LINTAS DAERAH

KMP Bahtera Siap Layari Banda dan Tual

RAKYATMALUKU.COM – AMBON,- Pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan akhirnya merealisasikan usulan Gubernur Maluku Murad Ismail, dengan mengirimkan bantuan berupa satu unit KMP Bahtera Nusantara 02 dari Surabaya, dan telah tiba di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon pada Sabtu, 24 Oktober malam.


Kedatangan kapal tersebut disambut langsung oleh Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Maluku, M. Ali Malawat, dan Pelaksana tugas (Plt) Direktur Utama (Dirut) PD Pancakarya, Rusdi Ambon.

Informasi yang berhasil dihimpun, KMP Bahtera Nusantara 02 bertolak dari Surabaya pada Selasa, 20 Oktober 2020 sekitar pukul 22.00 Wib, dan tiba di Ambon pada Sabtu pukul 23.00 Wit.

Kapal dengan panjang 71 meter, lebar 14 meter, bobot 1500 GT itu, direncanakan akan melayari Ambon-Banda-Tual. Namun sebelum beroperasi, kapal tersebut terlebih dulu akan diresmikan oleh Gubernur Maluku Murad Ismail dalam waktu dekat ini.

Plt Dirut Pancakarya, Rusdi Ambon, kepada wartawan mengaku, pihaknya diberikan kepercayaan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) untuk mengoperasikan kapal jenis roro itu. “Panca karya yang di percayakan mengelola kapal ini. Untuk lebih lanjut nanti akan kami sampaikan ke publik secara resmi,” katanya.

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi III DPRD Maluku Ayu Hasanussy, menilai kehadiran KMP Bahtera Nusantara 02 akan sangat membantu pemerintah daerah dan masyarakat, terutama mereka di daerah yang menjadi rute kapal.

Dikatakannya, meski hanya baru tiga rute tetapi harus dapat dimanfaatkan secara baik oleh masyarakat, baik Banda, Maluku Tengah, maupun Kota Tual dan Maluku Tenggara.

Sebab, persoalan tranportasi di Maluku tidak saja pada daerah tertentu, tetapi hampir semua daerah mengeluhkan yang sama. Ini sebabnya pemerintah daerah terus berupaya untuk melakukan lobi bantuan kapal ke pemerintah pusat. “Kan selama ini untuk jalur kapal ke daerah-daerah itu sering sulit. Sehingga dengan kehadiran yang ada ini diharapakan bisa menjawab kebutuhan mereka. Masyarakat di daerah lain juga masih mengeluhkan hal yang sama,” tutur Ayu.

Kapal tersebut, lanjut Ayu, juga diharapkan secepatnya bisa beroperasi, sehingga penumpang yang ingin kembali di kampung halaman tidak lagi merasa kesulitan. “Harapannya seperti itu, setelah diresmi selanjutnya dioperasikan. Jangan lagi tunda- tunda,” ungkap dia. (RIO)


======================
--------------------

Berita Populer

To Top