AMBONESIA

Kaya Ikan, Maluku Baru Punya Tiga Perusahaan Ekspor Perikanan

RakyatMaluku.com – MESKIPUN Maluku menjadi lumbung perikanan, dan bahkan menjadi satu-satunya provinsi di Indonesia dengan volume ikan terbanyak, namun, sampai saat ini, hanya ada tiga perusahaan yang melakukan ekspor perikakan secara langsung dari Kota Ambon ke negara luar.

Sasaran ekspor perikanan di daerah ini menuju negara; Amerika, Singapura, Vietnam, Jepang hingga Australia. Meskin banyak negara tujuan ekspor, sampai kini baru ada tiga perusahaan standar internasional, yang ketiganya itu; PT. Harta Samudera, PT. Maluku Prima Mandiri dan PT. Perintis.

Sementara menurut data Bidang Perdanagan Luar Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Maluku, setidaknya ada sepuluh perusahaan yang bergerak di bidang perikanan. Namun, tujuh dari sepuluh perusahaan ini kapasitas ekspor perikanannya baru sebatas di dalam negeri, yakni lintas provinsi saja. “Yang lain masih antar pulau ke daerah lain, baru ekspor dari daerah lain.” Demikian diungkapkan Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri (Kabid PLN) Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Maluku, Syarief Hidayat, ketika ditemui wartawan di ruang kerjanya, Kamis, 19 Juli.

Dikatakan, negara yang menjadi tujuan eksport, diantaranya Singapura, Amerika, Vietnam, Japan. Australia. “Dari semua Negara tersebut, Vietnam dan Amerika menjadi permintaan terbanyak, baik itu dalam dentuk frozen. Atau yang sudah diolah dan ikan Fres atau Utuh.

Terkait regulasi yang mewajibkan perusahan-perusahan ikan tersebut agar ekspor ikan langsung dari Ambon, dikatakan Hidayat sejauh ini belum ada regulasi yang mengatur hal tersebut dan Disperindag Maluku tidak bisa memaksa. Hanya saja, upaya-upaya pendekatan telah dilakukan agar perusahan-perusahan itu mau mengekspor langsung dari Ambon.

“Ini jadi masalahnya karena Indag juga punya batas-batas kewenangan, tapi kita sudah punya tim namanya tim pendekatan ekspor yang dibentuk Pemda, didalamnya ada Dinas Kelautan, Disperindag, Dinas Perhubungan, Bea Cukai dan beberapa perusahan BUMN seperti Garuda, Pelindo, Angkasa Pura. Jadi tim ini punya kewenangan untuk mendorong ekspor dari Ambon. Untuk konteks ini kita belum punya regulasi untuk bisa memberikan penetapan kepada eksportir agar mereka harus mengekspor dari Ambon. Tetapi sejauh ini kita sudah berusaha semaksimal mungkin, kita kunjungi setiap perusahaan ikan untuk meminta mereka eskpor dari Maluku,” kata dia.

Masih kata Hidayat, perusahan-perusahan ikan tersebut memilih untuk tidak ekspor langsung dari Ambon, Maluku disebabkan persoalan untung rugi. “Mereka punya strategi sendiri dan kita tidak bisa memaksa, karena ini persoalan untung rugi perusahan dan dia (perusahan) yang tau, kalau dia ekspor lewat Ambon bagaimana, dia ekspor lewat daerah lain bagaimana, ini yang sedang kita perbincangkan agar kita buat aturan main yang lebih baik sehingga para eksportir bisa melakukan ekspor dari Ambon tetapi juga menguntungkan dia.” Sejauh ini kata Hidayat, ekspor ikan langsung dari Ambon telah mencapai 394 ton dengan nilai 4,04 Juta Dolar. (YAS)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top