HUKRIM

Jaksa Eksekusi Koruptor DD-ADD Morekai Ke Rutan Masohi

RakyatMaluku.com – TIM Kejaksaan Negeri (Kejari) Ma­luku Tengah (Malteng) telah meng­eksekusi koruptor Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) Morekai, Kecamatan Seram Utara Timur Kobi, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) tahun 2015 – 2016, Subejo, ke Rumah Tahanan (Rutan) Masohi, Jumat, 27 Juli 2018, kemarin.

Menurut Kepala Cabang Kejari (Kacabjari) Wahai, Ajit Latuconsina, eksekusi dilakukan berdasarkan pe­rintah putusan Pengadilan Negeri (PN) Ambon, yang telah berkekuatan hukum tetap (Inkrach).

“Terpidana Subejo selaku kepala Desa Morekai sudah kami eksekusi ke Rutan Masohi pada Jumat Sore kemarin, guna mempertanggung jawabkan perbuatannya,” kata Ajit, saat dikonfirmasi wartawan, via selulernya, tadi malam.
Dijelaskan, dalam putusan PN Ambon, terpidana Subejo dijatuhi hukuman pidana penjara selama empat tahun, denda Rp 200 juta subsider tiga bulan kurungan, dan dibebankan membayar uang pengganti sebesar Rp 124,1 juta subsider tiga bulan kurungan.

Sebab, terpidana terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi DD-ADD Morekai tahun ang­garan 2015 – 2016 sebesar Rp 124,1 juta, sebagai­mana terbukti melanggar Pasal 3 Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor Jo pasal 55 ayat (1) ke1-1 KUHPidana.

“Hukuman yang dijatuhi majelis hakim itu lebih ringan dari tuntutan JPU Acer Orno, yang sebelumnya menuntut terpidana Subejo selama enam tahun penjara, denda Rp 200 juta subsider enam bulan kurungan, dan dibebankan membayar uang pengganti sebesar Rp 185.244.121 subsider enam bulan kurungan,” jelas Ajit.

JPU dalam dakwaanya menjelaskan, pada tahun anggaran 2015 – 2016 Negeri Administratif Morekai menerima ADD yang bersumber dari APBD Kabupaten Maluku Tengah dan DD yang bersumber dari APBN. Jumlah ADD – DD yang diterima Negeri Adminis­tratif Morekai tahun 2015 sebesar Rp 355.071.898, terdiri dari ADD sebesar Rp 86.873.215 dan DD sebesar Rp 268.198.083. Sedangkan untuk tahun anggaran 2016 berjumlah Rp 712.138.058, terdiri dari ADD Rp 101.378.764 dan DD sebesar Rp 601.759.312.

Sebelum menerima anggaran ADD – DD, Peme­rintah Administratif Morekai menyusun Anggaran Pendapatan Belanja (APB) Negeri, yang berisi rancangan kegiatan beserta Rancangan Anggaran Biaya (RAB) untuk satu tahun anggaran.

Dalam penyusunan RAB itu, terpidana Subejo memerintahkan PTPKN masing-masing bidang dengan dibantu Sekretaris Negeri menyusun RAB dengan cara menaikkan (Mark Up) harga satuan barang. Kemudian mengirimkan APB Negeri dengan dengan RAB yang sudah di mark up itu kepada Bupati Maluku Tengah untuk mendapatkan pengesahan.

Setelah disahkan, maka ADD – DD dicairkan secara bertahap kepada Pemerintah Administratif Morekai melalui rekening Bank Maluku. Sayangnya, dalam pengelolaan ADD – DD tahun 2015, terdapat pengeluaran yang tidak sesuai dengan APB Negeri Administratif Morekai sebesar Rp 82.667.829.

Namun didalam laporan pertanggungjawaban (LPJ) dibuat seolah-olah sesuai dengan peruntu­kannya. Diantaranya, pengeluaran tidak benar yang tidak diakui oleh penerima dengan jumlah keseluruhan sebesar 17.667.829.

Sedangkan dalam pengelolaan ADD – DD tahun 2016, terdapat pengeluaran yang tidak sesuai dengan APB Negeri Administratif Morekai se­­besar Rp 233.373.687, dan didalam laporan pertang­gungjawaban (LPJ) dibuat seolah-olah sesuai dengan peruntukannya.

Bahwa selaku pemegang kekuasaan pengelolaan keuangan desa, seharusnya terpidana Subejo mengatur atau mengkoordinir penggunaan ADD – DD secara benar untuk selanjutnya mempertanggungjawabkan dana tersebut dengan bukti-bukti yang sah.

Akan tetapi terdakwa telah membuat pertang­gung­jawaban tidak benar dengan cara melampirkan bukti belanja yang tidak benar di dalam laporan pertanggungjawaban ADD – DD Negeri Administratif Morotay tahun 2015 dan 2016.

Bahwa bukti belanja tidak benar yang dilam­pirkan di dalam LPJ ADD dan DD tahun 2015 – 2016 dibuat dengan cara terpidana memerintahkan sek­retaris dan bendahara atau para Kasi yang berbelanja di toko agar berkoordinasi dengan pemilik toko. (RIO)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top