ADVETORIAL

Kembangkan Madrasah, Penmad Kemenag Gandeng FMIPA Unpatti

Bidang Pendidikan Madrasah (Penmad) Kementerian Agama Provinsi Maluku segerah mejalin kerja sama bersama Fakultas MIPA Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon dalam rangka pengembangan madrasah termasuk didalamnya pengembangan kompetensi  guru-guru madrasah.

Rencana kerja sama itu akan segera ditindaklanjuti dengan melakukan penandatangan Nota Kesepahaman pada 20 Februari mendatang.

Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Madrasah M. Hanafi Rumatiga mengatakan, pentingnya hubungan kerjasama yang dibangun bersama FMIPA Unpatti Ambon. 

Melalui kerjasama itu, para guru madrasah diberikan keleluasaan untuk pemanfaatan jurnal FMIPA Unpatti Ambon guna mengeksplore penilitian mereka. 

Guru madrasah juga dapat memanfaatkan Laboratorium FMIPA sekaligus nantinya dibentuk forum guru-guru MIPA Madrasah di Kota Ambon untuk dilakukan semacam program klinik bagi guru. 

Program klinik ini dibentuk guna mengetahui sejauh mana pemahaman guru terhadap bidang studi yang diampuh sehingga distorsinya mereka dapat melakukan perbaikan-perbaikan penguatan terhadap bidang yang mereka geluti.

“Kerjasama ini bertujuan mengakomodir kreatifitas guru untuk mengembangkan potensi dan kemampuan mereka dalam bentuk tulisan karya ilmiah pada jurnal yang disediahkan FMIPA baik berskala nasional maupun internasional,”ujar Rumatiga, Kamis 14 Februari 2019.

Tak hanya itu, kata Rumatiga, pihak FMIPA Unpatti Ambon juga bersediah melakukan pembimbingan terhadap guru madrasah terkait dengan persiapan Olimpiade. Ini penting, sehingga dalam gelaran Olimpiade FMIPA peserta asal madrasah dapat maksimal melibatkan diri.

“Diharapkan, setelah kerjasama ini berjalan maka guru-guru madrasah dapat berperan aktif mengasa dan meningkatkan kemampuan mereka terutama dalam menghasilkan karya -karya ilmiah,”harap Rumatiga.(CIK)

 

Ratusan Guru Madrasah Ikut Workshop PTK

Ratusan guru madrasah yang berada pada tiga zona yakni zona I Kota Ambon, zona II Maluku Tengah di Kecamatan salahutu dan zona III di Kota Masohi mengikuti workshop Pemahiran  Penilitian Tindakan Kelas (PTK). 

Workshop ini sendiri merupakan bentuk kerjasama Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Maluku dengan Universitas Negeri Islam Malang (UNISMA) dalam rangka memacu para guru madrasah membiasakan diri melakukan penilitian-penilitian dikelas  sekaligus memberikan dorongan kepada mereka membiasakan diri menulis dalam bentuk publikasi ilmiah apakah itu melalui jurnal, membuat buku dan sebagainya disamping sebagai syarat untuk melakukan pengajuan kenaikan pangkat.

Workshop yang melibatkan langsung pemateri dari UNISMA Malang ini berlangsung selama tiga hari berturut terhitung pelaksanaannya  pada Senin 11 Februari di MTsN Ambon (zona I), Selasa 12 Februari di MAN 1 Maluku Tengah,  Tulehu (zona II) dan Rabu 13 Februari di MTsN 2 Maluku Tengah, Masohi (zona III).

Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Maluku M. Hanafi Rumatiga mengatakan, tujuan penting workshop PTK bagi guru madrasah selain sebagai bentuk sayarat pengajuan kenaikan pangkat, memiliki peran utama yakni mendorong para guru madrasah untuk meningkatkan kemampuan dan kompetensinya menulis artikel dalam rangka publikasi ilmiah maupun melakukan penilitian-penilitian sederhana berupa penelitian tindakan kelas.

“Jadi penilitian tindakan kelas ini penting dilakukan. Sebab, melalui penilitian ini guru dapat mengukur sejauh mana satu persoalan yang ditemukan sehingga nantinya ada perbaikan-perbaikan yang tentunya berimbas bagi peningkatan kualitas mutu,”ujar Rumatiga.

Dia berharap, dengan mendapatkan materi-materi yang sudah diberikan narasumber tersebut para guru dapat mengimplementasikannya baik untuk menulis karya ilmiah, melakukan penilitian di kelas dan atau membuat buku.

