ADVETORIAL

Kakanwil Agama Apresiasi Semangat UNBK Madrasah Di Maluku

Fesal Musaad

KEPALA  Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Maluku Fesal Musaad memberikan apresiasi atas semangat kepala-kepala madrasah di Maluku dalam mendukung program pemerintah terkait pelaksanaan Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional-Berbasis Komputer (UAMBN-BK) dan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

“Semangat para kepala-kepala madrasah itu merupakan modal dalam rangka mewujudkan perubahan. Tentu semangat ini harus direspon positif oleh Kementerian Agama sehingga kedepan ada perhatian serius untuk memenuhi  kekurangan kebutuhan sarana dan prasarana pendukung ujian berbasis komputer,” ujar Kakanwil, Kamis 28 Maret 2019

Dikatakan, tekad dan semangat kepala-kepala madrasah di Maluku untuk melaksanakan UAMBN-BK dan UNBK ditengah-tengah minimnya fasilitas pendukung itu akan menjadi bahan masukan bagi Kementerian Agama.

“Ya tentu, persoalan ini harus disikapi dengan serius. Bukan saja minimnya fasilitas tetapi semangat dan tekad itu,” kata Kakanwil.

Menurut Kakanwil, kedepan  Kementerian Agama terus mendorong seluruh madrasah di Maluku melaksanakan UAMBN-BK maupun UNBK secara mandiri sehingga tidak ada lagi madrasah yang menumpang ke madrasah atau sekolah lain. Kecuali bagi madrasah di daerah-daerah yang tidak terjangkau signal telkomsel.

Kakanwil berharap, dengan adanya pelaksanaan ujian berbasis komputer ini dapat mendorong peningkatan literasi siswa terhadap teknologi informasi semakin lebih baik.Titik tekannnya adalah bagaimana siswa itu memiliki karakter dan moral yang baik. Jujur, memiliki  ketaqwaan, menjadi lulusan yang berusaha bekerja keras, tetap berpegang teguh pada prinsip tuntas.

“Minimal mereka memenuhi 4 K yaitu, berpikir Kritis, Kreatif, Kolaboratif dan Komunikatif. Nah, semoga dengan UNBK dan UAMBN-BK ini dapat mendorong kompetensi siswa memenuhi 4 K itu. Dengan begitu, lulusan madrasah bisa menjadi insan Indonesia yang cerdas, kompetetif dan berahlak muliah,” harap Kakanwil.

Apresiasi juga disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Maluku M. Yasir Rumadaul. Rumadaul mengatakan, kekurangan -kekurangan yang terjadi di sebagian madrasah itu bukan menjadi hambatan untuk melaksanakan hajatan nasional.

“Mari kita bergandeng tangan dan sama-sama bekerja untuk membangun pendidikan di Provinsi Maluku khususnya pendidikan madrasah,” katanya.

Untuk itu Rumadaul berharap, baik peserta didik maupun teman-teman kepala madrasah hendaklah tetap optimis.

“Tiga tahun sudah kalian dibimbing oleh guru sehingga materi yang diujikan pasti telah kalian pahami dengan baik. Tetap fokus, baca naskah soal dengan teliti, dahulukan soal-soal yang muda, perhatikan alokasi waktu yang tersediah. Jika kalian fokus, yakinlah banyak pertayaan dapat diselesaikan. Begitupun tetap menjaga kesehatan. Pintar tapi kalau kurang sehat bisa menurukan prestasi.Sebab itu, jaga stamina, konsumsi minuman dan makanan bergizi, istirahat yang banayk. Tidak kala penting berdoa. Ingat, doa yang tulus bisa merubah takdir. Allah SWT telah berjanji, siapa yang memohon akan diberi, siapa yang meminta akan ditolong, pasti akan diselamatkan,” pesan Rumadaul.

“Untuk kepala-kepala madrasah, marilah kita benahi  sekolah kita dan tetapkan hati melaksanakan ujian dengan  optimis meraih hasil yang sebaik- baiknya. Apapun kekurangan, akan kita evaluasi guna diperbaiki dihari hari akan datang,” tambah Rumadaul. (CIK)

 

Jadi Tuan Rumah KSM Nasional, Tunggu Koordinasi Dengan Pemerintah Daerah

KEBERHASILAN  pelaksanaan sejumlah ivent nasional di Kota Ambon seperti Perkemahan Pramuka Madrasah Nasional (PPMN), MTQ, Pesparawi dan Pesparani Nasional menjadi tolak ukur bagi Maluku untuk kedepan terus menjemput bola guna menyelenggarakan ivent-ivent nasional di daerah ini.

