PRO PILKADA

Ketua NasDem MTB Kembali Digoncang Prahara

RakyatMaluku.com – GOTLIEF Siletty Ketua DPD NasDem Maluku Tenggara Barat (MTB) kembali diguncang parahara. Setelah sebelumnya dituduh menggunakan cara-cara yang tidak fair untuk mendapatkan kursi di DPRD kabupaten itu 2014 lalu, kini Siletty kembali diguncang sejumlah persoalan.

Persoalan yang dimunculkan jelang pesta demokrasi pemilihan legislatif 2019 antara lain, kasus perempuan dimana dia diduga memerintahkan salah satu wanita yang terindikasi sebagai idaman lain untuk menggugurkan kandungan serta kasus kekerasan di karaoke dan dugaan penggelapan dana pembangunan gereja.

Hal ini diperparah dengan kekisruhan di kubu DPD NasDem MTB antara dirinya dengan mantan Sekretaris DPD Jonas Solmeda yang dipecat dan akhirnya dicopot dari daftar calon sementara tingkat DPRD kabupaten di partai itu.
Mantan sekretaris DPD NasDem MTB itulah yang kemudian melaporkan Siletty. Sayangnya, terkesan Siletty dilindungi oleh DPW Nasdem Maluku.

Sekretaris DPW NasDem Maluku, Neles Sidubun justru menuding Somede mencari-cari kesalahan Siletty karena dipecat dan tidak diakomir dalam DCS.

Sedubun mengungkapkan bahwa, kebijakan yang ditempuh Nasdem untuk melakukan pemecatan Solmeda, dilakukan setelah mantan sekretaris DPD tersebut menghilang sejak mengikuti kegiatan persentase panjaringan Bacaleg Dari kabupaten /kota Partai Nasdem di Kota Ambon, tepatnya di Hotel Marina Pada bulan Mei 2018 lalu.
Bahkan raibnya Solmeda tanpa kabar ini, sempat juga ditanyakan keluarganya di MTB ke Pimpinan Wilayah Partainya di Ambon.

Dikatakan, dengan menghilangnya Solmeda, maka tugas-tugas partai Nasdem di Kabupaten MTB menjadi terhambat, bahkan ketika Partai melakukan komunikasi dengannya tetap masih menemui jalan buntu.

Menyikapi kekosongan tersebut, maka DPW Nasdem Maluku mengusulkan ke DPP Nasdem di Pusat untuk segera melakukan pergantian, pasalnya posisi sebagai ketua dan sekretaris harus bertanggung jawab penuh terhadap proses ini, sehingga proses pergantian tersebut bukan dilakukan oleh DPD Nasdem MTB tetapi oleh DPW yang diusulkan Ke DPP di Jakarta.

Sedubun juga menolak jika dituding bahwa, proses pergantian ini karena adanya Skenario DPD untuk menjatuhkan Solmeda, yang disinyalir karena persaingan suara, karena pergantian pada posisi sekretaris, karena persoalan yang sama juga dilakukan terhadap sekretaris Nasdem Maluku Barat Daya (MBD).

Bahkan terkait pencalonan Solmeda di Legislatif, Sedubun menandaskan, mantan Sekretaris itu namanya tetap dipertahankan sebagai Bacaleg MTB hanya saja hingga saat ini berkas dari Solmeda tidak ada sehingga Partai tidak mungkin mengusulkan orang yang tidak memasukan berkasnya.

Sayangnya terkait prahara moralitas Ketua DPD Nasdem MTB, Gotlief Siletty, Sedubun menolak berkomentar.
Solmeda dalam konfirmasinya kemarin menyatakan bahwa alasan hilangnya komunikasi antara dirinya dengan pucuk pimpinan Wilayah di Ambon adalah murni karena musibah, yakni terlambat pesawat dan Hanphone miliknya hilang tenggelam di laut Seram. Ditambahkannya, saat itu Ia mendampingi teman-temannya untuk sosilisasi dan konsolidasi Cagub Baileo di Pulau Nusaina tersebut, tepatnya di Bulan Mei 2018 kemarin.

Bahkan Solmeda kembali menuding pernyataan Sedubun sebagai Pengurus Wilayah Nasdem Maluku sebagai keberpihakan DPW kepada Ketua DPD Nasdem MTB , Godlief Siletty didasari oleh kuatnya secara finansial ketua DPD Nasdem tersebut.

“Gotlif kan anggota DPRD aktif, sementara saya hanya rakyat jelata, karena itu, ketika saya ada cela sedikit langsung disetujui oleh Pimpinan Wilayah, sehingga dieksekusi secara sepihak,” tuding Solmeda.

Bahkan secara Gamlang Solmeda membuka kedok, settingan Gotlif Siletty, yang sengaja menyingkirkan dirinya karena takut tersaingi, pasalnya Solmeda jika ditetapkan sebagai Bacaleg Nasdem MTB 2019, akan menjadi rival berat bagi Siletty , karena mereka berdua akan bertarung di Dapil yang sama. (NAM)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top