“Inti utamanya adalah bagaimana guru itu dapat berkembang yang sudah tentunya memberikan dampak bagi pengembangan mutu dan kualitas siswa disekolah, selain sebagai bentuk pengumpulan angka kredit,” harap Rumatiga.(CIK)

 

MTsN 1 Malteng Persiapkan Siswa Hadapi MTQ Tingkat Kecamatan

Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Maluku Tengah di Tulehu, terus melakukan pembinaan intensif mempersiapkan siswanya dalam rangka perhelatan Musabbaqah Tilawatil Qur”an (MTQ) Tingkat Kecamatan salahutu yang bakal digelar dalam waktu dekat ini.

Pembina Rohis MTsN 1 Maluku Tengah M. Farid Umarella mengungkapkan, peserta asal MTsN 1 Malteng dipastikan terlibat dalam beberapa mata lomba. 

Diantaranya  Fahmil Qur”an,   Syarhil Qur’an, Pidato, Tilawatil Qur”an, Hifdzil Qur”an  serta Tartil Qur”an. Fahmil Qur’an diikuti sebanyak 4  Group dengan masing-masing group sebanyak 3 peserta,  Syahril Qur”an 2 gorup masing-masing group 3 orang, Tilawatil Qur’an 5 peserta, Tartil Qur’an 10 peserta dan Hifjil Qur’an 1 peserta.

“Peserta ini berasal dari kelas 7,8 dan Kelas 9,”ujar Umarella, Kamis 14 Februari.

Dijelaskan, proses pembinaan yang dilakukan bukan hanya untuk menjemput momen MTQ tetapi lebih dari itu mereka disiapkan sebagai cikal-bakal menjadi Da”i, Da”iah yang nantinya memiliki peran penting didalam masyarakat.

“Memang jauh sebelum itu kami sudah memiliki konsen mendidik siswa MTsN 1 Malteng sebagai generasi penerus bangsa yang berilmu, beriman dan bertaqwa. Sehingga kelak keluar dari madrasah mereka punya pegangan hidup atau paling tidak dapat diimplementasikannya ditengah-tengahn masyarakat,” tutur Umarella.

Dirinya optimis, melalui pembinaan intensif yang diberikan,  siswanya dapat meraih prestasi atau unggul dalam perhelatan MTQ tersebut.

“Kita punya riwayat prestasi yang sangat luar biasa. Tentu dengan dasar ini, kami sangat optimis bahwa peserta MTsN 1 Malteng dapat kembali meraih kemenangan dan bisa pula mendapatkan tiket untuk menuju ke perhelatan tingkat kabupaten maupun provinsi nantinya.

”Ya kami berharap dalam melakukan penilaian juri lebih objektif  sehingga tidak menimbulkan kecemburuan-kecemburuan,”harap Farid Umarella.(CIK)

 

MIN 5 Malteng Siapkan Siswa Hadapi Ujian

Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Maluku Tengah di Tulehu, terus konsen mempersiapkan siswanya dalam rangka menghadapi pelaksanaan Ujian Nasional mendatang. Berbagai pembinaan dan pendalaman materi terus diberikan melalui les tambahan. Hal ini diungkapkan Kepala MIN 5 Maluku Tengah, Ahmad Seknun, Selasa 12 Februari

Dikatakan proses persiapan yang sudah diberikan ini akan kembali dievaluasi melalui pelaksanaan try out. 

Tujuannya mengetahui sejauhmana kemampuan siswa dalam menyerap materi-materi yang sudah diberikan itu.

“Nanti ada try out. Nah, try out ini dilakukan untuk mengukur sejauh mana kemampuan siswa dalam menguasai materi ujian.”ujar Seknun.

Meski demikian, Seknun belum memastikan kapan dilaksanakan try out sebab untuk melaksanakannya butuh dilakukan pembuatan soal-soal try out yang nantinya melibatkan sekolah lain dibawah kendali rayon.

“MIN 5 adalah induk dari rayon sehingga untuk pembuatan soal ujian maka dibutuhkan rapat koordinasi bersama perwakilan dari sekolah-sekolah itu. Jika rapat sudah dilaksanakan tentu ada tindaklanjut penetapan pelaksanaan try out,” kata Seknun.

Dia berharap, melalui berbagai persiapan yang sudah dilakukan dapat didorong dengan dengan peran aktif orang tua dirumah.

“Perlu kami ingatkan lagi. Bahwa anak-anak hanya memiliki beberapa jam untuk mendapatkan pembinaan di sekolah. selain itu siswa waktunya dirumah.Olehnya fungsi kontrol orang tua sangatlah penting dalam mengawal anak saat berada dirumah,”harap Seknun.(CIK)

 

Siswa MTsN 3 SBT Tolak Rayakan Valentine Day

Perayaan Valentine Day biasanya kerap dilakukan kaula muda didaerah ini. Berbagai cara,  mulai dari saling menyerahkan bunga hingga kegiatan lain menjadi kesan tersendiri. Namun tidak bagi siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 3 Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT).  

