HUKRIM

Kerugian Proyek Speed Boat Di BPJN Maluku Rp 1,6 M, Jaksa Tetapkan PPK & Kontraktor Sebagai Tersangka

RakyatMaluku.com – TIM Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku resmi menetapkan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) inisial Z.A dan Direktur CV. Damas Jaya inisial A.M.M, sebagai tersangka korupsi proyek pengadaan dua unit Speed Boat pada Balai Pelaksana Jalan dan Jembatan Nasional (BPJN) Wilayah XVI Maluku dan Maluku Utara (Malut) tahun anggaran 2015.

Menurut Kepala Seksi Penyidik (Kasi Dik) Kejati Maluku Abdul Hakim, penetapan kedua tersangka itu dilakukan setelah Tim Jaksa Penyidik bersama Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Maluku M. Rudi menggelar ekspose perkara bersama Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Maluku Triyono Haryanto.

“Setelah dilakukan ekspose perkara hari ini (kemarin, red), Penyidik resmi menetapakan PPK dengan inisial Z.A dan Kontraktor dengan inisial A.M.M sebagai tersangka. Tentunya penetapan tersangka ini didasarkan dua alat bukti yang kuat,” ucap Hakim, kepada wartawan, di ruang kerjanya, Selasa, 18 September 2018.

Dijelaskan, dari hasil penyelidikan dan penyidikan, Jaksa Penyidik menemukan kerugian keuangan negara sementara dalam pekerjaan pengadaan dua unit Speed Boat pada BPJN Wilayah XVI Maluku dan Malut ta­hun anggaran 2015 sebesar Rp 1,6 miliar lebih dari total anggaran pro­yek sebesar Rp 4 miliar lebih.

“Hasil audit kerugian keuangan ne­gara oleh ahli perkapalan belum ada, namun hasil perhitungan semen­ta­ra oleh Jaksa Penyidik ditemukan ke­rugian Rp 1,6 miliar lebih,” jelas Hakim Untuk diketahui, pada tahun 2015 BPJN Wilayah XVI Maluku dan Maluku Utara mendapat alokasi dana sebesar Rp 4 miliar lebih.

Dana tersebut diperuntukan bagi pengadaan dua unit speed boat yang ditangani oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) inisial Z.A. Setelah melalui proses pelelangan, CV. Damas Jaya dengan direkturnya inisial A.M.M dinyatakan sebagai pemenang.

Dalam perjalanannya, CV Damas Jaya tidak mengerjakan proyek tersebut sesuai dokumen. Dimana dalam dokumen kontrak disebutkan kedua unit speed boat tersebut haruslah dibuat atau dibangun. Namun CV. Damas Jaya selaku rekanan proyek tersebut malah membeli dua unit speed boat yang sudah jadi.

Kedua unit speed boat tersebut dibeli CV. Damas Jaya seharga Rp 1,2 miliar per unitnya. Jadi total anggaran yang digunakan CV. Damas Jaya guna membeli dua unit speed boat tersebut adalah sebesar Rp 2.4 miliar. Sisanya sebesar Rp 1,6 miliar lebih tidak dapat dipertanggung jawabkan oleh Direktur CV. Damas Jaya. (RIO)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top