HUKRIM

Kapolda Maluku Diminta Turun Tangan, Tangkap Pelaku Laka Lantas Yang Menewaskan Wartawan Di MTB

RakyatMaluku.com – KAPOLDA Maluku, Irjen Polisi Andap Budhi Revianto, diminta segera turun tangan meminta anak buahnya di Polres Maluku Tenggara Barat (MTB) untuk serius melakukan pengusutan dan pengungkapan terhadap pengemudi mobil tronton yang terlibat kasus tabrak lari pada 16 April 2018, sehingga mengakibatkan wartawan media Nurani Maluku, Hery Teftutur, meninggal dunia.

“Kami meminta Kapolda Maluku untuk memerintahkan anak buahnya di Polres MTB harus segera melakukan penyelidikan hinggga tuntas mengungkap pelaku kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di Desa Tumbur, Kecamatan Wertamrian yang menyebabkan wartawan Hery Teftutur meningal dunia,” ujar Wakil Ketua PWI Provinsi Maluku, Rudi Muhrim, kemarin.

Menurutnya Kapolda Maluku dibawah kepemimpinan, Irjen Polisi Andap Budi Revianto, tentu mempunyai kemampuan dalam mengungkap peristiwa ini. Apalagi Kapolda Maluku ini dikenal sangat dekat dengan wartawan. “Mengusut dan mengungkap kasus tabrak lari ini tentu bukan satu hal yang sulit. Untuk itu perlu ada ketegasan Kapolda untuk memerintahkan anak buahnya mengungkap tuntas kasus ini,” tegas Rudi.

Sebelumnya keluarga korban, Andre Ratsina di Larat juga mendesak Kapolda Maluku untuk “turun tangan” mempercepat proses hukum kasus tabrakan mau tersebut karena hingga saat ini belum terungkap pelakunya.
Andre yang juga mantan Kades Ritabel meminta polisi serius mencari pelaku tabrak lari yang telah mengakibatkan nyawa anggota keluarganya melayang dan anak korban, Dany Teftutur menderita luka-luka.

“Bagi keluarga kasus ini tidak manusiawi karena pelaku lari dan meninggalkan korban di tempat kejadian perkara (TKP). Saya mewakili keluarga menyatakan tidak tingal diam dan akan mencari pelakunya. Kasus ini harus dituntaskan dsan pelakunya harus mendapatkan ganjaran setimpal,” katanya.

Sedangkan anak korban, Dany Teftutur menuturkan, kecelakaan maut tersebut terjadi saat dirinya bersama bapaknya melintasi ruas jalan trans Yamdena menggunakan sepeda motor, pada pukul 19.00 WIT. Saat tiba di Desa Tumbur, tiba-tiba ada mobil besar melaju dari arah Larat menuju Saumlaki dan melambung dari arah belakang dengan kecepatan tinggi dan bak belakang samping menghantam sepeda motor mereka membuat keduanya terjatuh bersama sepda motor yang digunakan.

“Beta sempat bangun peluk bapak dan minta tolong. Sedangkan mobil yang tabrak terus lari dengan kecepatan tinggi lari terus. Saat bersamaan ada dua sepeda motor dari arah Saumlaki yang lewat dan saya meminta tolong,” ujar Dany.

Menurutnya, lokasi kejadian berdekatan dengan gedung puskesmas Lorulun, sehingga korban kemudian dibawa masuk ke halaman Puskesmas, tetapi karena kondisi malam hari sehingga tidak ada perawat dan puskesmas tersebut telah tutup.

“Bapak dengan kondisi berlumuran darah sempat duduk dan mengeluarkan HP dari saku. Bapak juga sempat meminta tolong untuk dicarikan mobil puskesmas, tetapi tidak ada dan petugas puskesmas juga tidak melakukan tindakan medis untuk menolong bapak,” katanya.

Kebetulan saat itu melintas ebuah mobil pick up dan korban dan dimintai tolong untuk membawa korban ke RSU Magrety Saumlaki.

Dany juga menuturkan dirinya sempat meminta supir mobil pick up tersebut untuk mengantarnya ke Desa Olilit untuk mencari keluarganya, kemudian kembali ke RSU, tetapi karena tidak memiliki uang untuk membayar ongkos mobil, dan dirinya sempat meminta sopir untuk menunggu sebentar hingga ibu datang.

Tetapi sopir mobil tersebut kemudian meminta hp milik bapaknya sebagai jaminan dan baru akan dikembalikan jika telah dilunasi ongkos angkutnya. “Untung saja ada warta Larat yang datang ke RSU menjenguk keluarga mereka dan akhirnya bersedia membayar ongkos mobil tersebut,” tandasnya.

Dia berharap aparat Kepolisian dapat bertindak tegas mengusut kasus kecelakaan maut yang menewaskan bapaknya tersebut, sehingga dapat menegakkan keadilan di kabupaten tersebut. (AAN)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top