Kabarnya, ada keinginan Kemenag Maluku untuk menjadi tuan rumah pelaksanaan ivent Kompetisi Sains Madrasah (KSM) Tingkat Nasional ditahun 2020 atau 2021 mendatang.

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Maluku Fesal Musaad dimintai tanggapan soal kabar ini mengatakan, terwujudnya upaya itu tergantung komitmen yang kuat dari pemerintah daerah dalam hal ini gubernur Maluku.

“Memang ada rencana itu. Tapi kita lihat dulu. Sebab, sampai saat ini belum ada pelantikan gubernur Maluku sehingga koordinasi masih sulit dilakukan,” ujar Kakanwil, Kamis 28 Maret 2019.

Menurut Kakanwil, jika proses pelantikan Gubernur sudah selesai dilakukan, maka koordinasi segera dilakukan.

“Nah, kalau  disetujui kita langsung menghadap Dirjen Pendidikan Islam untuk meminta Maluku ditetapkan sebagai tuan rumah KSM Nasional,”tutur Kakanwil.

Bagi Kakanwil, memperjuangkan Maluku sebagai tuan rumah KSM Nasional tidaklah sulit. Sebab, sudah ada cermin  Maluku pernah menjadi tuan rumah beberapa event nasional dan penyelenggaraanya sukses serta mendapatkan apresiasi sehingga  tidak ada keraguan sedikitpun dari pemerintah pusat. (CIK)

 

Siswa MIN 2 Kota Tual melakukan praktek pelaksanaan shalat dalam ujian praktek mata pelajaran Fiqih

MIN 2 Kota Tual Gelar Ujian Praktek

MIN 2 Kota Tual Gelar Ujian Praktek mata pelajaran agama. Diantaranya, Mata Pelajaran Fiqih, Qur’an hadits dan mapel agama lainnya.

Kepala MIN 2 Kota Tual, Yusri Bugal menjelaskan, pelaksanaan ujian praktek penting dilakukan. Sebab, selain untuk mengukur kemampuan pengetahuan siswa, implementasi dari mapel ini juga penting dilakukan.

“Contohnya ada siswa dari sisi  teori mahir menjawab secara berurutan tetapi ada siswa lain yang tidak dapat menjawab secara berurutan namun implementasinya berjalan dengan baik. Nah, tentu melalui ujian praktek  ini menjadi nilai tambah.” ujar Yusri, Kamis 28 Maret 2019.

Yusri mengakui, khusus untuk Mapel Fiqih, siswa diuji tentang bagaimana tata cara Shalat, tata cara mengambil air wudu dan lainnya.

“Mengapa ini penting kami lakukan. Sebab, persoalan ini merupakan pengetahuan dasar yang harus dikuasai siswa terutama siswa madrasah Ibtidaiyah yang berciri khas agama sehingga pengetahuan yang mereka dapatkan dibangku pendidikan  dasar betul-betul dikuasai secara berkelanjutan hingga ke jenjang pendidikan berikutnya,” akui Yusri.

Dijelaskan, tujuan utama dari pelaksanaan ujian praktek Fiqih ini selain mendorong peningkatan kemampuan akademik siswa juga ikut mendorong tumbuhnya nilai-nilai pendidikan karakter.

“Kita harapkan setelah mereka lulus nanti pendidikan ini akan tetap dipegang teguh sesuai dengan apa yang sudah mereka dapatkan semasa di pendidikan madrasah,” harap Yusri.

Ditambahkan, selain melaksanakan ujian praktek Mapel Fiqih, Qur’an Hadits, juga akan dilakukan ujian praktek terhadap Mapel IPA termasuk Mapel Seni Budaya.(CIK)

 

Siswa/siswi MIN 1 Malra sedang mengikuti remedial dalam rangka persiapan USBN

MIN 1 Malra Fokus Siapkan Siswa Hadapi Ujian

MADRASAH Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) terus membekali siswanya dalam rangka menghadapi pelaksanaan ujian madrasah maupun Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) mendatang.

