NEWS UPDATE

Jaksa Batalkan Pemeriksaan 2 Pejabat Bank Maluku

RakyatMaluku.com – TIM Penyidik Kejaksaan Tinggi (Ke­jati) Maluku membatalkan peme­riksaan terhadap dua pejabat di PT. Bank Maluku – Maluku Utara (Malut) inisial YK dan AB, sebagai saksi dalam perkara korupsi penjualan dan pembelian surat-surat hutang/ Re­verse Repo Obligasi pada Kantor Pusat PT. Bank Maluku – Malut, Selasa, 22 Mei 2018.

Padahal, sesuai agenda, YK dan AB akan diperiksa untuk melengkapi berkas perkara tersangka Idris Rolobessy selaku mantan Dirut Bank Maluku-Maluku Utara (Malut) dan tersangka Izaack Thenu selaku mantan Direktur Kepatuhan Bank Maluku, di tahap penyidikan.

“Hari ini (kemarin, red) memang dijadwalkan pemeriksaan saksi dalam perkara reverse repo obligasi PT Bank Maluku, saksinya sudah datang yakni YK dan AB, namun penyidik yang akan mela­kukan pemeriksaan berhalangan, sehingga peme­riksaan kedua saksi itu akan dijadwalkan ulang,” akui Kasi Penkum Kejati Maluku Samy Sapulette, saat dikonfirmasi, koran ini, tadi malam.

Ia menjelaskan, kedua saksi yang batal diperiksa itu tentunya akan ditanya menyangkut sepengetahuan mereka dalam proses penjualan dan pembelian surat-surat hutang atau Reverse Repo Obligasi PT. Bank Maluku tahun anggaran 2011 – 2014 sebesar Rp 238,5 miliar bersama PT. AAA Sekuritas selaku pihak ketiga.

“Hasil pemeriksaan saksi-saksi ini juga nantinya akan diserahkan kepada BPKP untuk kepentingan audit penghitungan kerugian keuangan negaranya, sehingga bisa segera lengkap dan dilimpahkan ke Penuntut Umum guna kepentingan persidangan,” je­las Samy.

Untuk diketahui, Bank Maluku saat itu menerbitkan obligasi sebesar Rp 300 miliar dalam bentuk tiga seri, yakni seri A sebesar Rp 80 miliar yang telah dilunasi pada 2013. Seri B Rp 10 miliar telah dilunasi pada 2015. Dan Seri C sebesar Rp 210 miliar jatuh tempo pada Januari 2017.

Berdasarkan hasil pemeriksaan rutin pada 2014, ditemukan transaksi penjualan dan pembelian surat-surat hutang/obligasi pada Kantor Pusat PT. BPDM sebesar Rp 238,5 miliar. Selain itu, OJK menemukan transaksi yang sama sebesar Rp 146 miliar dan USD 1.250 ribu. Kedua transaksi itu dilakukan pihak Bank dengan PT. AAA Sekuritas. (RIO)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top