HUKRIM

Jaksa Eksekusi Koruptor Dana Publikasi Setda SBB Ke Lapas

RakyatMaluku.com – TIM Eksekusi Kejaksaan Negeri (Kejari) Seram Bagian Barat (SBB) resmi melakukan eksekusi terhadap dua terpidana korupsi dana iklan dan publikasi pada Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten SBB tahun 2014, Rio Khormein Amsyah dan Petrus Erupley, ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kota Piru, Kamis kemarin.

Menurut Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari SBB, Djino Talakua, dua mantan Bendahara Pengeluaran Setda Kabupaten SBB tahun 2014 itu dieksekusi berdasarkan perintah putusan Pengadilan Tipikor Ambon yang telah berkekuatan hukum tetap (Inkrach).

“Kedua terpidana korupsi ini (Rio Khormein Amsyah dan Petrus Erupley) sudah kami eksekusi ke Lapas Piru untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, sebagaimana putusan pengadilan yang menyatakan keduanya terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi dana iklan dan publikasi pada Setda Kabupaten SBB tahun 2014 sebesar Rp 561.147.899 dari total anggaran sebesar Rp 750 juta,” ucap Djino, saat dikonfirmasi koran ini, tadi malam.

Dijelaskan, dalam putusan Pengadilan Tipikor Ambon, Rio Khormein Amsyah dijatuhi hukuman pidana penjara selama satu tahun tiga bulan (1,3), den­­­da Rp 50 juta, subsider tiga bulan kurungan dan dibebankan membayar uang pengganti sebesar Rp 423 juta dengan sub­­sider lima bulan ku­rungan.

Sedangkan Petrus Erupley, dijatuhi hukuman pidana penjara selama satu tahun, denda Rp 50 juta subsider satu bulan kurungan, namun tidak dibebankan membayar uang pengganti karena telah mengembalikan seluruh kerugian keuangan negara kepada Jaksa Penyidik saat kasusnya bergulir di tahap penyidikan.

“Perbuatan kedua terpidana terbukti bersalah melanggar Pasal 3 Jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tipikor jo Pasal 55 ayat (1) KUHP,” jelas Jino.

Hukuman yang dijatuhi Ketua Majelis Hakim Christina Tetelepta didampi­ngi dua hakim anggota hakim anggota, Hery Leliantono dan Jimmy Walli, itu lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), yang sebelumnya menuntut keduanya selama satu tahun enam bulan (1.6) penjara dan membayar denda masing-masing sebesar Rp 50 juta subsider tiga bulan kurungan.

JPU dalam dakwaannya menjelaskan, tahun 2014 direalisasikan belanja jasa publikasi dan iklan Pemkab SBB sebesar Rp 750 juta untuk publikasi ucapan selamat hari besar keagamaan atau kegiatan tertentu dari kepala daerah, wakil kepala daerah dan sekretaris daerah.

Khormein Amsyah dan Petrus Erupley selaku Bendahara Pengeluaran Setda Kabupaten SBB mencairkan habis anggaran tersebut berdasarkan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) yang dilakukan secara bertahap.
Sesuai kenyataannya pada tahun 2014, bendahara pengeluaran Setda yang dijabat Petrus Erupley (Februari – Juni 2014) dan Rio Khormein Amsyah (Juli – Desember) hanya melakukan pembelian spanduk dan baliho sebesar Rp 30.080.000 pada Percetakan AIRA dan bukan sebesar Rp 596. 726.000 sebagaimana yang dilaporkan dalam laporan pertanggungjawaban.

Terdakwa Rio pernah menolak atau keberatan atas perintah baik yang disampaikan oleh bupati, wakil maupun sekda atas penggunaan anggaran yang tidak sesuai dengan peruntukannya, namun hanya sebatas lisan.

Akibat perbuatan kedua terdakwa mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 561.147.899. Berdasarkan hasil pemeriksaan BPK RI Perwakilan Provinsi Maluku tahun 2017, terdakwa Rio merugikan negara sebesar Rp 467.147.899, sedangkan terdakwa Petrus merugikan negara sebesar Rp 94 juta.

Berdasarkan bukti diketahui bahwa terdakwa Rio Khormein Amsyah selaku bendahara telah menyerahkan uang sebesar Rp 473.350. 000.000 secara bertahap sebanyak 40 kali kepada 27 penerima atas perintah Bob Puttileihalat yang saat itu menjabat Bupati SBB.

Uang-uang tersebut diberikan kepada pihak-pihak tertentu antara lain, sopir Bob bernama Wellem Pattiasina di Jakarta, sebesar Rp 15 juta, Kepala Badan Lingkungan Hidup Kabupaten SBB Tommy Wattimena Rp 25 juta, mantan ajudan Bob Marvin Hanuwela Rp 55.200.000, setor ke rekening istri Bob Ratna Latupaty Rp 16.200.000.

Kemudian transfer kepada anak kandung Bob, Ayu Ditha Gresilya sebesar Rp 4 juta, Kabag Humas SBB untuk liputan kasus Ayu Rp 3 juta, Kadis PPKAD Ampy Niak untuk membayar pinjaman dana MTQ Rp 50 juta, bayar utang di The Hotel Natsepa Rp 16.900.000, serta diberikan bagi tenaga kontrak Setda Kabupaten SBB Esau Maketake sebesar Rp 27 juta. (RIO)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top