NEWS UPDATE

KNPI Dan SBSI Minta Cawapres 2019 Berasal Dari Indonesia Timur

Faisal Saihitua - Muhammad Sahwan Arey

Rakyatmaluku.com – SETELAH menerawang kekuatan masing-masing calon presiden (cap­res) 2019, yakni petahana Joko Widodo yang akrab disapa Jokowi dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, kini lembaga survei dan pengamat politik mulai disibukkan dengan menerawang siapakah calon wakil presiden (cawapres) yang layak mendampingi keduanya.

Sampai sejauh ini nama-nama yang masuk dalam radar cawapres 2019 diantaranya Ketua MPR H. Zulkifli Hasan, Menteri Perindustrian Air­langga Hartarto, Menteri Perta­nian H. Andi Amran Sulaiman, mantan Pang­­lima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar yang akrab disapa Cak Imin, mantan Ketua MK Mahfud MD, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo, dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Menanggapi nama-nama cawap­res yang mencuat saat ini, Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Maluku Muhammad Faisal Saihitua, saat diminta tanggapannya mengatakan, Jokowi maupun Prabowo merupakan representasi dari Indonesia Bagian Barat. Sehingga, cawapres 2019 yang akan mendampingi keduanya nanti haruslah seorang tokoh muda yang berasal dari Indonesia Timur.

“Siapapun capres dan cawapres 2019 nanti, kami selaku tokoh pemuda tetap mendukung dan mengawal program pemerintah dalam men­sejahterakan rakyat. Namun perlu kami sarankan untuk cawapres nanti, kalau bisa diambil dari Indonesia Timur. Sehingga, berbagai kepentingan di daerah dapat diakomodir dengan seksama,” pinta Faisal, kepada koran ini, Rabu, 2 Mei 2018.

Hal senada juga disampaikan Sekretaris Wilayah Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Provinsi Maluku Muhammad Sahwan Arey. Menurutnya, gaya kepemimpinan tokoh Indonesia Barat dan tokoh Indonesia Timur telah dipraktekkan oleh Jokowi – JK dalam melayani rakyatnya. Alhasil, beberapa persoalan di daerah mulai terselesaikan tanpa ada rasa cemburu dari daerah lain.
“Kami juga mengharapkan tokoh cawapres 2019 nanti berasal dari wilayah Indonesia Timur seperti sosok Jusuf Kalla (JK) yang mampu mengakomodir dan mempersatukan kepentingan masyarakat di wilayah Indonesia Timur,” harapnya.

Ditanya siapakah tokoh cawapres yang patut mewakili Indonesia Timur, menurut Arey, yang patut mewakili Indonesia Timur adalah seorang tokoh muda yang cerdas, merakyat, kreatif, pekerja keras, mampu menorehkan prestasi tinggi di berbagai sektor, dan tentunya mempu memperjuangkan hak kaum buruh dalam mendapatkan keadilan.

“Kaum buruh seringkali mendapat ketidakadilan haknya oleh perusahaan-perusahaan yang ada di daerah. Pemerintah setempat pun terkesan menutup mata melihat persoalan tersebut. Olehnya itu, kami kaum buruh khusunya di wilayah Indonesia Timur menginginkan sosok wakil presiden 2019 yang peduli dan dapat mensejahterakan rakyat,” ucap Arey.

Disinggung tokoh asal Indonesia Timur yang masuk radar cawapres 2019, yakni Menteri Per­tanian H. Andi Amran Sulaiman dan Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo, Arey men­jelaskan, kedua sosok tersebut layak menjadi cawapres. Namun jika diseleksi menggunakan kacamata kaum buruh, maka yang lebih layak adalah Menteri Pertanian H. Andi Amran Sulaiman.

“Kalau disuruh pilih dari kedua tokoh ini, maka saya lebih memilih Pak Amran. Sebab, selain dikenal sebagai tokoh muda dan pekerja keras, Pak Amran juga mampu menorehkan prestasi tinggi di sektor pertanian dan memiliki jaringan yang kuat di pedesaan dengan basis dukungan petani yang besar,” singkatnya. (RIO)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top