AMBONESIA

Karcis Retribusi Sampah Aspal Beredar di Masyarakat

– DPRD Ambon Desak Kadis Evaluasi Anak Buahnya

RakyatMaluku.com – KARCIS penarikan retribusi sampah illegal diduga beredar di masyarakat. Dugaan kuat, karcis asli tapi palsu (Aspal) ini digunakan oleh oknum pegawai di Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, untuk meraup keuntungan dalam bentuk penarikan retribusi sampah secara illegal dari masyarakat.

Diduga sebagai karcis Aspal, karena pada barkopnya bertuliskan Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Ambon, yang sedianya harus bernama Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (LHP) Kota Ambon. Atas temuan ini, Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ambon, Yusuf Wally, mengajak Kadis LHP Kota Ambon, untuk segera melakukan penertiban terhadap para pegawainya yang bertugas mengelola karcis retribusi.

Pasalnya, tindakan para pelaku berdampak terhadap kerugian daerah, sekaligus sebagai tindakan yang melawan undang-undang dan peraturan pemerintah. Demikian disampaikan Anggota DPRD Kota Ambon asal PKS ini, kepada wartawan di Kantor DPRD Belakang Soya, Senin, 16 Juli 2018.

Dugaan kuat, aksi para pelaku yang menarik retribusi sampah dengan karcis barkop lama ini, sudah berlangsung lama. Pasalnya, pergantian nama OPD LHP Kota Ambon sudah sejak 2016 lalu.

Anehnya, sudah dua tahun berlalu, barkopnya belum digantikan. “Masalah ini harus menjadi perhatian bagi Dinas tersebut. Dinas harus kembali mengecek kebenaran informasi yang diterima terkait masalah penarikan retribusi sampah menggunakan karcis Aspal itu di lapangan,” desak Yusuf.

Kata Yusuf, terlepas dari peran Dinas LHP, masalah ini juga akan menjadi perhatian bagi Komisi III, dalam fungsi pengawasannya di lapangan. Alasannya, kalau ini benar terjadi, maka bisa berpotensi pada jebolnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Ambon. “Kita akan mengundang pihak Dinas LHP untuk diminta keterangan perihal tersebut. Ini bisa berdampak pada PAD kita, jika informasi yang diterima ini benar terjadi,” simpul dia. (R1)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top