NEWS UPDATE

Kejari Sesalkan Kinerja Inspektorat Pemkot Ambon

Balai Kota Ambon

Hasil Audit Kerugian ADD Urimessing Dari Tahun 2017 Tak Kunjung Terbit

TIM Penyelidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Ambon menyesalkan kinerja Tim Auditor Inspektorat Pemerintah Kota Ambon. 

Sebab, sejak tahun 2017 hingga saat ini pihak Inspektorat tak kunjung menerbitkan hasil audit kerugian keuangan negara dugaan penyelewengan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) Urimessing, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, tahun 2016.

“Di tahun 2018, kami sudah tiga kali menyurati pihak Inspektorat Pemkot Ambon untuk mempertanyakan hasil audit dugaan penyelewengan DD dan ADD Urimessing, namun sampai saat ini balasan suratnya belum juga dibalas. Jadi, kami sifatnya masih menunggu,” keluh Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejari Ambon Sunoto, saat dikonfirmasi koran ini, di ruang kerjanya, Selasa, 29 Januari 2019.

Dijelaskan, kepentingan hasil audit tersebut, selain untuk mengetahui ada tidaknya perbuatan yang menyebabkan kerugian keuangan negara, juga sebagai alat bukti guna dilakukan penetapan tersangkanya.

“Hasil audit ini sangat penting untuk kita ketahui ada tidaknya perbuatan tindak pidana korupsinya. Selain itu juga sebagai pendukung dua alat bukti guna dilakukan penetapan tersangkanya,” jelas Sunoto.

Sebagaimana diberitakan koran ini sebelumnya, dari serangkaian penyelidikan didukung dengan sejumlah bukti-bukti dokument yang disita hingga pada On The Spot di lima dusun di Negeri Urimessing, serta dari pemeriksaan saksi pemilik Toko Lee (toko bangunan) Buce Salakay, terungkap bahwa Kaur Kamtibum Pemerintah Desa Urimessing, Sony alias Nixen selaku pelaksana kegiatan, diduga telah melakukan tindak pidana Mark Up atas pembelian alat-alat tukang menggunakan anggaran ADD dan ADD.

Kepada Jaksa Penyelidik, Buce Salakay, mengaku bahwa saat membeli alat-alat tukang di tokonya tahun 2016 lalu, Sony alias Nixen meminta kepadanya untuk menaikkan harga satu item barang sebesar Rp 300 ribu pada nota pembelian, dengan alasan untuk biaya transportasi dan uang makan.

Berdasarkan peruntukannya yang tertera pada laporan pertanggung jawaban, pengadaan alat-alat tukang yang telah habis dibelanjakan oleh Sony alias Nixen sebesar Rp 80.999.000 itu, seharusnya dibagikan kepada 10 kelompok di Desa Urimessing. Namun realisasinya hanya dibagikan kepada delapan kelompok saja. Dua kelompok dikategorikan fiktif. (RIO)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top