HUKRIM

Korupsi DD – ADD, Mantan Kades Waisalan Dituntut 3,6 Tahun

Ilustrasi

MANTAN Kepala Desa Administrasi Waisalan, Kecamatan Gorom, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Kasim Rumuar alias Kasim (50), dituntut pidana penjara selama tiga tahun enam bulan (3,6), denda Rp 50 juta subsider enam bulan kurungan, dan dibebankan membayar uang pengganti sebesar Rp.454.162.821 subsider enam bulan kurungan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Sebab, perbuatan terdakwa Kasim Rumuar alias Kasim terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi dana desa (DD) dan alokasi dana desa (ADD) Waisalan, Kecamatan Gorom, Kabupaten SBY, tahun 2015 – 2016 sebesar Rp 454.162.821.

“Menyatakan, perbuatan terdakwa Kasim Rumuar alias Kasim terbukti melanggar Pasal 3 Jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor jo Pasal 64 ayat (1) KUHP,” ucap JPU Rasyid Waraputra, saat membacakan tuntutannya di Pengadilan Tipikor Ambon, Senin, 25 Maret 2019.

JPU dalam dakwaanya menjelaskan, pada tahun 2015 Desa Administrasi Waisalan, Kecamatan Gorom, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) mendapat DD yang dikucurkan dari pemerintah pusat melalui APBN sebesar Rp 261.234.000.

Sesuai RAB DD tersebut digunakan untuk pembangunan tiga unit MCK dan pembangunan jalan setapak sepanjang 150 meter. Namun yang terjadi terdakwa malah melakukan laporan pertanggungjawaban fiktif, dan juga melakukan Mark Up pada item-item kegiatan tersebut.

Sementara untuk tahun 2016, Desa Administrasi Waisalan kembali mendapat bantuan DD sebesar Rp 264.058.628 dan ADD yang bersumber dari APBD sebesar Rp.58.612.000, sehingga terhitung seluruhnya Rp.454.162.821.

Bahwa dalam pengelolaan dana-dana tersebut, terdakwa sendiri yang melakukan laporan pertanggungwaban fiktif, sementara dilapangan tidak terdapat program yang terealiasasi sesuai dengan RAB. Padahal dana sudah cair 100 persen.

Usai mendengar pembacaan tuntutan oleh JPU, majelis hakim yang dipimpin Pasti Tarigan, kemudian menunda persidangan hingga Senin pekan depan, dengan agenda sidang Pleidoi (Pembelaan) oleh Penasehat Hukum (PH) terdakwa, Munir Kairoty. (RIO)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top