AMBONESIA

Kepala Badan BPBD Imbau Warga Siaga Bencana

RakyatMaluku.com – KEPALA Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ambon, Demmy Paays, meminta kepada masyarakat di Kota Ambon, khususnya yang bermukim di sekitar kawasan lereng dan bantaran sungai, untuk tetap waspada terhadap potensi longsor dan banjir. Hal ini disampaikan Demmy, kepada Rakyat Maluku, Sabtu, 19 Mei 2018.

Pasalnya, pasca Kota Ambon dilanda musim hujan, hingga hari ini BPBD Kota Ambon telah mencatat beberapa titik di Kota Ambon terjadi bencana longsor yang diakibatkan karena intensitas hujan yang tinggi melanda Kota Ambon.

Tak hanya terhadap longsor, dalam menyikapi cuaca ekstrem di wilayah pulau Ambon serta potensi yang akan ditimbulkan, Demmy juga mengingatkan warga yang bermukim di bantaran sungai untuk waspada terhadap potensi banjir. Karena, jika intensitas hujan yang tinggi itu sangat berpotensi terjadi banjir.

“Warga yang bermukim di lereng bukit serta bantaran sungai yang diminta untuk siaga mengantisipasi tingginya intensitas hujan yang akan terjadi beberapa waktu mendatang, serta menghindar dari titik lokasi rawan bencana ke tempat yang aman,” ujar Demmy.

Kata dia, curah hujan di Kota Ambon pada Mei hingga Juli mendatang ini cukup tinggi. Dan karena itu, warga diminta waspada dan rutin membersihkan lingkungan sekitar. Sebab, hujan dengan intensitas tinggi akan berdampak pada terjadinya longsor dan banjir.

Warga juga diminta untuk memperhatikan selokan dan jalur air, serta tidak membuang sampah ke sungai dan lereng gunung. Masyarakat harus siaga jangan lengah menghadapi ancaman bencana alam, mengingat intensitas hujan pada beberapa bulan ke depan tinggi dan berpotensi dalam tenggat waktu lama.

Demmy menjelaskan, beberapa gejala yang harus diketahui warga untuk mewaspadai terjadinya bencana, seperti air sungai yang secara mendadak mengeruh, terjadinya retak pada tanah, batu kecil berjatuhan dari perbukitan dan tanah menjadi bergetar. “Jika menemukan beberapa gejala tersebut di musim hujan, maka diharapkan untuk meningkatkan kewaspadaan. Kalau perlu langsung mengungsi ke daerah yang aman, agar tidak terjadi bencana,” jelasnya.

Dikatakan, ada beberapa titik bencana yang telah didata sesuai laporan yang disampaikan oleh masyarakat di masing-masing lokasi kejadian. Dimana, pada Jumat (17/05/2018) kemarin terjadi longsor di kawasan Galunggung, Batu Merah kecamatan Sirimau, negeri Urimessing dan Silale kecamatan Nusaniwe.

Sementara yang terjadi hari ini, itu di Halong Batu-batu dan juga Halong Baru, yang mana terjadi longsor dan menimbun rumah warga. Selain itu, terjadi longsor di kawasan Skip, dan yang sedikit parah itu di Negeri Naku kecamatan Letisel yang hampir memutuskan jalan di kawasan tersebut.

“Saat ini kita lebih memprioritaskan longsor di Naku, sebab itu merupakan fasilitas umum dan akses bagi masyarakat. Sehingga kita akan berupaya untuk membangun jembatan darurat agar kendaraan disana bisa melewati kawasan itu seperti biasa,” kata Demmy.

Dikatakan, pihaknya akan terus memantau situasi kedepan. Pihaknya juga telah menyiapkan petugas untuk menindaklanjuti laporan dari masyarakat melalui posko di kantor BPBD Karang Panjang Ambon.

“Petugas siaga di kantor langsung meres pons jika ada laporan bencana dari masyarakat. Masyarakat yang terancam longsor juga dapat mengambil terpal di kantor BPBD,” kata dia. (R1)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top