OLAHRAGA

Konjen AS Tertarik Kunjungi Kampung Sepak Bola Tulehu

Staf Media dan Kerjasama Kebudayaan Konsulat Jenderal (Konjen) Amerika Serikat di Surabaya Esti Durashanti berada di tengah pemain Tim Sepak Bola Tulehu di dampingi sang pelatih Sani Tawainela di Lapangan Matawaru, Tulehu, Minggu, (20/5/18).

– Esti Durashanti: Banyak Cerita Yang Menginspirasi

KONSULAT Jenderal (Konjen) Amerika Serikat sangat tertarik melihat dan mendengar langsung cerita-cerita inspiratif dari “Kampung Sepak Bola Tulehu”. Inilah kampung atau negeri yang banyak melahirkan sosok-sosok pemain nasional. “Saya tertarik melihat dan mendengar langsung cerita-cerita inspiratif dari Tulehu ini.

Siapa sangka dari kampung ini banyak melahirkan pemain-pemain bola berbakat,” ujar Staf Media dan Kerjasama Kebudayaan Konjen Amerika Serikat di Surabaya Esti Durashanti kepada Rakyat Maluku di Tulehu, Minggu, (20/5/18).

Kedepan, kata Esti Durashanti, pihaknya sedang menjajaki kerjasama khususnya dalam bidang kepemudaan. “Anak-anak Maluku sesungguhnya memiliki potensi yang luar biasa. Kunjungan kami ini bertujuan untuk mengetahui lebih jauh dan mengeksplorasi program-program yang bisa dikerjakan bersama ke depan bersama anak-anak muda Maluku,” ujarnya.

Menurut Esti Durashanti, sudah lama nama Tulehu dikenal sebagai salah satu “gudang” pencetak pesepakbolaan Indonesia. Dari Tulehu pula banyak melahirkan sosok-sosok pemain bola dalam berbagai turnamen atau liga bola nasional.

“Setelah melihat langsung tempat pelatihan di Lapangan Matawaru yang begitu sederhana tapi mampu melahirkan sosok-sosok pemain bola yang hebat, saya berksimpulan salah satunya karena ketulusan mereka untuk berlatih. Inilah yang mendorong mereka sehingga mampu berkompetisi di ajang sepak bola nasional,” ujar Esti.

Sebagaimana diketahui, Tulehu hanyalah sebuah desa di Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah. Di desa ini sejak turun-temurun telah mewarisi para pemain bola berbakat. Tak heran Tulehu juga kerab disebut-sebut sebagai “Brazil”-nya Maluku. Artinya, Tulehu merupakan tempat lahirnya para talenta sepak bola.

“Kami berharap jika memang program pertukaran pemain Tulehu ke Amerika ini bisa berjalan, maka kedepan bisa mendorong animo putra-putra Tulehu untuk memperdalam teknik permainan dalam ajang sepak bola bisa lebih baik lagi,” ujarnya.

SANI TAWAINELA BANGGA
Sementara itu, Pelatih Tim Tulehu Putra Sani Tawainela merasa bangga mendengar kabar ini jika kesebelasan yang dipimpinnya ini bisa diundang untuk mengikuti ajang persahabatan di Negeri Paman Sam.

“Alhamdulillah, semoga niat baik ini bisa terkabulkan. Ini semua tak lepas dari kerja keras dan doa,” ujar Sani Tawainela, yang juga dikenal sebagai pemeran Bintang Film: “Cahaya Dari Timur” yang bercerita tentang sepak bola Tulehu itu.

Sani Tawainela memang salah satu sosok penting di balik kesuksesan Tim Tulehu Putra. Dengan keterbatasan fasilitas dan dana, dia tetap memacu semangat “anak-anak” Tulehu ini untuk terus menekuni profesi tersebut.
“Saya selalu bilang ke mereka, harus kerja keras dan sungguh-sungguh. Jika Anda bermain dengan niat yang tulus dibarengi dengan doa maka insyaAllah jalan akan selalu terbuka. Ini yang selalu saya berikan motivasi kepada mereka agar tidak setengah-setengah menekuni profesi sepak bola,” ujar Sani Tawainela, mantan pemain Timnas Pelajar Indonesia U-18 ini.

Setelah sukses bermakn di Timnas Pelajar Indonesia U-18, Sani Tawainela kemudian kembali ke Tulehu membentuk Tim U-15 dan mengalami perkembangan hingga menjadi juara nasional pada 2006.

Dari Tulehu inilah lahir pemain-pemain bola berbakat seperti Alghy Fariz Nahumarury (13 tahun), Rizki Lestaluhu (14), Riski Ramdhani (14), Ilham Lestaluhu (14), dan Saleh Al’Ayubi Pary (13).

Lima anak Negeri Tulehu itu kemudian mengikuti turnamen Liga Remaja UC News, yang digagas oleh UC, anak perusahaan Alibaba Group pada 27 November 2017. Dari sebelas pemain yang bertanding di Jakarta tersebut lima adalah putra Tulehu. (DIB)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top