NEWS UPDATE

Konsumsi Narkoba, Lima Anggota Polda Maluku Divonis Bebas Murni

Ilustrasi

PENGADILAN Negeri (PN) Ambon memvonis bebas murni lima anggota Polri yang diperbantukan di Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Maluku dari seluruh tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku yang didakwakan, Kamis, 9 Mei 2019.

Lima anggota BNNP Maluku itu, Aiptu Remal Frans Patty, Brigpol Romelus Eqbert Istia, Brigpol Alfred Agnes Tuhumury, Brigpol Andre Leatemia dan Brigpol Andri Yanto Sabban.

Dalam amar putusan majelis hakim menyatakan, perbuatan kelima terdakwa itu tidak terbukti bersalah mela­kukan tindak pidana, sebagaimana dituntut JPU dalam Pasal 132 ayat (1) jo Pasal 112 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 Tentang Narkotika.

“Menyatakan, membebaskan kelima terdakwa (sidang terpisah) dari seluruh tuntutan JPU. Sebab, perbuatan kelima terdakwa murni melaksanakan perintah atasan atau perintah undang-undang (Pasal 50 KUHP) sebagai penyelidik,” ucap Ketua Majelis Hakim Pasti Tarigan, didampingi dua hakim anggota Jimmy Wally dan Jenny Tulak.

Selain itu, Ketua Majelis Hakim Pasti Tarigan juga memerintahkan agar terdakwa segera dikeluarkan dari tahanan, mengembalikan barang sitaan milik terdakwa, serta mengembalikan nama baik terdakwa dari kemampuan, kedudukan, serta harkat dan martabatnya.

Terhadap putusan bebas tersebut, terdakwa Aiptu Remal Frans Patty melalui penasehat hukumnya Noija Fileo Phistos SH.,MH, terdakwa Brigpol Romelus Eqbert Istia melalui penasehat hukumnya Henry Lusikooy SH.,MH, terdakwa Brigpol Andri Yanto Sabban melalui penasehat hukumnya H. Adam Hadiba SH.

Serta terdakwa Brigpol Andre Leatemia dan terdakwa Brigpol Alfred Agnes Tuhumury melalui penasehat hukumnya Noke Philips Pattiradjawane SH, Abdulbasir Rumagia SH dan John Tuhumena SH, sama-sama menyatakan menerima putusan majelis hakim. 

Sementara JPU Kejati Maluku Augustina Isabella Ubleuw, langsung menyatakan Kasasi karena tidak puas dengan putusan majelis hakim PN Ambon. Selanjutnya Ketua Majelis Hakim Pasti Tarigan memberikan batas waktu selama tujuh hari kepada JPU untuk segera memasukkan memory kasasinya.

Sebelumnya, JPU dalam amar tuntutannya meminta majelis hakim agar dapat menjatuhkan hukuman pidana penjara kepada kelima terdakwa itu selama lima tahun, serta membayar denda masing-masing sebesar Rp 800 juta subsider tiga bulan kurungan. Sebab, perbuatan kelima terdakwa itu terbukti bersalah melanggar Pasal 132 Jo Pasal 112 UU RI No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

Untuk diketahui, kasus Narkotika yang melibatkan kelima anggota polisi itu berawal ketika ter­dakwa Aiptu Remal Frans Patty bersama empat terdakwa lainnya mendapat surat tugas dari Kepala BNN Provinsi Maluku untuk melakukan penangkapan terhadap Jemi Latu­peirissa.

Saat Jemi Latu­peirissa ditangkap dan digeledah di depan Makorem Batu Gajah pada Jumat, 29 Juni 2018 sekitar pukul 16.45 Wit, mereka menemu­kan satu paket sabu yang dibungkus kertas putih bergaris dan dilakban hitam.

Para terdakwa kemudian membawa Jemi Latupeirissa ke Gedung Baileo Siwalima Karang Panjang (Karpan) untuk diinterogasi. Kepada kelima terdakwa, Jemi mengaku masih tersisa tiga paket sabu di kediamannya di Batu Gajah.

Para terdakwa kemudian bersama Jemi pergi ke rumahnya di Batu Gajah untuk mengambil tiga paket sabu-sabu tersebut. Setelah itu, para ter­dakwa membeli plastik klem bening di Swalayan Indojaya.

Terdakwa Remal Frans Patty lalu membagi dua sabu-sabu milik Jemi dan dimasukan ke dalam bungkus rokok LA Bold. Keesokan harinya, sabu itu dipakai bersama-sama oleh para terdakwa di Kantor BNN Maluku. (RIO)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top