HUKRIM

Jaksa Dan BPKP Koordinasi Hitung Kerugian Negara

– Korupsi Reverse Repo Obligasi Bank Maluku

RakyatMaluku.com – TIM Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Maluku masih terus berkoordinasi untuk kepentingan perhitungan kerugian keuangan negara dalam perkara korupsi penjualan dan pembelian surat-surat hutang/ Reverse Repo Obligasi pada Kantor Pusat PT. Bank Maluku – Malut tahun anggaran 2011 – 2014 sebesar Rp 238,5 miliar.

“Koordinasi anatara Jaksa Penyidik dan BPKP masih terus dilakukan guna percepatan audit kerugian negara yang diakibatkan tersangka Idris Rolobessy selaku mantan Dirut Bank Maluku dan tersangka Izaack Thenu selaku mantan Direktur Kepatuhan Bank Maluku,” ucap Kasi Penkum Kejati Maluku Samy Sapulette, saat dikonfirmasi koran ini, Jumat, 22 Juni 2018.

Sambil menunggu hasil audit dari BPKP, kata Samy, Jaksa Penyidik juga telah mengagendakan pemanggilan terhadap sujumlah saksi-saksi untuk diperiksa guna melengkapi berkas perkara kedua tersangka di tahap penyidikan.

“Agenda pemanggilan saksi-saksi sudah disiapkan Jaksa Penyidik, kemungkinan Minggu depan surat panggilan sudah dilayangkan kepada saksi-saksi itu. Kami berharap saksi-saksi dapat hadir untuk menjalani pemeriksan, sehingga proses penyidikan dapat berjalan lancar,” jelas Samy.

Untuk diketahui, Bank Maluku saat itu menerbitkan obligasi sebesar Rp 300 miliar dalam bentuk tiga seri, yakni seri A sebesar Rp 80 miliar yang telah dilunasi pada 2013. Seri B Rp 10 miliar telah dilunasi pada 2015. Dan Seri C sebesar Rp 210 miliar jatuh tempo pada Januari 2017.

Berdasarkan hasil pemeriksaan rutin pada 2014, ditemukan transaksi penjualan dan pembelian surat-surat hutang/obligasi pada Kantor Pusat PT. BPDM sebesar Rp 238,5 miliar. Selain itu, OJK menemukan transaksi yang sama sebesar Rp 146 miliar dan USD 1.250 ribu. Kedua transaksi itu dilakukan pihak Bank dengan PT. AAA Sekuritas. (RIO)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top