AMBONESIA

Kadinsos Maluku Klaim Warga Suku Dalam Seram Krisis Pangan

RakyatMaluku.com – PERISTIWA yang terjadi pada masyarakat suku terasing suku Mausu Ane, negeri maneo Rendah kawasan gunung Murkele kecamatan Seram Utara Timur Kobi kabupaten Maluku Tengah (Malteng) itu bukan terserang penyakit busung lapar. Hal ini disampaikan kepala Dinas Sosial Provinsi Maluku, Sartono Pinning, kepada Rakyat Maluku di ruang kerjanya, Kamis, 26 Juli 2018.

Menurut dia, kondisi yang terjadi disana telah teridentifikasi oleh Dinas Sosial, sehingga pihaknya memastikan bahwa yang terjadi disana adalah bencana sosial kirisis pangan yang kemudian mengakibatkan adanya korban meninggal akibat kelaparan, yakni satu korban lanjut usia (Lansia) dan dua orang balita.

“Kita memastikan itu adalah bencana sosial krisis pangan akibat serangan babi hutan dan hama tikus terhadap perkebunan masyarakat setempat, sehingga ada yang meninggal. Jadi bukan masyarakat terserang penyakit busung lapar,” ujar Sartono.

Pihaknya tidak bisa menjastis bahwa itu adalah akibat terserang penyakit busung lapar, karena yang boleh mengatakan hal tersebut adalah dinas kesehatan, sesuai dengan bidang ilmu dan kewenangannya.

Sementara untuk mengatakan bahwa masyarakat suku Mausu Ane itu adalah nomaden yang pola hidupnya itu berpindah-pindah tempat, itu merupakan kewenangan sektor Sosial. Begitu juga dengan mengatakan bahwa itu adalah komunitas adat terpencil (KAT).

“Kalau kita memsatikan itu adalah Nomaden apabila kita telah melakukan kajian dan telah diketahui secara pasti bahwa betul ada sekelompok masyarakat yang kehidupannya berpindah tempat tergantung pada letak tempat yang memberikan keuntungan bagi kehidupannya,” jelas dia.

Syarat penanganan kepada masyarakat yang dikategorikan KAT itu ada tiga tahapan kegiatan, yakni tahapan persiapan yang didalamnya ada kegiatan penjajakan awal, studi kelayakan dan juga studi semi lokal. Sementara tim yang melakukan bukan hanya dari sektor sosial, tapi juga melibatkan akademisi untuk melakyukan kajian etnografi terkait dengan kondisi masyarakat itu.

“Tetapi, kita telah memastikan bahwa ada kejadian yang terjadi disana dan ada yang meninggal. Dan kita memastikan bahwa mereka mengalami krisis pangan. Sehingga tidak ada alas an bagi pemerintah untuk menolak untuk menangani mereka. Karena itu tanggungjawab mutlak untuk memberikan penanganan,” kata dia. (R1)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top