Uncategorized

Karyawan WLI Pertanyakan Hak-Hak Mereka

pekerja PT Wahana Lestari Indonesia (WLI) yang tergabung dalam Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI), mengelar aksi demo dalam rangka Hari Buruh Internasional. Kamis, 2 Mei 2019.

RATUSAN  pekerja PT Wahana Lestari Indonesia (WLI) yang tergabung dalam Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI), mengelar aksi demo dalam rangka Hari Buruh Internasional. Kamis, 2 Mei 2019.

Demo digelar di depan Kantor Bupati Maluku Tengah, menuntut nasib sejumlah karyawan yang di PHK sepihak oleh perusahaan.

“Kepada pemerintah daerah, tolong  kami. Kami orang susah. Berharap Pemda Maluku Tengah dapat menerima kami dan menyambung aspirasi kami. Kalau tidak kepada pemerintah daerah. Maka kemana lagi kami mengadu. Harapan kami pemda dapat memfasiltasi keluhan kami,” ucap Ketua DPC Federasi Serikat Buruh Hutan Kayu dan Pertanian (Hukatan) Maluku Tengah, Marjan Majid, saat berorasi.

Katanya, yang terjadi di perusahaan, jangan berulang kali, sehingga tidak ada pengawasan dari pemerintah daerah. Intimidasi kerap dialami karyawan, juga tak dilihat pemerintah.

:Sampai saat ini karyawan yang dipekerjakan tidak ada Surat kesepakatan bersama. Intimidasi yang sangat keras bagi karyawan PT. WLI. Pemda harusnya dapat melihat kita. Pertemuan ini jangan hanya di jadikan arsip saja,” ujarnya.

Sementara Koordinator Wilayah KSBSI Maluku Yaheskel Haurissa mengatakan, selama mediasi, perusahaan tidak pernah hadir. Jika ada pemeriksaan perusahaan agar di sampaikan.

“Terindikasi perusahaan sudah beralih ke perusahaan lain. Hak-hak karyawan jangan dikebiri. Selama belum ada putusan pengadilan hak tenaga kerja harus diberikan.

Ia juga berharap agar Pemda Maluku Tengah bisa memfasilitasi pihaknya dengan pimpinan perusahan dalam hal ini Karel Albert Ralahalu.

“Harapan kami pemda bisa fasilitasi kami untuk bertemu dengan perusahaan dengan pihak exkaryawan PT. WLI. Bekas karyawan bertahan karena menyampaikan kebenaran.,” tandasnya.

Kepala Seksi Hubungan Industrual Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Malteng
Zaenal Latuconsina dihadapan pendemo mnyampaikan bahwa , mediasi awal perusahaan tidak hadir.

“Pihak perusahaan yaitu Pak Karel telah menyurat kepada bupati Maluku Tengah untuk membantu karyawan PT. WLI.
Kembali lagi kepada pemda apakah nanti akan dilakukaan mediasi kembali dengan pemda. Pihaknya akan menyampaikan kepada bupati dan berusaha menghubungi pak Karel Albert Ralahalu,” tutup Latuconsina. (AAN)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top