NEWS UPDATE

Kader Tepis Isu Fraksi Politik Internal Golkar Maluku ‘Menajam’

RakyatMaluku.com – MEMANG sudah tidak lagi menjadi ra­hasia umum jika keinginan kuat se­jumlah elit Dewan Pimpinan Da­erah (DPD) Partai Golkar provinsi Maluku untuk mengevaluasi bahkan memberikan sanksi kepada ketua DPD Golkar Kota Ambon dan Kabupaten Buru atas hasil capaian politik di Pilkada Maluku yang mana, kandidat yang diusung Golkar kalah telah di dua daerah tersebut.

Dua ketua Golkar tingkat II yang sempat menjadi tranding topic di internal Golkar tersebut adalah Richard Louhenapessy dan Ramly I Umasugi. Namun, sejauh ini, wacana evaluasi dan sanksi kepada kedua kader ‘terbaik’ golkar di Maluku itu belum berlansung, entah apa pertimbangan internalnya. Tetapi, Fuad Bachmid, salah satu fungsionaris DPD Partai Golkar Maluku saat dikonfirmasi terkait dengan isu pecahnya keharmonisan elit golkar terkait dengan hasil pilkada Maluku yang buruk, dirinya mengaku sejauh ini tidak ada apa-apa.

“Saya ingin tegaskan sekaligus mengklarifikasi kepada publik bahwa di Golkar semua baik-baik saja. Tidak ada sesuatu yang sebagaimana diperbincangkan publik menyusul hasil pilkada,” kata Fuad kepada Rakyat Maluku, kemarin.

Fuad mengaku, Golkar tetap solid, tidak ada friksi politik yang menajam dan apalagi sebagaimana kabar burung yang berkembang belakangan ini. “Namanya juga issu politik, pasti mudah direspons masyarakat. Jadi saya ingin tekankan sekali lagi bahwa tidak ada friksi politik yang mengkristal. Apalagi memecah soliditas internal partai dan kepengurusan saat ini,” paparnya.

Fuad mengaku, saat ini Golkar juga sedang konseren menghadapi dinamika Pilegis dan Pilpres 2019. Tentunya partai akan fokus untuk menghadapi dinamika politik ditahun-tahun kedepan tersebut.

“Sebagai kader, maka kami harus focus untuk menghadapi agenda-agenda politik didepan mata. Tentunya, kami pastikan jika semua dalam kondisi yang normal dan tidak sesuai dengan pernyataan pihak tertentu, apalagi sampai menggiring opini adanya Musdalub. Itu hanya issu yang sengaja memecah konsentrasi kami dalam menghadapi dinamika Pilegis dan Pilpres tahun depan,” ucapnya.

Baginya, Golkar adalah partai besar, yang tentunya tidak mungkin sepi dari dinamika internal,”Golkar itu partai besar, dan tidak mungkin sepi dari dinamika politik. Masa partai sebesar golkar sepi dari dinamika internal? Catatannya ada­lah, kami terus bergerak untuk membesarkan par­tai dalam momentum politik kedepan,” ucapnya.
(ASI)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top