“Langkah awal yang kami ambil dan sudah berjalan selama dua bulan ini adalah pelaksanaan remedial untuk semua Mata Pelajaran (Mapel) baik Ujian Madrasah maupun USBN dimulai dari Senin hingga Sabtu. Hal ini kami lakukan agar siswa benar-benar siap mengahadapi ujian,”ujar Kepala MIN 1 Malra Ishak Ohoirat, Kamis 28 Maret 2019.

Dalam pelaksanaan remedial itu, siswa diboboti dengan mengulang kembali materi-materi pelajaran baik kelas IV, V maupun kelas VI serta naskah ujian tahun kemarin.

“Target kami siswa dapat mencapai hasil kelulusan yang maksimal,”kata Ohoirat.

Diakui, program serupa juga sudah pernah diterapkan pada tahun ajaran 2017/2018. Hasilnya cukup positif. Sehinggat atas pengalaman itu, pola ini kembali diterapkan ditahun ini.”sebagai pimpinan tentu saya optimis ditahun ini siswa dapat meraih nilai maksimal,”cetusnya.

Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut tambah Ohoirat,  dukungan dan dorongan orang tua siswa juga sangat penting.”Makanya kami sudah menyurati orang tua siswa agar tetap memperhatikan waktu belajar anak dirumah. Ini tanggungjawab bersama,” kunci Ishak Ohoirat. (CIK)

 

Siswa MAN 1 Malra peraih juara di ajang MTQ Tingkat Kabupaten Malra dan Kota Tual

Siswa MAN 1 Malra Dominasi Juara di Ajang MTQ Malra dan Kota Tual

SISWA Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) mampu membuktikan prestasinya diajang Musabaqah Tilawatil Qur’an baik ditingkat Kabupaten Maluku Tenggara maupun Kota Tual. 

Di kedua ajang berbeda  tempat itu,  siswa MAN 1 Malra mampu mendominasi dan unggul atas peserta lainnya.

Kepala MAN 1 Malra Lutfi Ohoirenan mengungkapkan, untuk MTQ di Tingkat Kota Tual yang diselenggarakan pada tanggal 25-30 Februari 2019 siswanya berhasil meraih sejumlah juara dibidang Fahmil Qur’an Syarhil Qur’an maupun bidang Tilawah. Untuk Bidang Fahmil Qur’an Putera  juara satu diraih siswa atas nama  Amir Seknun, Bahtiar Fakoubun dan Mujahid Fakoubun. 

Juara dua Fahmil Qur’an Puteri, diraih oleh Astia Uar, Ardita dan Ilmi Matdoan. Untuk bidang Syarhil Qur’an  Putera juara satu diraih Abdruahman Fakoubun,  Rahanyamtel. 

Sementara juara tiga Syarhil Qur’an   diraih Irsyad Maswatu, Nizwar Reniwruwarin dan Muhammad Haikal.

Untuk MTQ Tingkat Kabupaten Maluku Tenggara yang digelar pada tanggal 20-26 Maret 2019 siswa MAN 1 Malra kembali mendominasi juara dibeberapa mata lomba diantaranya.  Juara satu Fahmil Qur”an Putra  diraih Moh. Akbar Seknun, Muhaimin Rahanyamtel dan Rahmat Nuhuyanan. Kategori Puteri, juara satu diraih Sari Fitriani Ja’far, Faradila Kabalmay dan Nurlela Raharusn. 

Juara dua Fahmil Qur’an  Sitaril Ilmi Matdoan, Ardita dan Yulisti Uar. Juara 3 diraih Sri Hasni Raharusun, Zulkaidah Rahakbauw dan Rahma Litiloly.

Sementara itu, dibidang Syarhil Qur’an Putera juara satu diperoleh Farhan Musaat, Zainuri Matdoan dan Rizal Kilwo. Juara 2, Agus Salim Kabalmay, Eday Rahayaan dan Ajmain Rumaday. Juara tiga Irsyad Maswatu, Moh. Zulkarnaen, Maulana Matdoan. Kategori Putri juara satu Nuraini Zein Matdoan, Sufli F. Ohoirenan, Zaitun Matdoan.

Juara dua putri, Aulia Ra’la Mony, Andita Kabalmay, Misna Laila Kabalmay. Sedangkan untuk bidang Hifzil Qur’an Putri siswa MAN 1 Malra mampu menempati urutan dua atas nama Puteri Indriani Rumra.

Ohoirenan mengatakan, prestasi yang dicapai peserta didiknya baik di MTQ Kota Tual maupun MTQ Kabupaten Maluku Tenggara cukup memberikan rasa bangga kepada seluruh keluarga besar MAN 1 Malra.

