NEWS UPDATE

Jaksa Diminta Tetapkan Direktur PT. AAA Sekuritas Sebagai Tersangka

– Korupsi Reverse Repo Obligasi Bank Maluku

RakyatMaluku.com – TIM Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Ma­luku diminta segera menetapkan Direktur PT. Andalan Artha Advisindo (AAA) Sekuritas, Andre Theodorus Rukminto, sebagai tersangka dalam kasus korupsi penjualan dan pembelian surat-surat hutang/reverse repo obligasi pada Kantor Pusat PT. Bank Maluku – Maluku Utara tahun anggaran 2011 – 2014 sebesar Rp 238,5 miliar. Sebab, PT. AAA Securitas merupakan perusahaan yang melakukan transaksi reverse repo obligasi dengan Bank Maluku.

“Reverse repo obligasi itu dilakukan sejak tahun 2011, dan menimbulkan kerugian di tahun 2014, yang kala itu diduga pihak PT AAA Sekuritas tak lagi mampu membayar hutangnya kepada Bank Maluku. Olehnya itu, dilihat dari aspek pertanggung jawaban, maka Jaksa juga harus menetapkan Direktur PT. AAA Sekuritas Andre Theodorus Rukminto, sebagai tersangka,” desak Ketua Cabang GMNI Ambon Sujahri Somar, kepada koran ini, Sabtu 25 Agustus 2018.

Ia juga mendesak Jaksa Penyidik agar segera mengusut tuntas aliran dana reverse repo obligasi Bank Maluku-Malut yang diduga merugikan keuangan negara hingga Rp 238,5 miliar. Sebab, anggaran miliaran rupiah itu diduga kuat juga mengalir ke pihak lainnya.

“Apapun yang terjadi, Penyidik harus mencari cara agar Direktur PT. AAA Sekuritas Andre Theodorus Rukminto mau membuka mulut soal aliran dana miliaran rupiah itu. Sehingga, siapapun yang turut membantu atau menikmati anggaran miliaran rupiah itu harus bertanggung jawab di depan hukum,” tegas Somar.

Transaksi ini berawal sejak kepimpinan Direktur Utama Bank Maluku Dirk Soplanit dan Direktur Pemasaran Willem Patty. Saat transkasi itu berjalan tidak ada persoalan. Saat keduanya pensiun di Februari 2014, barulah terjadi kerugian. Dimana, kepimpinan saat itu beralih kepada Idris Rolobessy selaku Direktur Utama menggantikan posisi Dirk Soplanit.

Dalam penyidikan kasus ini, Tim Penyidik Kejati Maluku telah menetapkan dua orang sebagai tersangka. Yaitu, Mantan Direktur Utama Bank Maluku Idris Rolobessy dan Mantan Direktur Kepatuhan, Izack B Thenu. Sebelumnya, Kepala Kejati Maluku Triyono Haryanto mengatakan, tidak menutup ke­mungkinan akan ada tersangka baru dalam kasus reverse repo obligasi Bank Maluku.

“Ya, kasus repo ini jumlahnya sangat signifikan. Me­mang baru dua tersangka tetapi tidak menutup ke­mungkinan akan ada lagi tersangka lainnya. Nanti coba saya pelajari lagi,” kata Triyono kepada wartawan.

Untuk diketahui, Bank Maluku saat itu menerbitkan obligasi sebesar Rp 300 miliar dalam bentuk tiga seri, yakni seri A sebesar Rp 80 miliar yang telah dilunasi pada 2013. Seri B Rp 10 miliar telah dilunasi pada 2015. Dan Seri C sebesar Rp 210 miliar jatuh tempo pada Januari 2017.

Berdasarkan hasil pemeriksaan rutin pada 2014, ditemukan transaksi penjualan dan pembelian surat-surat hutang/obligasi pada Kantor Pusat PT. BPDM sebesar Rp 238,5 miliar. Selain itu, OJK menemukan transaksi yang sama sebesar Rp 146 miliar dan USD 1.250 ribu. Kedua transaksi itu dilakukan pihak Bank dengan PT. AAA Sekuritas. (RIO)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top