NEWS UPDATE

Jaksa Periksa Ketua Panitia Pemeriksaan Barang

– Korupsi Proyek Speed Boat Pada BPJN Maluku

RakyatMaluku.com – SETELAH melakukan pemeriksaan terhadap pejabat pembuat komitmen (PPK) proyek pengadaan Speed Boat pada Balai Pelaksana Jalan dan Jembatan Nasional (BPJN) Wilayah XVI Maluku dan Maluku Utara  (Malut) inisial Z.A sebagai saksi, kini Tim Penyidik Kejati Maluku mengagendakan pemeriksaan saksi terhadap ketua panitia pemeriksaan barang, Selasa, 3 Juli 2018, hari ini.

Menurut Kasi Penkum Kejati Maluku Samy Sapulette, pemeriksan saksi terhadap ketua panitia pemeriksaan barang itu dilakukan untuk mengumpulkan bukti yang dengan bukti itu akan membuat terang suatu perbuatan tindak pidana yang terjadi, serta menemukan tersangkanya ditahap penyidikan.

“Hari ini (kemarin, red) tidak ada agenda peme­riksaan saksi, namun Selasa besok (hari ini, red) sudah dijadwalkan pemeriksan terhadap ketua panitia pemeriksaan barang pada proyek pengadaan Speed Boat di BPJN Maluku,” ucap Samy, saat dikonfirmasi koran ini, tadi malam.

Ditanya nama lengkap saksi yang akan diperiksa Jaksa Penyidik, Samy mengaku tidak tahu. “Saya tidak tahu namanya, namun yang pasti saksi itu menjabat ketua panitia pemeriksaan barang,” katanya. Dijelaskan, dalam pemeriksaan nanti, saksi akan ditanya seputar tugas pokok dan fungsinya (tupoksi) selaku ketua panitia pemeriksaan barang pengadaan Speed Boat di BPJN Maluku tahun 2015 sebesar Rp 4 miliar lebih, yang dikerjakan CV. Damas Jaya. “Saya tidak tahu isi pertanyaan nanti seputar apa, karena itu rahasia penyidikan. Namun yang pasti saksi akan ditanya seputar tupoksinya,” jelas Samy.

Untuk diketahui, pada tahun 2015 BPJN Wilayah XVI Maluku dan Maluku Utara mendapat alokasi dana sebesar Rp 4 miliar lebih. Dana tersebut dipe­runtukan guna pengadaan dua unit speed boat. Setelah melalui proses pelelangan, CV. Damas Jaya dinyatakan sebagai pemenang.

Dalam perjalanannya, CV Damas Jaya tidak mengerjakan proyek tersebut sesuai dokumen. Dimana dalam dokumen kontrak disebutkan kedua unit speed boat tersebut haruslah dibuat atau dibangun. Namun CV. Damas Jaya selaku rekanan proyek tersebut malah membeli dua unit speed boat yang sudah jadi.

Kedua unit speed boat tersebut dibeli CV. Damas Jaya seharga Rp 1,2 miliar per unitnya. Jadi total anggaran yang digunakan CV. Damas Jaya guna membeli dua unit speed boat tersebut adalah sebesar Rp 2.4 miliar. Sisanya sebesar Rp 1 miliar lebih tidak dapat dipertanggung jawabkan oleh Malaka selaku Direktur CV. Damas Jaya. (RIO)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top