HUKRIM

Jaksa Tahan Tersangka Penggelapan Uang Nasabah BRI Namrole

RakyatMaluku.com – JAKSA Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Buru menjebloskan Abdul Rahman Tuasikal (35), tersangka kasus penggelapan uang nasabah BRI Cabang Namrole, Kabupaten Bu­ru Selatan (Bur­sel) sebesar Rp 562.000.000, ke Rumah Tahan (Rutan) Namlea, Selasa, 17 Juli 2018.

Menurut Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Buru, Karel Sampe, penahanan dilakukan setelah Penyidik Reskrim Polres Pulau Buru menyerahkan tersangka beserta barang buktinya ke JPU (Tahap II). “Setelah berkasnya dinyatakan lengkap dan dilimpahkan ke tahap II, tersangka Abdul Rahman Tuasikal langsung ditahan di Rutan Namlea, kata Karel, saat dikonfirmasi koran ini, via selulernya, tadi malam.

Selanjutnya, lanjut Karel, JPU akan membuat surat dakwaan atas terdakwa Abdul Rahman Tuasikal untuk selanjutnya di limpahkan ke pe­ngadilan guna disidangkan.

“Tentunya JPU akan berkerja cepat, sehingga bisa segera melimpahkan surat dakwan ke penga­dilan, dan terdakwa Abdul Rahman Tuasikal bisa segera diadili guna mempertanggung jawabkan perbuatannya di meja hijau,” terangnya.

Untuk diketahui, kasus tindak pidana pengge­lapan uang nasabah BRI Cabang Namrole terjadi pada Jumat, 30 Juni 2017 sekitar pukul 22.00 Wit. Namun resmi dilaporkan oleh korban Suntoro Gunoroso pada 20 Juli 2017. Dimana tersangka yang merupaka warga Desa Labuang, Kecamatan Namrole, saat itu bekerja sebagai pegawai BRI Unit Namrole yang di tugaskan sebagai Mantri Kupedes.

Peristiwa berawal ketika korban yang juga pegawai BRI menitipkan uang nasabah sebesar Rp 562.000.000 kepada tersangka. Korban meminta tersangka untuk memasukan uang ratusan juta rupiah milik nasabah ke kas BRI Unit Namrole. Sebab, korban sedang melaksanakan cuti.

Setelah tersangka dititipi uang, ternyata tersangka absen kurang lebih 20 hari kerja tanpa ada alasan. Saat itu korban mulai curiga dengan pelaku. Curiga dengan tersangka yang tidak berkantor tanpa alasan yang jelas, korban mengecek rekening titipan dengan menggunakan mesin EDC. Saat dicek, korban terkejut lantaran uang milik nasabah kurang lebih 15 orang itu belum dimasukan.

Ternyata setoran simpanan dan pinjaman dari nasabah yang diserahkan oleh korban kepada ter­sangka tidak disetor ke kas kantor BRI Unit Namrole dengan total Rp 562.000.000. Dan dibawa kabur oleh pelaku. Setelah mendapat laporan dari korban, tersangka yang diduga mengetahui jika dirinya sudah dipolisikan langsung memilih kabur.

Atas kejadian itu, Polres Buru kemudian menetapkan pelaku masuk sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).
Dalam pelariannya, diketahui bahwa tersangka tidak menetap disuatu tempat dan kerap berpindah pindah lokasi, hingga akhirnya diketahui telah keluar dari Maluku. Dari hasil informasi, Penyidik Reskrim Polres Pulau Buru akhirnya berhasil menangkap tersangka di Jayapura. (RIO)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top