HUKRIM

Kasus Korupsi WFC Namlea Segera Naik Tahap I

RakyatMaluku.com – TIM Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku segera melimpahkan berkas perkara dugaan korupsi pada Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Buru dalam kegiatan pembangunan reklamasi pantai (Water Front City) Namlea tahun anggaran 2015 – 2016 atas empat tersangka ke Penuntut Umum (Tahap I) untuk diteliti kelengkapan berkas perkaranya.

Empat tersangka itu, Anggota DPRD Kabupaten Buru dari Partai Golkar Sahran Umasugi yang adalah adik kandung Bupati Buru Ramly Umasugi, PNS pada Dinas PUPR Kabupaten Buru Sri Julianti selaku PPTK, Muhamad Duwila selaku penerima kuasa Direksi dari PT. Aego Media Pratama, dan Muhammad Ridwan Pattylouw selaku konsultan pengawas.

“Masih dalam pemberkasan dan hampir rampung. Kemungkinan dalam waktu dekat sudah dilakukan tahap I,” ucap Kasi Penkum Kejati Maluku, Samy Sapulette, saat dikonfirmasi koran ini, tadi malam.

Ditanya soal total kerugian keuangan negara yang diakibatkan keempat tersangka itu, Samy mengaku masih menunggu hasil audit dari BPK.

“Hasil audit kerugian negara itu untuk dilampirkan kedalam berkas perkara saja. Jadi, walau berkas perkara diteliti Penuntut Umum juga bisa sambil menunggu hasil audit dari BPK. Intinya kita terus berkoordinasi dengan BPK agar proses perhitungan kerugian keuangan negaranya bisa segera selesai,” tandas Samy.

Dijelaskan, tiga tersangka yang masing-masing berinisial SU, SJ dan MD, ditetapkan untuk kegiatan pembangunan Water Front City Namlea tahap I tahun anggaran 2015 dan tahap II tahun anggaran 2016. Sedangkan khusus tersangka MRP ditetapkan untuk kegiatan pembangunan Water Front City Namlea tahap I tahun anggaran 2015 saja.

“Perbuatan keempat tersangka ini disangkakan Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 3 Jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tipikor Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Khusus tersangka SU ditambahkan Pasal 12 huruf i Undang-Undang Tipikor,” jelas Samy.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, pekerjaan tahap I dan tahap II proyek reklamasi pantai Namlea ini dikerjakan oleh Sahran Umasugi selaku kontraktor menggunakan bendera PT. Aigo Media Pratama.

Dalam pekerjaannya, anggaran yang diperuntukan untuk pekerjaaan pemancangan tiang dan penimbunan kawasan pantai Merah Putih ternyata tidak pernah dikerjakan, namun dilaporkan rampung 100 persen.

Alhasil, dalam penyelidikan dan penyidikan kasus tersebut, Tim Jaksa Penyidik menemukan kerugian keuangan negara sementara sebesar Rp 1,7 miliar dari total anggaran proyek sebesar Rp 4,9 miliar. (RIO)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top