AMBONESIA

Kebakaran Ruko, Polisi Akan Periksa PLN

RakyatMaluku.com – SEJUMLAH saksi telah dimintai keterangan oleh polisi perihal kebakaran yang melanda empat rumah toko (Ruko) Batumerah, Kecamatan Sirimau, Senin, 16 Juli. Mereka yang dimintai keterangannya mulai dari pemilik Ruko sampai warga yang berada di sekitar tempat kejadian perkara (TPK). Usai memeriksa saksi-saksi ini, penyidik berencana memeriksa pihak PLN.

“Kita sudah periksa saksi-saksi, para pemilik Ruko dan saksi yang ada di situ (TKP). Untuk PLN kita libatkan tapi dimintai keterangan soal kebakaran,” tutur Kasat Reskrim Polres Pulau Ambon dan Pp Lease R.E Adikusuma kepada Rakyat Maluku, Kamis, 26 Juli.

Dikatakan, saat pemeriksaan saksi, mereka melihat percikan api berasal dari kabel salah satu Ruko (Toko Dua Putri, red). Dari percikan itu, api mulai membesar hingga merembet ke tiga Ruko lainnya, yang menyebabkan kebakaran hebat terjadi. beruntung api dipadamkan sehingga tak menjalar ke Ruko-ruko lainnya yang berderetan dengan empat Ruko terbakar.

“Ada saksi di situ yang lihat percikan api berasal dari kabel. Ada betulnya juga karena kabel sudah tak layak dipakai. Selain itu, bangunan sudah tua, jadi muda terbakar. Untuk sementara dugaan karena korsleting,” ucapnya.
Disinggung mengenai hasil Laboratorium Forensik Makassar, mantan Kasat Reskrim mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum mendapatkan hasil Labfor.

“Mereka (Labfor, red) belum kirim, mungkin masih mendalami. Kita juga sudah siapakn berkas-berkas lain jika Labfor memerlukan kita akan kirim. Kalau sudah ada nanti saya sampaikan,” tutupnya.

Untuk diketahui, EMPAT unit rumah toko (Ruko) di Batu Merah, tepatnya di areal Blok M, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Senin, 16 Juli, sekira pukul 16.30 WIT, terbakar.

Dari empat ruko ini, tiga ruko ludes dilahap si jago me­rah, sementara satu ruko lain­nya hanya sebagain saja yang terbakar. Kebakaran di­duga akibat hubungan arus pen­dek yang berasal dari salah satu toko. Menurut keterangan sa­lah seorang saksi Munawir (29) Pemilik Toko Faizah (Blok M No 10, saat kejadian dirinya sedang makan di lantai tiga tokonya.

Dia kemudian didatangi oleh penjaga tokonya dan menyampaikan bahwa ada kebakaran di Toko Dua Putri Blok M No 8, yang berseblahan dengan tokonya. Sehingga dia langsung turun ke lantai dasar dengan maksud hendak melihat ke toko sebelah. Saat tiba di lantai dasar, Munawir melihat ternyata di Toko Hadi Utama Blok M No 9 sudah full dengan asap tebal, sehingga dia balik ke lantai 3 tolonga dan mengambil surat-surat lenting dan langsung keluar dari toko bersama dengan keluarganya.

Menurut keterangan saksi lainnya Imran (42) pada saat sementara berjualan di tokonya, tiba-tiba dia melihat kumpulan asap tebal dari atas Ruko (Grosir Pakaian) milik Bapak.H.Tati, sehingga Saksi langsung meneriaki warga sekitar untuk melihat kumpulan asap tersebut dan setelah dilakukan pengecekan oleh warga setempat ternyata kumpulan asap tersebut timbul karena terjadi kebakaran yang dengan cepat membesar, sehingga warga setempat berbondong-bondong memadamkan api dengan alat seadanya sambil menghubungi Pemadam Kebakaran Kota Ambon.

Sedangkan keterangan dari saksi yang juga menjadi korban Hardiyanti bahwa pada saat kejadian dirinya sedang memasak di lantai 3, secara tiba-tiba melihat kumpulan asap yang naik ke lantai 3 tempat dia memasak.

Dan karena melihat asap tebal dia tidak dapat bernafas dengan baik serta merasakan panas yang menyengat karena api yang mulai membesar. Korban secara terus menerus meminta tolong sehingga masyarakat yang mengetahui keberadaannya menghimbau agar dia meloncat ke bawah melalui jendela bagian bela­kang yang pada saat itu juga warga sudah bersedia menolong dengan beralas kasur sehingga korban langsung meloncat dan langsung dilarikan ke RS.Bayangkara untuk mendapat perawatan medis.

Pantauan koran ini proses pemadaman sem­pat mengalami kendala di tempat kejadian per­kara (TKP), karena banyaknya warga disekitar loka­si kejadian sehinggga sulit akses jalur jalan yang masuk ke wilayah itu membuat api semakin membesar. Beruntung sekira pukul 17.25 WIT, datang mobil Water Canon milik Polda Maluku, dan mulai memadamkan api tersebut dan baru bisa dipadamkan sekira pukul 19.30 WIT. (AAN)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top