HUKRIM

Kajati: Fery Tanaya Jual Tanah Negara

RAKYATMALUKU.COM – AMBON, – Pengusaha Fery Tanaya ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) 10 MV, di Namlea Kabupaten Buru tahun 2016, karena menjual tanah negara seluas 48.645,50 hektare di Dusun Jiku Besar, Desa Namlea, kepada PT. PLN wilayah Maluku dan Maluku Utara (Malut).


Setidaknya hal itu ditegaskan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Maluku, Rorogo Zega, kepada koran ini di Kantor Gubernur Maluku, Rabu 9 September 2020.
“Kesalahan Fery Tanaya adalah dia menerima uang yang bukan haknya, karena tanah yang dijual itukan tanah negara,” ungkap Zega, saat dikonfirmasi koran ini, di Kantor Gubernur Maluku, Rabu, 9 September 2020.

Ia menjelaskan, untuk pihak PT. PLN wilayah Maluku dan Malut selaku panitia pengadaan tanah untuk pembangunan PLTMG 10 MV di Namlea, tidak dapat disalahkan karena mereka hanya sebagai pembeli.

“Sampai hari ini tidak ada tanda-tanda pihak PLN akan dietapkan sebagai tersangka. Sebab, PLN hanya sebagai orang yang membeli tanah, dan dia (PLN) telah bayar,” jelas mantan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Ambon itu.

Ia juga mengungkapkan, setelah menerima uang hasil jual beli tanah senilai Rp 6.081.722.920, tersangka Fery Tanaya sempat melakukan pengembalian uang kepada pihak PT. PLN wi­layah Maluku dan Malut, dengan alasan terjadi kelebihan anggaran.

“Jadi yang dicurigai begini, setelah uangnya diterima oleh Fery Tanaya, ada pengembalian ke PLN, karena harganya katanya dimahalkan. Harusnya Fery bicara bahwa uang yang dia terima bukan sebesar itu,” beber mantan Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) Kalimantan Barat itu. (RIO)


======================
--------------------

Berita Populer

To Top