ADVETORIAL

Kakanwil Kemenag Maluku Dorong Penyempurnaan UNBK Madrasah Di Maluku

JUMLAH  total madrasah di Provinsi Maluku pelaksana Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) Tahun ini mencapai angka 98,07 persen.

Jumlah ini mengalami peningkatan siginifikan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Sementara tersisa 2,16 persen yang belum melaksanakan ujian dengan sistem komputerisasi.

Hal ini diungkapkan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Maluku Fesal Musaad, saat membuka secara simbolis pelaksanaan Ujian Nasional (UN) hari pertama di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Malukuku Tengah di Tulehu, Senin 1 April 2019.

Kakanwil mengatakan, kedepan, Kemenag Maluku akan terus mendorong penyempurnaan Ujian Nasional Berbasis Komputer. Yang masih afilisasi atau bergabung dikembangkan menjadi mandiri,  dan yang kurang Sarana- Prasarana pendukung UNBK ditambahkan.

“Kekurangan ini akan menjadi perhatian kami sehingga kedepan tidak ada lagi madrasah yang melaksanakan ujian bergabung ke sekolah lain atau masih melaksanakan ujian berbasis kertas dan pensil,” kata Kakanwil.

Terobosan yang dilakukan kepala-kepala madrasah untuk mendukung penuh program pemerintah pusat hingga mencapai angka fantastis ditahun ini mendapatkan apresiasi positif. Meskipun ditengah-tengah keterbatasan fasilitas mereka memiliki semangat yang luar biasa.

“Selaku Kakanwil Kemenag Maluku saya berikan apresiasi atas kinerja dan semangat kepala madrasah dan guru di Maluku yang berhasil mendorong literasi teknologi informasi siswa melalui pelaksanaan UNBK,” tutur Kakanwil.

Menurutnya, Ujian Nasional yang dilaksanakan di seluruh Indonesia adalah instrumen test dari kuality kontrol di institusi pendidikan. Tetapi terpenting saat ini para siswa peserta ujian harus memiliki karaktek yang baik. Kompetensi dan literasi atau keterbukaan wawasan harus mumpuni. Sebab, tiga komponen ini adalah proyeksi pendidikan masa depan.

Kakanwil menambahkan, jumlah peserta UN madrasah di Maluku terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun disusul dengan meningkatnya jumlah lembaga madrasah.

Untuk lembaga Madrasah Aliyah (MA) tahun sebelumnya sebanyak 43  ditahun ini meningkat menjadi 57 lembaga madrasah. Begitupun MTs. Tahun lalu sebanyak 118  tahun ini naik menjadi 122 lembaga.

“Total keseluruhan madrasah mulai dari jenjang MI hingga MA di Maluku sebanyak 414 lembaga. Madrasah Negeri juga terus bertambah. Hal ini menunjukan bahwa madrasah saat ini lenih baik, menjadi pilihan dan dicintai masyarakat. Prestasi ini harus dipelihara bersama dan dikembangkan secara bersama-sama,” tambah Kakanwil.

Dikesempatan sambutannya, Kakanwil juga berharap, porses pelaksanaan Ujian Nasional  yang dimulai pada tanggal 1 hingga 8 April mendatang dapat berjalan dengan lancar, sukses dan terus mengedepankan kejujuran.

“Peserta UN agar terus menjaga kesehatan, berdoa, percaya diri. Kita semua berharap, peserta UN dapat mengerjakan soal-soal yang diujikan dengan baik. Hal yang harus diingat meskipun UN tidak menentukan kelulusan tetapi melalui UN ini potensi siswa bisa dipetakan. Hasil UN menjadi bahan pertimbangan siswa untuk mengikuti proses pendidikan di jenjang lebih tinggi,” harap Kakanwil.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Maluku, M. Yasir Rumadaul, dalam laporannya menjelaskan, pelaksanaan ujian nasional adalah bagian dari upaya pemerintah untuk mengukur ketercapaian standar kompetensi lulusan yang telah ditetapkan secara nasional.

Rumadaul mengatakan, jumlah Madrasah Aliyah (MA) pelaksana UNBK  secara mandiri di Maluku Tahun ini  sebanyak 51 lembaga dengan total siswa 2.188 orang. Dua lembaga diantaranya bergabung dengan sekolah umum yakni MA Alhilal Morela, bergabung dengan SMK Negeri 1 Leihitu, dan MA AL-Hidaya Elat, bergabung dengan SMA Negeri 4 Kei Besar.

Empat madrasah MA lainnya melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil (UNKP) diantaranya MA Bina Karya, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) MA BPD Iha Kulur (SBB), MA Bina Karya Melati (SBB), MA Nusa Mandiri Tonu Jaya (SBB) dan MA Al-Hilal Tehoru Kabupaten Maluku Tengah.

Sebelumnya, usai pembukaan simbolis Ujian Nasional, Kakanwil berkesempatan menyapa kepala-kepala madrasah di Maluku melalui media konfrens yang dikoordinir langsung Dinas Pendidikan dan Kebudyaan Provinsi Maluku.

