NEWS UPDATE

Jaksa Periksa 3 Pejabat BPJN Maluku

RakyatMaluku.com – TIM Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku meng­agen­da­kan pemeriksaan terhadap tiga pejabat Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah XVI Maluku dan Maluku Utara (Malut), sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan Speed Boat tahun anggaran 2016 sebesar Rp 4 miliar lebih.

Menurut Kasi Penkum Ke­jati Maluku Samy Sapulette, pe­meriksaan ketiga saksi itu untuk mengumpulkan buk­ti yang de­ngan bukti itu akan membuat terang suatu perbuatan tindak pidana yang terja­di, serta mene­mukan tersang­kanya dita­hap pen­yidikan.

“Sesuai jadwal yang telah diagendakan usai lebaran ini, maka dalam waktu dekat Jaksa Penyidik akan melayangkan surat panggilan kepada tiga pegawai BPJN Maluku untuk dapat hadir menjalani pemeriksaan sebagai saksi,” ucap Samy, saat dikonfirmasi koran ini, di ruang pers Kejati Maluku, Rabu, 20 Juni 2018.

Ditanya soal nama dan peran saksi-saksi yang akan diperiksa nanti, Samy enggan membeberkan. Menurutnya, hal tersebut masih dirahasiakan guna kepentingan penyidikan.

“Nama saksi tidak bisa diberitahu sekarang, nanti saja ketika mereka (saksi, red) sudah menjalani pemeriksan baru dikasih tahu nama dan peran mereka dalam pekerjaan proyek itu,” jelas Samy.

Untuk diketahui, pada tahun 2015 BPJN Wilayah XVI Maluku dan Maluku Utara mendapat alokasi dana sebesar Rp 4 miliar lebih. Dana tersebut diperuntukan guna pengadaan dua unit speed boat. Setelah melalui proses pelelangan, CV. Damas Jaya dinyatakan sebagai pemenang.

Dalam perjalanannya, CV Damas Jaya tidak mengerjakan proyek tersebut sesuai dokumen. Dimana dalam dokumen kontrak disebutkan kedua unit speed boat tersebut haruslah dibuat atau dibangun. Namun CV. Damas Jaya selaku rekanan proyek tersebut malah membeli dua unit speed boat yang sudah jadi.

Kedua unit speed boat tersebut dibeli CV. Damas Jaya seharga Rp 1,2 miliar per unitnya. Jadi total anggaran yang digunakan CV. Damas Jaya guna membeli dua unit speed boat tersebut adalah sebesar Rp 2.4 miliar. Sisanya sebesar Rp 1 miliar lebih tidak dapat dipertanggung jawabkan oleh Malaka selaku Direktur CV. Damas Jaya. (RIO)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top