NEWS UPDATE

Komitmen Siap Menang, Siap Kalah Harus Bisa Diimplementasi

RakyatMaluku.com – MESKIPUN temparatur pilkada Maluku sempat ‘memanas’ beberapa minggu jelang proses pungut hitung suara, namun, secara dewasa masyarakat Maluku menjunjung proses demokrasi secara baik. Pasalnya, tidak satupun letupan terjadi pasca proses pungut hitung, bahkan sampai dengan beredarnya hasil hitung cepat versi lembaga survei di pilkada Maluku.

Saat mengkonfirmasi Rakyat Maluku, Ketua Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (Korcab-PMII) periode 2004-2006, Syahril Rumluan mengaku apresiasi patut diberikan kepada masyarakat Maluku yang telah menciptakan pilkada damai sebagai wujud dari kedewasaan dalam berdemokrasi.

“Terimakasih kepada masyarakat yang mana telah menjaga dan mengawal proses demokrasi dengan baik tanpa kekerasan. Pilkada damai di Maluku, sebagai wujud dari kedewasaan dalam berdemokrasi,” akui Syahril.

Syahril juga mengungkapkan terimakasih kepada pendukung dan simpatisan pasangan calon Murad Ismail-Barnabas Orno (BAILEO) yang mana telah memberikan dukungannya pada saat pencoblosan 27 Juni. Selain itu, seluruh harapan dan doa harus dikawal demi menjalankan amanah mandate rakyat selama lima tahun kedepan.
“Terimakasih kepada pendukung dan simpatisan pasangan BAILEO yang mana telah memberikan dukungannya pada saat pencoblosan 27 Juni. Selain itu, seluruh harapan dan doa harus dikawal demi menjalankan amanah mandate rakyat selama lima tahun kedepan,” katanya.

Baginya, kemenangan BAILEO adalah kemenangan rakyat Maluku, untuk itu, semua pihak termasuk Paslon SANTUN dan HEBAT maupun timses harus legowo menerima kekalahan dan memberikan selamat kepada Paslon terpilih.

“Rakyat semakin dewasa, apapun keputusan adalah kehendak rakyat. Untuk itu, para elit dan calon agar legowo menerima kekalahan dengan mengucapkan selamat kepada paslon terpilih sebagai bentuk komitmen siap menang siap kalah,” paparnya.

Syahril berharap, Maluku bisa menjadi model demokrasi di Indonesia, dengan tingkat kerawanan pilkada yang relative rendah serta kedewasaan masyarakat dalam menerima perbedaan politik.

“Dengan fakta politik di Maluku saat ini, kami berharap kedewasaan masyarakat Maluku dalam menerima perbedaan pandangan dan pilihan politik bisa menjadi cermin bagi demokrasi di Indonesia,” kuncinya.
(ASI)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top