NEWS UPDATE

Jaringan Penipuan Online Dibongkar Polda Maluku

RakyatMaluku.com – POLDA Maluku berhasil membong­kar sendikat penipuan lintas pro­­vinsi yang dilakukan secara on­line, yang dikenal dengan nama “Ke­lompok Geledek” .

Mengejutkan aksi penipuan ter­se­but ternyata dikelola oleh nara pidana (napi) di Lembaga Pe­ma­s­ya­rakatan Karawang, Jawa Ba­rat. Ratusan orang diduga telah men­­jadi menjadi korban akibat u­lah kelompok ini, dari berbagai da­­­­­erah, dan salah satunya dari Kota Ambon, Maluku, yang dialami kor­ban bernama Army Wisnu Pra­dana.

Army Wisnu Pradana, berpro­fesi sebagai dokter ini mengadukan penipuan secara online yang di­alaminya ke Mapolda Maluku pada 15 Oktober 2017 lalu.

Dari hasil pengembangan, ak­­hir­nya Direktorat Reserse Kri­minal Umum (Ditreskrimum), baru meng­­iden­tifikasi kerebe­ra­­daan pelaku, yang menyamar sebagai rekan korban bernama Budi, yang juga berprofesi sebagai seorang dokter. Hasil identifikasi tim Kasubdit Kamneg Ditres­krimum Polda Maluku kemudian mengidentifikasi operasi penipuan itu di lakukan dari dalam Lapas Kara­wang. Pelaku di ketahui bernama Z. Muslim (44), yang adalah residivis kasus Narkoba, namun sudah bebas 2017 lalu. Dia teridentivikasi, melalui SIM card yang digunakan saat menghubungi korban melakukan penipuannya itu dari percakapan dengan beberapa Napi di Lapas Karawang. Tim Kasubdit Kamneg Ditreskrimum Polda, pada Kamis 3 Mei 2018, berjumlah 7 personil, dipimpin langsung Kasubdit Kompol Handik Zusen, Kompol Irvan Reza, AKP Albert Sanchez, beserta 4 anggota melakukan penyelidikan. Akhirnya dari sejumlah bukti kete­rangan bebe­rapa saksi dalam Lapas Karawang dibenarkan, SIM Card, dan penyemaran beranam Budi, adalah Z Muslim.

“Tersangka Z Muslim akhirnya berhasil ditangkap di kediamanya di Jalan Soreang Banjaran, Ciluncat RT 01 RW 01, Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung, Jawabarat. Penangkapan, Rabu 9 Mei 2018 sekitar pukul 06.30 WIB,” tandas Direktur Reserse Krimiminal Umum Polda Maluku, Kombes Pol Gupuh Setiyono dalama siaran pers di kantornya, Kamis 17 Mei 2018.

Dijelaskan modus operandi dilakukan pelaku, dimana Minggu 15 Oktobers 2017 sekitar pukul 14.30 Wit, pelapor Army Wisnu Pradana di hubungi tersangka yang suaranya mirip temannya dokter Budi (seniornya). Pelaku beralasan sedang dalam masalah dan membutuh sejumlah bantuan dana dari korban.

“Saat di hubungi pelaku mengatasnamakan na­ma dr Budi, dan korban meyakini kalau yang meng­hubunginya adalah seniornya. Sehingga korban mengirim dana secara berangsur, dengan total Rp.18 juta, dikirim ke beberapa rekening bank berbeda. Dan hasil penyelidikan juga mereka sindikat sebenarnya, dan berada di Lapas Karawang,” jelasnya.
Teknik pelaku, setelah meyakinkan korban untuk mentransferkan sejumlah dana, maka terlapor meng­kelabuhi korban dengan menambahkan angka 1 di belakang nominal uang yang akan di transferkan.

“ Sehingga secara otomatis di transaksi perbankan nilainya akan bertambah menjadi kelipatan 10 contoh pada kasus Korban diperintahkan pelaku ini mentransferkan Rp. 500.000 di tambah angka 1 dibelakangnya dan dalam struk pengiriman ATM tercatat jumlahnya sama dengan Rp.500.001, namun ternyata dana yang di keluarkan Korban adalah Rp. 500.000,” jelasnya.

Army Wisnu Pradana, melakukan transferan ke rening Bank Mandiri pemiliknya bernama Fatmasuri sebanyak tiga kali dengan total Rp.9.900.001, dengan rincian Rp. Rp.600 ribu, Rp. 5.000.001; Rp. 4.300.000, Rekening Bank BRI, atas pemilik RUDI, sejumlah Rp. 3.000.000, dan rekening Bank BRI milik tersangka Z. Muslim, sejumlah Rp.6.000.000.

Dijelaskan, Gupuh Setiyono penyelidikan yang dila­kukan dari Jumat- Sabtu, 4-5 Mei 2018, mengi­dentifikasi bahwa tersangka merupakan bagian dari sindikat penipuan online via telepon bernama kelompok geledek yang berada di dalam Lapas Karawang. Berdasarkan pengakuan sejumlah Napi di dalam Lapas.

Ternyata, kelompok tidak hanya dari dalam lapas. Namun, juga dari luar yang bekerja secara masif. Salah satunya menyediakan buku rekening, penarikan uang, hingga di antar sampai ke tersangka.

”Dari mereka ini jaringan, tidak hanya dalam lapas juga dari luar. Jadi selain tersangka utama, tim juga mengamankan tersangka lain yang turut membantu melakukan penipuan menyedikan dan membuka rekening bank bernama Mad Dameri,” bebernya.

Tersangka, dua hari tertangkap setelah penang­kapan tersangka utama, Z.Muslim sekitar jam 05.00 di Daerah Kampung Rambutan Jakarta. Kedua tersangka sudah diamankan di Mapolda Maluku dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Pengembangn kasus, kata Gupuh Setiyono juga masih terus dilakukan, yang diduga masih ada pelaku lain, dan juga korban lain menjadia korban akibat kelompok ini. Dipastikan, tersangka barang bukti yang diamankan 17 buah hanphone, 10 buah Sim card, 2 buah kartu ATM Mandiri, 1 buah buku tabungan mandir.

“Kami berharap modus penipiuan seperti ini, agar selalu di waspadai. Pelaku kita jerat dengan pasal 55 Ayat (1) ke-1e KUHP dan atau Pasal 56 ayat (1), Pasal 378 KUHP. Pasal 5 ayat (1) Jo Psl 2 ayat (1) UU No 8 2010 TTPU,” demikian disampaikan Gupuh Setiyono. (AAN)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top