NEWS UPDATE

Jaksa Periksa Ahli Perkapalan Dari Unpatti

– Korupsi Proyek Speed Boat Pada BPJN Maluku

RakyatMaluku.com – TIM Penyidik Kejati Maluku mela­kukan pemeriksaan terha­dap Ahli Perkapalan dari Fa­kultas Teknik Universitas Pat­­­ti­mura (Unpatti) Ambon inisial Dr. E d. F, sebagai saksi da­lam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan Speed Boat pada Balai Pelaksana Jalan dan Jembatan Nasional (BPJN) Wilayah XVI Maluku dan Maluku Utara (Malut) tahun anggaran 2016.

Menurut Kasi Penkum Kejati Maluku Samy Sapulette, saksi Dr. E d. F diperiksa untuk mengumpulkan bukti yang dengan bukti itu akan membuat terang suatu perbuatan tindak pidana yang terjadi, serta menemukan tersangkanya ditahap penyidikan.

“Benar, hari ini (kemarin) Ahli Perkapalan dari Fakultas Teknik Unpatti Ambon inisial Dr. E d. F, hadir menjalani pemeriksaan di Kejati Maluku,” ucap Samy, kepada wartawan, di ruang kerjanya, Jumat, 6 Juli 2018.

Dijelaskan, dalam pemeriksaan yang berlangsung selama lima jam, sejak pukul 09.00 – 14.00 Wit, saksi Dr. E d. F dicecar 22 pertanyaan oleh Jaksa Penyidik I Gede Widhratama, menyangkut kondisi fisik proyek pengadaan Speed Boat yang dikerjakan CV. Damas Jaya sebesar Rp 4 miliar lebih.

“Saksi ini kan ahli perkapalan, tentu saksi ditanya seputar kondisi fisik kapal, apakah telah sesuai dengan dengan yang diharapkan atau tidak,” jelas Samy.

Untuk diketahui, pada tahun 2015 BPJN Wilayah XVI Maluku dan Maluku Utara mendapat alokasi dana sebesar Rp 4 miliar lebih. Dana tersebut diperuntukan guna pengadaan dua unit speed boat. Setelah melalui proses pelelangan, CV. Damas Jaya dinyatakan sebagai pemenang.

Dalam perjalanannya, CV Damas Jaya tidak mengerjakan proyek tersebut sesuai dokumen. Dimana dalam dokumen kontrak disebutkan kedua unit speed boat tersebut haruslah dibuat atau di­bangun. Namun CV. Damas Jaya selaku rekanan pro­yek tersebut malah membeli dua unit speed boat yang sudah jadi.

Kedua unit speed boat tersebut dibeli CV. Damas Jaya seharga Rp 1,2 miliar per unitnya. Jadi total anggaran yang digunakan CV. Damas Jaya guna membeli dua unit speed boat tersebut adalah sebesar Rp 2.4 miliar. Sisanya sebesar Rp 1 miliar lebih tidak dapat dipertanggung jawabkan oleh Malaka selaku Direktur CV. Damas Jaya. (RIO)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top