Mereka menolak keras merayakan Valintine Day dengan melakukan aksi damai dihalaman madrasah mengajak seluruh generasi mudah Islam untuk tidak ikut-ikutan merayakannya. Aksi yang dilakukan ratusan siswa madrasah itu mendapat pujian dari berbagai pihak.

Kepala MTsN 3 SBT Ny. Siti Mutia Khow memberikan apresiasi atas antusias siswa yang dengan kesadaran diri menolak merayakan Valintine Day pada puncaknya Kamis 14 Februari kemarin. 

Ia mengatakan, sudah sepantasnya sebagai generasi muslim menolak keras. Sebab, didalam Islam merayakan Valintine Day hukumnya haram.

Menurut Mutia, ditengah mudahnya akses informasi saat ini banyak anak-anak yang terjerumus ke hal-hal negatif. Salah satunya,  ikut-ikutan dalam merayakan Valintine Day.

Ini tentu berimbas dari minimnya pelurusan informasi yang disampaikan kepada mereka baik itu orang tua maupun guru-guru di sekolah.

“Jadi kami ambil inisiatif untuk memberikan pandangan-pandangan tentang ajaran Islam yang melarang untuk merayakan Valintine Day. Ini penting agar mereka tahu persis bahwa merayakan Valintine Day hukumnya haram bagi umat Islam. Dan Alhamdulillah mereka dengan kesadaran diri menggelar aksi menolak sekaligus mengajak generasi muda lain di Maluku khususnya  di kabupaten SBT untuk tidak merayakan,” tuturnya.

Dijelaskan, seruan itu bertujuan mengajak generasi muda Islam di Maluku secara umum agar tidak mau ditipu dengan budaya barat yang mengatasnamakan kasih sayang serta menyimpang dari ajaran agama Islam. Sebab, Valintine Daya cenderung digunakan sebagai hari maksiat.

“Islam memang mengajarkan tentang kasih sayang tetapi memiliki arah yang jelas. Ada tata cara mengutarakan kasih sayang kepada lawan jenis bukan seperti yang dilakukan pada Valintine Day. Orang Pintar Menolak Valintine Day, Kami Muslim Menolak Valintine Day, ini selogan sentral aksi demo,” jelas Mutia.

Dia berharap, aksi penolakan yang dilakukan siswa MTsN 3 SBT ini kedepan juga diikuti oleh madrasah-madrasah lain di Maluku.

“Ya kami berharap, semua pengelola madrasah memiliki pandangan yang sama bahwa penting untuk meluruskan informasi dan sejarah lahirnya Valitine Day yang selama ini tidak banyak diketahui generasi muda Islam. Butuh dijelaskan, Islam tidak menghendaki Umatnya ikut-ikutan merayakan Valintine Day itu,” harap Sitti Mutia Khow.(CIK)

 

Nurdin Marasabessy: PTK Tidak Hanya Sekedar Mengejar Kenaikan Pangkat

Pelaksanaan Workshop pemahiran Peniltian Tindakan Kelas (PTK) zona II yang berlangsung di MAN 1 Maluku Tengah di Tulehu pada Selasa 12 Februari kemarin, tidak hanya sekedar untuk mengejar kenaikan pangkat, namun poin penting dari kegiatan tersebut adalah bagaimana upaya perbaikan proses pembelajaran dikelas yang dilakukan setiap guru madrasah.

”Jadi sasaran utama dari workshop PTK itu adalah mengevaluasi permasalahan dikelas yang dihadapi setiap guru misalnya respon siswa terhadap pembelajaran maupun ketuntasan yang dicapai. Lebih dari itu, pengembangan diri. Nah, jika PTK ini mampu direalisasikan dengan baik tentu berbagai persoalan yang ditemui dapat dicarikan solusinya,”ujar Kepala MAN 1 Maluku Tengah, Nurdin Marasabessy, Selasa 12 Februari 2019.

Menindaklanjuti workshop itu, kata Marasabessy perlu adanya waktu khusus yang diprogramkan melalui forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) agar keterlibatan semua guru bisa lebih mudah mendeteksi berbagai permasalahan sehingga dapat dipecahkan secara berkelompok.

“Prinsipnya dengan adanya kegiatan ini kami bisa melakukan evaluasi dalam rangka memperbaiki kualitas pembelajaran dan kualitas mutu siswa untuk mendongkrak kualitas sekolah,”kata Marasabessy sembari menambahkan, dorongan itu agar guru-guru yang ada di MAN 1 Malteng tidak melek terhadap pelaksanaan PTK.

