Tahlilan, yang dipimpin langsung oleh salah satu perintis IAIN Ambon, Ustat H. Hadi Basalamah, dosen senior dari Fakultas Ushuluddin dan Dakwah IAIN Ambon.

Rektor IAIN Ambon, Dr. Hasbollah Toisuta, M.Ag, mengawali sambutan singkatnya menjelaskan, inti dari acara buka puasa bersama ini untuk kembali memperat tali silaturahim, yang karena kesibukan akan tugas dan tanggungjawab masing-masing, sehingga sulit untuk diadakan perjumpaan-perjumpaan yang berlangsung secara umum, seperti kegiatan kemarin.

“Dengan moment tradisi seperti ini, karena di sinilah momentum bukan saja untuk silaturahim, tapi di dalam bulan Ramadan ini, kita banyak melakukan refleksi bagi kita pegawai negeri, tenaga kependidikan yang bekerja di IAIN Ambon, untuk terus mengoptimalkan tugas-tugas dan tanggungjawab kita, untuk mendukung kemajuan IAIN Ambon,” ujar Rektor.

Rektor juga menyampaikan pesan langsung dari Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifudin, saat diadakan buka puasa bersama di kediaman Menteri Agama beberapa waktu lalu, bahwa, semangat berjuang untuk mengabdi bagi PNS jangan sampai kendor.

“Yang penting bagi kita di PTKIN, misi yang penting adalah bagaimana mengembangkan Islam moderasi di kampusnya masing-masing. Diingatkan juga bahwa para pegawai maupun dosen betul-betul menggaransikan dirinya untuk kemajuan NKRI. Sudah menjadi komitmen kita, bahwa keberagamaan kita, sudah bagian dari nasionalisme yang bagus. Ketika nasionalismenya sudah bagus, maka moderasi beragamanya juga akan baik,” jelas Rektor.

Sebab, menurut Rektor, beberapa dosen di PTKIN terpaksa dipecat, lantaran ditengarai melakukan aktifitas-aktifitas yang keluar dari nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

“Dari itu, kita wanti-wanti kepada seluruh dosen, agar betul-betul menjadi dosen yang memiliki komitmen kepada Islam washatiyah. Mari kita eratkan hubungan kemanusiaan kita, untuk bagaimana membangun komitmen untuk memajukan IAIN Ambon,” tandas Rektor.

Dalam kesempatan ini, Rektor juga menyampaikan kabar gembira dari proses-proses alih status IAIN Ambon menjadi Universitas Islam Negeri Ambon, yang sedang dikejarkan. Di mana, beberapa waktu lalu, dirinya diundang langsung oleh Kementerian untuk menyiapkan kembali seluruh kebutuhan dalam kerangka usulan proposal alih status IAIN Ambon.

“Setelah kembali, saya langsung kumpulkan seluruh pimpinan, untuk membahas hasil pertemuan bersama pihak Kementerian tersebut, dalam rangka menyiapkan seluruh kebutuhan untuk alih status tersebut,” tekan Rektor.

Sementara itu, tokoh perintis IAIN Ambon, Drs. H. Hadi Basalamah, yang diundang untuk memberikan tauziah, mengisahkan tentang sejarah Pemilu di Indonesia. Dalam pengalamannya, Basalamah, menceritakan awal mula proses-proses Pemilu di Indonesia, mulai dari sejak zaman PKI, hingga saat ini.

Tentu, dalam cikal-bakal pelaksanaan Pemilu di Indonesia, tidak lain untuk melahirkan seorang pemimpin negara, yang dapat mengabdi dan bekerja untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan menjauhkan sifat-sifat kolonialisme yang ada di bangsa ini.

Sebab itu, sebagai salah satu tokoh perintis IAIN Ambon, Basalamah tidak menginginkan, kalau ada kelompok-kelompok atau perorangan di IAIN Ambon, larut dengan keadaan Pemilu saat ini. Di mana, menurut dia, dinamika yang terjadi di Pemilu, kiranya tidak sampai harus mengorbankan anak bangsa atau mengganggu instabilitas dan keamanan negara.

Ia juga mengisahkan perjalanan para tokoh pejuang bangsa, yang telah mengorbankan harta, jiwa dan raganya untuk kemajuan dan keutuhan bangsa hingga saat ini. Sebab itu, sangat keliru, kalau akhir dari Pemilu justru akan mengkotak-kotakkan anak bangsa, yang seperti terjadi beberapa hari belakangan. Ia berharap, keluarga besar IAIN Ambon tidak terjebak dengan dinamika pasca pelaksanaan Pemilu di bangsa saat ini.

IAIN Ambon, justru harus berdiri tegak untuk menjadi penyejuk di tengah-tengah masyarakat, di balik riak-riak dan protes terhadap proses akhir dari Pemilu. Akhirnya, kata Basalamah, siapapun yang terpilih dan dipercayakan rakyat sebagai Presiden dan Wakil Presiden, mereka adalah pemimpin bangsa dan negara, yang harus dihargai dalam masa kepemimpinan. Hal ini penting, sehingga lahirlah kehidupan berbangsa dan bernegara yang utuh dan harmonis.

Sementara terkait puasa, menurut Basalamah, berfungsi untuk mengenal diri dan mengendalikan diri. Puasa hakekatnya untuk mengenal diri, mencari dan meneliti sedalam-dalamnya tentang cara-cara nafsu yang menguasai diri manusia.

“Mudah-mudahan dengan jiwa yang ramadhan, dengan pengendalian diri yang kuat, kita dapat meningkatkan kualitas sebagai dosen untuk melihat anak didiknya.” Basalamah mengakui, banyak mahasiswa IAIN Ambon yang memiliki bakat dan kemampuan, hanya ruang kreatifnya sangat sempit, sehingga sulit untuk potensinya dikembangkan,” tutup Basalamah. (WHL)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top