Mengawali video konfrens bersama Wakil Bupati Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) Fahri Husni Alkatiri, kakanwil mengucapkan terimakasihnya atas kunjungan Wakil Bupati ke sejumlah madrasah di Kabupaten Berjuluk Ita Wotu Nusa itu.Lewat kesempatan itu, Kakanwil meminta Pemerintah Kabupaten SBT agar dapat membantu perkembangan madrasah disana.

“Kami juga mengucapkan terimakasih kepada Kakanwil Kemenag Maluku atas perhatian besarnya terhadap madrasah-madrasah di Kabupaten Seram Bagian Timur,” tandas Wakil Bupati SBT, Fahri Husni Alkatiri. (CIK)

 

KKMI Kota Ambon Gelar Rapat Teknis Pendistribusian Naskah UAM/US

KELOMPOK Kerja Kepala Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) se-Kota Ambon menggelar rapat teknis pendistribusian Naskah Ujian Akhir Madrasah (UAM) dan Ujian Sekolah (US) berlangsung di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Kota Ambon.

Rapat yang melibatkan 13 Kepala MI itu dipimpin Ketua KKMI Kota Ambon,  Nasit Marasabessy, Kamis 4 April 2019.

Sekretaris KKMI Kota Ambon, Dahlan Gazam, mengatakan, rapat itu selain membahas berbagai persoalan teknis dalam rangka menghadapi pelaksanaan UAM/US dan USBN juga sekaligus secara resmi diserahkan naskah ujian kepada masing-masing madrasah se-Kota Ambon.

Diungkapkan, rampungnya naskah UAM/US itu  tidak terlepas dari kerja bersama baik proses penyusunan, editan dan koreksi.

“Untuk UAM dan US ada tuju Mapel yang disusun naskahnya. Lima Mapel Agama  (UAM) dan Dua Mapel umum (US).  Jumlah total naskah sebanyak 45 soal terdiri dari dua  bentuk. 4O soal Pilihan Ganda (PG) dan 5 soal esay,” ungkap Dahlan.

Ditambahkan, proses Ujian Akhir Madrasah/Ujian Sekolah akan berlangsung pada Tanggal 8 hingga 11 April 2019 mendatang. Nantinya dalam pelaksanaan ujian tersebut melibatkan pengawas silang dari madrasah lain.

Dirinya berharap,melalui berbagai persiapan yang dilaksanakan masing-masing madrasah dapat memacu siswa lebih siap untuk menghadapi UAM/US serta Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) sebagai rangkaian terakhir dari studi pendidikan dijenjang pendidikan dasar. (CIK)

 

Para siswa MIN 1 Ambon saat mengikuti Try Out

MIN 1 Ambon Gelar Try Out 3

MADRASAH Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Kota Ambon kembali menggelar Try Out 3. Try Out terkahir ini di fokuskan pada tiga Mata Pelajaran (Mapel) yang akan di ujikan dalam Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) pada tanggal 22, 23 dan 24 April mendatang.

Ketiga Mapel itu yakni, Bahasa Indonesia, Matematika dan IPA. Try out ini sudah berlangsung sejak Senin 1 April dan berakhir pada Kamis 4 April 2019.

Kepala MIN 1 Ambon, Nasit Marasabessy, mengungkapkan, pelaksanaan try out berlangsung dalam tiga tahap. Tahap pertama dilaksanakan pada Bulan Februari, tahap kedua Bulan Maret dan tahap ketiga dibulan April ini.

Dia menjelaskan, pelaksanaan try out ini setelah dilaksanakan proses pemantapan oleh guru kurang lebih tiga bulan. Tujuannya mengevaluasi kembali tingkat pengetahuan siswa tentang materi-materi yang sudah diberikan melalui proses pemantapan.

“Alhamdulillah hasil dari evaluasi try out pertama dan kedua ada perubahan peningkatan pengetahun siswa. Nanti try out tiga ini hasilnya kembali di evaluasi lagi. Masih ada siswa waktu kurang lebih dari seminggu akan kita manfaatkan untuk memboboti siswa peserta ujian,” jelas Marasabessy.

Menurutnya, dalam pemanatapan tersebut, kurang lebih 10 mapel diterapkan. Hal ini agar siswa tidak saja siap menghadapi USBN tetapi juga siap menghadapi Ujian Akhir Madrasah (UAM) maupun Ujian Sekolah.

Untuk informasi, kata Marasabessy, pada tanggal 8 April mendatang akan dilaksanakan Ujian Akhir Madrasah (UAM) dan Ujian Sekolah untuk 7 bidang studi yaitu 5 bidang studi agama dan IPS serta PKN.

“Khusus di MIN 1 Ambon kita juga barengi dengan ujian untuk bidang studi Bahasa Inggris,”ungkap Marasabessy.