“Tentu kami sangat bangga dan memberikan apresiasi atas capaian prestasi yang sudah ditorehkan siswa/siswi ini,” katanya.

Ditambahkan, prestasi yang mampu dibuktikan siswa/siswinya itu bukan kebetulan. Tetapi semua berasal dari upaya dan kerja keras baik pembinaan maupun kemauan siswa itu sendiri.

“Memang jauh-jauh hari mereka sudah kami siapkan melalui kegiatan ekstrakulikuler. Bahkan untuk mengasa kemampuan mereka juga dilakukan lomba antar kelas. Sehingga siswa yang dinilai berprestasi ditingkat kelas itu kemudian dibina secara intensif untuk dipersiapkan menghadapi berbagai momentum lomba diantaranya MTQ,” tambah Lutfi Ohoirenan. (CIK)

 

9 siswa MTs Basuki Rahmat Dobo, peserta Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat Kabupaten Kepulauan Aru

MTs Basuki Rahmat Dobo Utus 9 Siswa  Ikut Seleksi OSN Tingkat Kabupaten Aru

MADRASAH Tsanawiyah (MTs) Basuki Rahmat Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru mengutus sebanyak 9 siswanya untuk mengikuti lomba Olimpiade Sains Nasional (OSN) Tahun 2019 Tingkat Kabupaten Kepulauan.

“Tahun ini kami utus 9 siswa. Mereka dibagi untuk bidang Matematika, IPA, Fisika dan IPS,” ungkap Kepala MTs Basuki Rahmad Dobo, Ny. Harni, Kamis 28 Maret.

Dikatakan, sebelum 9 siswa ini menjadi wakil MTs Basuki Rahmat Dob diajang OSN Tingkat Kabupaten Kepulauan Aru, mereka sudah dibina secara intensif melalui bimbingan khusus.

“Jadi guru-guru Mapel terkait kami dorong untuk membina secara intensif dan maksimal. Hal ini penting agar menjadi bekal diajang bergengsi itu,” kata Ny. Harni.

Dirinya, berharap, melalui proses pembinaan yang sudah diberikan secara maksimal itu, siswanya dapat membuktikan kemampuan dan kompetensinya untuk bersaing dengan siswa lain.

“Kami tetap optimis kemenangan itu menjadi harapan semua orang. Itu akan tercapai jika ada upaya dan kerja keras melalui pembinaan maupun kemauan serta keuletan siswa dalam mengasa diri,” tandas Ny. Harni. (CIK)

 

Impossible Is Nothing

Oleh: Elsina, S.Pd.I, Guru MTsN 1 Maluku Tenggara

PAGI itu begitu cerah, matahari pun tersenyum lembut sepertinya turut semangat mengantarku ketempat tugas nun jauh di sana.

Ku ayunkan langkah dengan pasti masuk ke dalam motor laut, moda transportasi terbuat dari kayu yang siap mengantarku menuju Pulau Tayando yang terkenal dengan sebutan ombak “tiga bersaudara’, ombak besar berlapis yang siap menyapu semua yang berada di dekatnya, begitu menakutkan.

Setelah melampaui aral rintang akhirnya tiba juga di pulau yang kutuju. Sambil menghela napas kuucapkan kata Alhamdulillah sebagai bentuk rasa syukur pada-Nya yang telah melancarkan perjalanan panjangku.

Dengan tubuh yang lemah, kepala pusing, dan perut mual akibat hantaman ombak ku ayunkan langkah sambil bergumam di dalam hati: “Subhanallah bumi beserta hamparannya ini Kau ciptakan begitu indah. Pulau kecil berpenghuni di tengah lautan luas menambah keyakinanku akan kebesaranMu”. 

Mataku terbelalak melihat alam sekitar nan indah, pohon kelapa yang melambai di tepi pantai, perahu-perahu kecil yang sedang menepi, dan rumah-rumah penduduk dengan bangunan khas masyarakat pesisir.

Aku pun mulai menyesuaikan diri dengan alam sekitar, meski lahir dan tumbuh dewasa di kota metropolitan kini harus tinggal di pulau yang gelap gulita (Baca: tahun 2010) hanya cahaya rembulan dan kemilau bintang yang menerangi di malam hari, diperparah lagi belum tersedianya sarana komunikasi. Tak ada keluh dan kesah, karena aku sadar tugas yang kuemban sangatlah mulia yaitu mempersiapkan anak bangsa sebagai khalifah.