Marasabessy lantas berharap, melalui materi yang disampaikan narsumber dapat menggeser stigma guru bahwa PTK bukan ansih mengejar kenaikan pangkat, tetapi lebih penting adalah fokus ke perbaikan masalah dalam proses pembelajaran.

“Kalau PTK ini direalisasikan dengan maksimal otomatis berdampak terhadap perbaikan semangat pembelajaran, tentu pula kebutuhan kenaikan pangkat terpenuhi. Jika, sekedar hanya untuk mengejar kenaikan pangkat  maka perbaikan pembelajaran tidak tercapai,” harap Marasabessy.(CIK)

 

Tiga Madrasah Segera Di Launching Penegeriannya

Tiga madrasah swasta di Maluku masing-masing MTs Al-Hidayah Liang, MTs Nadil Ulum, Iha Kabupaten Maluku Tengah dan MTs Tutuktolu Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) dalam bulan ini segera dilaunchingkan penegeriannya. 

Rencana Launching ketiga madrasah tersebut dilakukan langsung Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Maluku, Fesal Musaad.

Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Madrasah M. Hanafi Rumatiga menjelaskan, proses launching terhadap tiga madrasah tersebut akan berlangsung pada tanggal yang berbeda. MTs Al-Hidaya Liang, Kecamatan Salahutu dialihkan statusnya menjadi MTsN 6 Malteng dan dilaunching pada tanggal 19 Februari, MTs Tutuk Tolu Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) dialihkan statusnya menjadi MTsN 6 SBT dan dilaunching pada tanggal 25 Februari, MTs Nadil Ulum Iha, dialihkan statusnya menjadi MTsN 5 Maluku Tengah dan dilaunching pada tanggal 28 Februari 2019, mendatang.

Menurut Rumatiga, dengan dialihkan tiga madrasah swasta  menjadi madrasah negeri  ditahun ini maka jumlah total madrasah yang berhasil dinegerikan kurun waktu 2018-2019 sebanyak 5 madrasah. Itu artinya jumlah satker Madrasah negeri bertambah.

“Kami sudah berkoordinasi dan masing-masing madrasah sudah siap untuk acara launchingnya,”tutur Rumatiga.

Bagi Rumatiga, pengalihan status madrasah swasta ke madrasah negeri memberikan efek positif terhadap pengembangan madrasah kedepan. 

Sebab, madrasah swasta yang sebelumnya dikelola Yayasan dialihkan untuk dikelola langsung oleh Negara melalui Kementerian Agama. 

Otomatis, pemenuhan kebutuhan fasilitas maupun anggaran ditangani langsung negara.

“Karena sudah menjadi milik negara, maka 100 persen akan diperhatikan Kementerian Agama,” tutup Hanafi Rumatiga.(CIK)

 

Guru MTsN 1 Malteng Juara Umum Lomba Tenis Meja Tingkat Kota Ambon

Haeruddin Mansyur, guru Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Maluku Tengah di Tulehu, berhasil  keluar sebagai juara umum kategori tunggal putra dalam lomba Tenis Meja Tingkat Kota Ambon yang digelar Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia ( PTMSI) Kota Ambon Pada Jumat 8 Februari lalu di SMKN 7 Ambon. Guru bidang studi Bahasa Inggris ini mampu membuktikan kepiawaiannya. Alhasil, rival-rival tanding dikelasnya mampu ditumbangkan dan berhasil menduduki puncak juara umum. Dia lantas berhak mendapatkan piala, bonus dan sertifikat.

Saat ditemui, Haeruddin mengungkapkan, kerap berpartisipasi pada setiap ivent yang digelar.  Meski sebagai atlet Tenis Meja, dia tidak pernah berhenti mengasa kemampuannya lewat berbagai latihan. Sebab, melalui latihan itu dapat meningkatkan ketangkasan dan kemampuan sebelum akhirnya merebut juara.

“Memang kita harus terus berlatih dan saya melakukan itu. Apalagi lawan-lawan yang dihadapi kemampuannya juga terukur. Tanpa latihan, tentu bukan apa-apa,”ungkap Haeruddin.

Haerudin yang  juga termasuk salah satu pengurus National Paralympic untuk orang cacat ini, berharap muncul generasi-generasi Petenis Meja baru terutama di MTsN 1 Maluku Tengah agar kedepan bisa berpartisipasi dalam perlombaan yang digelar.

“Lomba itu merupakan agenda tahunan.Nah, semoga kedepan ada atlet-atlet baru yang muncul dari MTsN 1 Maluku Tengah untuk mewakili almamater ini,” harapnya.(CIK)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top