Marasabessy lantas berharap, dengan adanya kerja maksimal mulai dari pemantapan hingga try out  dan pembinaan lainnya dapat menghasilkan hasil yang maksimal sesuai dengan upaya dan persiapan yang dilaksanakan selama ini. (CIK)

 

Atasi Gangguan UNBK Dengan Cepat, Tim MAN Ambon Diapresiasi Kakanwil

PELAKSANAAN Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) hari pertama, Senin 1 April 2019  di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Ambon sedikit mengalami gangguan teknis lantaran terjadinya pemadaman aliran listrik dan gangguan jaringan internet. 

Kepala MAN Ambon, Sirajudin Mahubessy, mengakui, di sesi pertama listrik sempat padam selama 5 menit. Begitupun di sesi terkahir terjadinya gangguan akses jaringan internet. Namun, kedua gangguan itu cepat diatasi dengan cekatan.

Mahubessy mengungakapkan, untuk gangguan jaringan listrik di sesi pertama setelah ujian berlangsung kurang lebih 15 menit, timnya langsung bergegas melakukan koneksi arus listrik dari mesin genset yang sudah disediakan. Begitupun juga dengan gangguan akses internet pada sesi ketiga dimana fasilitas jaringan internet yang dipakai saat itu tidak berfungsi. Tim lantas memasang modem sebagai alternatif.

“Memang ada gangguan itu. Tapi langsung diantasipasi dengan cepat sehingga tidak menimbulkan kefatalan,” ungkap Mahubessy.

Dijelaskan, jauh hari sebelum perhelatan UNBK, pihaknya telah melakukan simulasi tanggap untuk meminimalisir kemungkinan gangguan yang terjadi. Baik itu gangguan jaringan listrik maupun gangguan akses jaringan internet.

“Alhamdulillah Standar Opresional Prosedur (SOP) yang kami simulasikan memberikan dampak positif terhadap kerja tim di MAN Ambon,” jelas Mahubessy.

Atas kecepatan dan ketepatan kinerja tim panitia UNBK di MAN Ambon  dalam menangani resiko gangguan teknis tersebut, mendapat apresiasi dari Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Provinsi Maluku, Fesal Musaad.

“Pak Kakanwil memberikan apresiasi yang sangat positif terhadap kesiapan MAN Ambon dalam pelaksanaan ujian nasional baik kesiapan tenaga operator, teknisi, pengawas serta siswa yang memang sudah disiapkan sejak awal. Semua itu terkontrol karena sistem yang dijalankan secara baik,” kata Mahubessy.(CIK)

 

Asaha Tatisina: Try Out 3 Gladi  Bersih Hadapi USBN

KEPALA Madarasah Ibtidaiyah Sawasta (MIS) Cokroaminoto, Asaha Tatisina menjelaskan, pelaksanaan Try Out menjadi bagian penting untuk mengevaluasi seluruh proses pemantapan akademik yang telah diberikan kepada siswa melalui les-les tambahan.

Sebab itu,  secara berjenjang kemampuan akademik siswa diukur dalam pelaksanaan tiga kali try out.

“Ada tiga kali try out yang kami laksanakan. Try out pertama dan kedua sudah selesai. Sementara try out baru kita gelar pada Senin 1 April dan akan berakhir besok Jumat 5 April,” ujar Asaha Tatisina, Kamis 4 April 2019.

Asaha mengatakan, try out tiga yang sementara ini dilaksanakan merupakan gladi bersih dalam rangka menghadapi pelaksanaan Ujian Akhir Madrasah (UAM), Ujian sekolah dan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN).

“Mapel yang kita ujikan dalam try out tiga ini yakni Bahasa Indonesia,Matematika dan IPA. Ditambah dengan mapel Ujian Akhir Madrasah yaitu lima mapel agama serta IPS dan PKN,” katanya.

Dia mengungkapkan, pada pelaksanaan try out materi soalnya menggunakan materi tahun lalu. Sementara khusus untuk try out tiga materi  diambil dari soal ujian tahun kemarin kemudian disesuaikan untuk pembuatan soal try out 3 ditahun ini.

”Siswa juga kembali kami boboti lagi dengan kisi-kisi soal, jika hasil dari evaluasi try out masih kurang,”ungkapnya.

Dia berharap, dengan upaya dan kerja maksimal dalam mempersiapkan siswa mengahadapi rentetan ujian itu , dapat membuahkan hasil yang baik.

”Tentu kami berharap agar nilai yang dicapai baik nilai UAM, US maupun USBN juga maksimal,” harap Asaha.

Kesempatan itu, Asaha mengaku, komitmen sekolah dan orang tua juga sudah ditingkatkan dalam rangka bersama-sama mendorong siswa untuk sukses pelaksanaan ujian maupun sukses pencapaian hasilnya.

“Pesan dan imbauan ini juga sudah kita sampaikan kepada orang tua dalam rapat yang kami gelar beberapa waktu lalu sebelum pelaksanaan pemantapan. Prinsipnya orang tua murid sangat mendukung. Mereka bahkan berharap pihak sekolah lebih aktif mendorong kesiapan siswa,” akui Asaha Tatisina. (CIK)

 

======================
--------------------

Berita Populer

To Top