AMBONESIA

Jalan Kebun Cengkeh Butuh Penanganan ‘Darurat’

RakyatMaluku.com – KONDISI kerusakan beberapa titik pada ruas jalan di Kebun Cengkeh hingga Tanjakan 2000, masuk kategori darurat satu. Pasalnya, kerusakan jalan pada dua titik ini sudah sangat parah, yang kerap menimbulkan kemacetan, juga mengancam nyawa dan harta pengguna jalan. Alih-alih, kerusakan jalan ini sudah ditinjau oleh pejabat terkait Pemkot Ambon, termasuk pimpinan dan komisi di DPRD Kota Ambon terkait, namun, setelah lebaran baru dapat diperbaiki. Di sisi lain, jalur ini merupakan satu-satunya lintasan jalan yang dilewati ribuan warga tiap hari, mulai dari Kebun Cengkeh hingga IAIN Ambon.

Apalagi, saat musim penghujan, kondisi jalan tersebut semakin parah dan kerap menimbulkan ke­macetan panjang, serta mengan­cam pengguna jalan. Pantauan Rak­yat Maluku selama dua pekan terakhir, kerusakan parah terjadi di daerah Tanjakan 2000.

Anehnya, badan jalan yang menghubungkan aktivitas masyarakat dari dan ke Kota Ambon menuju Universitas Darussalam (Unidar) Ambon, Wara, Institut Agama Islam Negeri Ambon, STIA Alazka Arbes, Yayasan Pendidikan Muhammadiyah Kota Ambon, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Ambon, maupun Kantor Pengadilan Tinggi Klas I A, Ambon, sama sekali tidak dipedulikan.

Bahkan, diketahui sejumlah pejabat Pemkot Ambon dan Pejabat Pemprov Maluku, plus anggota DPRD Maluku dan Anggota DPRD Kota Ambon, kerap melintasi daerah ini, namun, tidak ada perhatian untuk ditangani secara darurat. Pasalnya, kondisi jalan saat ini membutuhkan penanganan darurat, atau secepatnya, sebelum ada korban jiwa. Demikian disampaikan sejumlah pengendara angkutan umum jalur, Mardika-IAIN Ambon, Wara, Arbes, Ahuru, Kahena, dan Kebun Cengkeh.

Menurut para pengendara, setiap hari mereka diminta pajak dari pegawai di daerah Ongko Liong, Desa Batumerah. Entah, tagihan pajak setiap hari tersebut diperuntukkan untuk apa. Anehnya, ketika ada kerusakan jalan seperti ini, para sopir yang sendiri memiliki inisiatif untuk membenahinya.

Mestinya, ada kebijakan khusus dari Pemkot Ambon, agar kerusakan jalan yang dianggap para seperti ini, langsung mendapatkan perhatian khusus untuk dibenahi. “Kalau harus menunggu aturan, pembahasan, dan lain sebagainya, kapan jalan ini dibangun. Daerah ini penyumbang PAD terbesar ke Kota Ambon karena merupakan daerah dengan penduduk terbanyak. Mulai dari Kebun Cengkeh hingga IAIN Ambon,” tegas Mit (32), driver Angkot kepada Rakyat Maluku, kemarin.

Sebelumnya, kerusakan jalan ini juga mendapat kritikan dari Ketua Umum HMI Cabang Ambon, Moh Iqbal Souwakil. Kiranya, kerusakan jalan yang menjadi jalur utama aktivitas masyarakat ini, harus mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah. Iqbal yang sabang hari melintasi daerah ini, mengaku resah dengan kerusakan jalan tersebut.

Kata dia, sudah hampir empat tahun terakhir, ruas jalan di daerah Kebun Cengkeh hingga IAIN Ambon tidak mendapatkan perhatian untuk perbaikan dari Pemkot Ambon. Sementara di beberapa titik, seperti di daerah Karang Panjang, Ahuru, sudah mendapatkan pengaspalan hotmix di akhir tahun kemarin. Mestinya, jalan Karpan hingga Ahuru, Kopertis dan Kebun Cengkeh hingga IAIN Ambon, memiliki jatah yang sama, dalam periode perawatan.

“Kalau menunggu jalannya rusak baru dibenahi. Kerusakan jalan ini sudah empat tahun lalu,” cibir Iqbal. Ia berharap, Walikota Ambon, Richard Louhenapessy, terutama Wakil Walikota Ambon, Syarif Hadler, dapat membuka mata untuk melihat persoalan ini. Sebab, daerah ini sudah beberapa kali dilintasi oleh Syarif, yang mestinya dapat menjadi prioritas kepadanya selaku orang tertinggi kedua di Kota Ambon. (WHL)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top