HUKRIM

Jaksa Tunggu Arahan | Kasus Korupsi Irigasi Sariputih

RAKYATMALUKU.COM – AMBON,- Penyidikan dugaan korupsi proyek pembangunan saluran Irigasi di Desa Sariputih, Kecamatan Seram Utara Timur Kobi, Kabupaten Maluku Tengah, tahun anggaran 2016 senilai Rp 1,94 miliar, terkesan jalan di tempat. Bahkan, pemeriksaan terhadap lima tersangka pun masih menunggu perintah atau arahan Kajari Malteng.


Informasi yang diterima, kelima tersangka yakni; Beni Liando selaku pelaksana proyek, Yonas Riuwpassa selaku Direktur Utama PT. Surya Mas Abadi, Markus Tahya selaku direksi, Ahmad Litiloly selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), dan Megy Samson selaku mantan Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Air pada Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Maluku, belum semuanya diperiksa Tim Penyidik Kejaksaan Negeri (Kajari) Malteng.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Malteng, Asmin Hamzah, yang dikonfirmasi mengakui jika pemeriksaan terhadap para tersangka belum dilakukan sepenuhnya. Pihaknya masih menunggu arahan Kajari Malteng, July Isnur.

“Penyidikan kasus irigasi Sariputih masih jalan. Dan untuk agenda pemeriksaan para tersangka, kami tunggu arahan pimpinan (Kajari) saja,” kata Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Malteng, Asmin Hamzah, saat dikonfirmasi koran ini, via selulernya, Minggu, 2 Agustus 2020.

Ia menjelaskan, tujuan pemeriksaan tersebut untuk kepentingan kelengkapan berkas perkara masing-masing tersangka ditahap penyidikan, termasuk hasil audit perhitungan kerugian keuangan negara dari Tim Auditor Perwakilan BPKP Provinsi Maluku, yang akan dilampirkan ke dalam berkas perkara kelima tersangka

“Intinya, kasus ini sudah dalam pemberkasan oleh Jaksa Penyidik sambil menunggu hasil audit dari BPKP untuk kelengkapan berkas perkara lima tersangka di tahap penyidikan, karena seluruh dokumen proyek telah diserahkan kepada tim auditor,” jelas Asmin.

Dikatakan Asmin, meskipun seluruh kerugian keuangan negara sementara senilai Rp 854 juta lebih telah dikembalikan semuanya oleh tersangka Beni Liando selaku pelaksana proyek kepada Tim Penyidik Kejari Malteng, namun pihaknya tetap akan menunggu hasil audit dari lembaga yang berwenang, dalam hal ini BPKP.

“Hasil audit dari BPKP nanti akan dicocokkan dengan hasil audit sementara yang dilakukan oleh Jaksa Penyelidik. Dimana Jaksa Penyidik menemukan kerugian negara dalam kasus ini senilai Rp 854 juta lebih, dan telah dikembalikan semunya oleh tersangka Beni Liando,” jelas Asmin. (RIO)


======================
--------------------

Berita Populer

To Top