AMBONESIA

IAIN Ambon Gelar Halal bi Halal

– Rektor Minta Tingkatkan Disiplin Kerja

RakyatMaluku.com – INTITUT Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon menggelar Halal bi Halal untuk saling memaafkan, pasca menjalani ibadah puasa selama bulan Ramadan. Halal bi Halal yang dihadiri para pegawai dan dosen IAIN Ambon ini digelar di Aula Lt 3 Gedung Rektorat IAIN Ambon, Selasa, 26 Juni 2018.

Rektor IAIN Ambon, Dr. Hasbollah Toisuta, M.Ag, dalam sambutannya mengingatkan kembali kepada seluruh dosen dan pegawai di lingkup IAIN Ambon, agar dapat merealisasikan nilai-nilai ibadah yang didapatkan selama bulan Ramadhan 1439H. Tiga nilai yang paling urgent untuk dijalani menurut Rektor, kejujuran, kedisiplinan, dan keikhlasan. “Nilai-nilai ini kiranya harus ada dalam aktifitas kita setelah menjalani puasa selama Ramadan,” harap Rektor.

Mengawali sambutannya, Rektor, juga menyampaikan permohonan maafnya. “Saya secara pribadi, keluarga dan atas nama lembaga meminta maaf. Minal aidin wal faizin. Mohon maaf lahir dan batin.” Bagi Rektor, Ramadan merupakan bulan yang penuh diberkahi. Bulan yang telah melatih umatnya. Mengikuti proses menahan diri dari hawa nafsu. “Kita telah banyak dilatih selama Ramadhan. Mengikuti proses menahan diri dengan puasa. Sebagai proses dari fitrah yang dicapai, maka kita kemudian diajarkan untuk merapatkan kembali hubungan silaturahmi kita. Semoga Allah meridhoi ibadah kita semua,” doa Rektor.

Lanjut Rektor, menjalani ibadah puasa di bulan ramadan, tidak hanya untuk menahan lapar dan haus. Puasa tidak hanya proses ritual dan formalistik keagamaan untuk mendapatkan pahala saja, tapi, juga untuk melatih proses-proses hidup dalam memahami sisi kepribadian setiap orang, untuk menjadi lebih baik. Meningkatkan kerja dan kedisiplinan hidup. “Ramadan tidak hanya proses ritual dan formalistik saja, tapi, harus mendapatkan pahalanya. Seperti diungkapkan Rasulullah Saw, kebanyakan kita berpuasa hanya untuk formalistik saja,” urai Rektor.

Lewat puasa, kata Rektor, setidaknya manusia diajarkan untuk jujur, disiplin, maupun ikhlas. “Nilai-nilai kebaruan ini bagaimana diimplementasikan dalam kerja-kerja berorganisasi. Nilai jujur, disiplin dan iklas. Harus ada dalam aktifitas kita setelah menjalani puasa selama ramadan.” Menurut dia, lewat puasa, kita mengstimulasi seluruh kegiatan selama mengabdi kepada bangsa, negara dan agama untuk melayani masyarakat di kampus. “Nilai disiplin, seperti menjaga waktu selama Ramadan.

Latihan disiplin ini terpatri dalam aktifitas sehari-hari di kantor. Hadir tepat atau di awal waktu ketika berkantor. Nilai keikhlasan; kerja karena ikhlas untuk mendapatkan ridho dari Allah Swt, bukan karena ada uang atau imbalan. Dalam interaksi dan korelasi sosial, ada berbagai hal yang tidak sejalan.

“Saya pribadi menyampaikan permohonan maaf, dan memaafkan bapak-ibu semua. Semoga kita kembali fitrah.” Bagi Rektor, jangankan sesama di IAIN, lingkup keluarga saja ada masalah.

“Karena itu, setiap manusia adalah makhluk yang diciptakan dengan berbagai kelemahan. Kalau ada hal-hal yang salah, maka dalam moment Halal bi Halal ini, saya memohon maaf dan menerima permohonan maaf dari orang lain. Di sini, kesempatan untuk saling salam-salaman. Atas nama pribadi, keluarga dan pimpinan, saya mohon maaf kalah ada hal2 yang kurang berkenaan di hati selama saya menjabat. Mohon maaf lahir dan bathin. Dan, insha Allah apa yang terjadi dalam kekhilafan baik pribadi maupun atas nama institut, saya selaku pimpinan turut memaafkan dan sebaliknya mengawali permintaan maaf.” Rektor mengakhiri sambutannya dengan meminta kepada seluruh pegawai dan dosen di lingkup IAIN Ambon, untuk kembali melaksanakan tugas rutinnya. Menyelesaikan seluruh tugas-tugas yang masih tertunda, dan memprogramkan kegiatan-kegiatan terbaru. Halal bi Halal ini ditutup dengan acara bersalam-salaman sesama para pegawai dan dosen yang hadir. (WHL)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top