Tibalah hari pertama melaksanakan tugas. Dengan hati riang dan semangat membara kuayunkan langkah menuju sekolah. Baru saja tiba di gerbang sorak-sorai siswa terdengar jelas: “Horeee ada guru baru”. Nampaknya mereka mengetahui bahwa aku akan menjadi bagian keluarga besar MIN Tayando Yamtel yang kini sudah berubah nomenklatur menjadi MIN 1 Tual. 

Aku diamanahkan menjadi wali Kelas 5, setelah menganalisa kemampuan dasar siswa, ternyata ada satu siswa di kelas itu yang belum bisa membaca, postur tubuhnya tinggi dan berbadan besar melebihi teman sabayanya (dampak dua kali tidak naik kelas). Sebut saja namanya Lia. 

Sejak saat itu aku memberikan perhatian lebih padanya tentu tidak mengabaikan perhatianku pada siswa lainnya. Hari demi hari kuamati perkembangannya mulai dari sikap, keterampilan, serta pengetahuannya. Berbagai informasi kukumpulkan dari berbagai sumber mulai dari guru-guru, teman-teman, hingga keluarganya.

Tidak hanya sampai di situ, suatu malam aku berkunjung ke rumah Lia. Sambutan hangat yang kuterima dari ibunya membuat suasana lebih nyaman, tanpa rasa canggung memperkenalkan diri dan menyampaikan maksud dan tujuan kedatanganku, setelah merasa nyaman mulailah masuk percakapan tentang Lia. 

Ibu Lia menyampaikan dengan dialek Kei (sebutan has masyarakat asli Tual dan Maluku Tenggara): “Bu guru, waktu beta hamil Lia, beta su mau kasih gugur tapi seng bisa lai, beta minum obat-obatan paling banyak par darah yang taduduk jatuh tapi seng jadi, makanya dia kelainan ibu. Dia seng bisa baca karena otak lemah, su berapa kali dia tinggal kelas. Beta su ajar terus tapi seng bisa lai”.

Aku termangu mendengarnya ternyata salah satu faktor penyebab lemahnya daya tangkap Lia karena usaha ibunya yang ingin menggugurkan kandungan ketika Lia masih berada di dalam rahim, namun usaha tersebut tidak berhasil. “Astagfirullahal adziim”. Batinku bergemuruh, hatiku menjerit mendengar semua.

Ulah keegoisan orang tua yang mengingkari nikmat Tuhan, anak yang menjadi korban, ditambah penanganan guru di sekolah yang kurang tepat selama ini melengkapi beban derita yang dialami anak tersebut. 

Miris mendengarnya, namun itu yang membuat semangatku bertambah untuk membimbing Lia agar dapat mengoptimalkan anugerah hidup yang Tuhan berikan. Keyakinanku jika kita berusaha keras dan sungguh-sungguh dalam menggapai sesuatu pasti akan membuahkan hasil, tentu atas izinNya.

Data sudah terkumpul, selanjutnya dengan metode khusus kuberikan bimbingan belajar untuk Lia, ini kulakukan secara intensif di luar jam pembelajaran. Setelah beberapa bulan berlalu, hasil kesungguhan Lia terlihat, perjuangannya membuahkan hasil. Subhanallah kebahagiaan tiada tara, tak dapat diungkapkan dengan kata apapun.

Dalam waktu yang singkat Lia sudah pandai membaca. Impossible Is Nothing,  tidak ada yang tak mungkin.  Jika ada kemauan pasti ada jalan.Seberat apapun kendala jika terus berusaha maka akan tergapai semua cita. 

Kisah Tenzing Norgay yang mengantarkan Sir Edmun Hillary yang berhasil menjejakan kaki di puncak Everest dengan ketinggian 8.824 meter (titik tertinggi di bumi) dapat dijadikan inspirasi bahwa guru harus berbesar hati berkorban mengantarkan siswa menggapai cita-cita.

Jangan berdiam diri bahkan apatis melihat siswa dengan segala keterbatasannya atau malah memberikan stigma negatif (siswa bodoh), karena sejatinya mereka adalah pribadi yang unik dengan karakter, kecerdasan, dan gaya belajar yang berbeda. Tugas guru memahami serta menyikapi perbedaan tersebut dengan bijak. (*)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top